YESAYA    
Edisi YESAYA   |   Bunda Maria   |   Santa & Santo   |   Doa & Devosi   |   Serba-Serbi Iman Katolik   |   Artikel   |   Suara Gembala   |   Warta eRKa   |   Yang Menarik & Yang Lucu   |   Anda Bertanya, Kami Menjawab
Warta Paroki Gembala Yang Baik No. 50 Tahun VI / 2004 - 12 December 2004
SUARA GEMBALA

Sungguhkah Dia Mesias?
Rm. Yohanes Wayan Marianta, SVD

Pikiran manusia dan Tuhan memang kadangkala tak segendang sepenarian. Manusia mengharapkan A, Tuhan memberikan B.

Yohanes Pembaptis telah mengabdikan dirinya untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Ia menyerukan pertobatan di padang gurun sebab Mesias akan datang sebagai hakim akhir zaman. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Kapak sudah tersedia pada akar pohon. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (bdk. Mat 3:1-12). Yohanes menyerukan warta pertobatan yang dibayang-bayangi oleh ketakutan akan akhir zaman.

Yohanes itu manusia jujur. Dia bukan tipe politikus opportunistik yang suka memakai jurus kutu loncat untuk mencari selamat. Yohanes hidup lurus dalam kata dan perbuatan. Dia berani mengatakan kebenaran tanpa tedeng aling-aling. Kebenaran yang bugil keluar dari mulutnya. Maka hidupnya berakhir tragis. Dia dibui oleh Herodes Antipas di benteng Makherus di Laut Mati gara-gara berani menegur tindakan Herodes yang mengambil Herodias, istri Filipus saudaranya, menjadi isterinya.

Di dalam penjara, Yohanes mendengar kabar tentang Yesus yang diharapkannya menjadi Mesias. Harapannya ternyata meleset sama sekali. Mesias ini tidak menghukum orang jahat. Yesus tidak mengadili para pendosa. Malah Ia makan minum bersama mereka dan menganggap mereka sahabat-sahabat-Nya (bdk. Luk 7:34). Dia sama sekali tidak mendatangkan peristiwa-peristiwa ngeri akhir zaman.

Mendengar semuanya itu, Yohanes menjadi ragu-ragu. Maka ia menyuruh para muridnya bertanya langsung: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

Maka jawab Yesus: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik."

Kita pun tak jarang mempunyai keinginan seperti Yohanes. Ingin agar Tuhan segera turun tangan menghukum orang jahat. Kita ingin agar Tuhan mendatangkan kabar buruk sesegera mungkin bagi mereka.

Tetapi, pikiran Tuhan ternyata berbeda dengan pikiran kita. Yesus datang untuk membawa kabar gembira bagi semua orang. Dia mencintai semua orang, baik maupun jahat. Cintanya laksana matahari. Bersinar untuk semua orang tanpa pandang bulu. Laksana hujan. Membasahi semua orang tanpa pandang warna kulit. Apakah kita menjadi marah karena hal itu? Atau, kita menjadi ragu-ragu akan keadilan Allah?

Allah bukan hakim yang bengis. Bukan Allah yang tertawa sadis setelah menghukum manusia ciptaan-Nya yang berdosa. Allah ingin semua orang kembali kepada-Nya, termasuk para pendosa. Segala kelemahan ingin disembuhkan-Nya. Allah semacam itulah yang diwahyukan Yesus kepada kita.

Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan menolak Dia!