Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Mei 2013




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com;


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: MEI 2013
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1


Kis 15:1-6
Yoh 15:1-8
2


Kis 15:7-21
Yoh 15:9-11
3

1 Kor 15:1-8
Yoh 14:6-14
4

Kis 16:1-10
Yoh 15:18-21
5
HM Paskah VI


Kis 15:1-2, 22-29
Why 21:10-14,22-23; Yoh 14:23-29
6


Kis 16:11-15
Yoh 15:26-16:4a
7



Kis 16:22-34
Yoh 16:5-11
8


Kis 17:15,22-18:1
Yoh 16:12-15
9
Kis 1:1-11
Ef 1:17-23 atau Ibr 9:24-28; 10:19-23
Luk 24:46-53
10

Kis 18:9-18
Yoh 16:20-23
11


Kis 18:23-28
Yoh 16:23b-28
12
HM Paskah VII
Kis 7:55-60
Why 22:12-14,16-17,20
Yoh 17:20-26
13


Kis 19:1-8
Yoh 16:29-33
14


Kis 1:15-17,20-26
Yoh 15:9-17
15


Kis 20:28-38
Yoh 17:11b-19
16


Kis 22:30;23:6-11
Yoh 17:20-26
17


Kis 25:13b-21
Yoh 21:15-19
18


Kis 28:16-20,30-31
Yoh 21:20-25
19
Kis 2:1-11
1 Kor 12:3b-7,12-13; atau Rm 8:8-17
Yoh 14:15-16.23b-26
20


Sir 1:1-10
Mrk 9:14-29
21


Sir 2:1-11
Mrk 9:30-37
22



Sir 4:11-19
Mrk 9:38-40
23


Sir 5:1-8
Mrk 9:41-50
24


Sir 6:5-17
Mrk 10:1-12
25

Sir 17:1-15
Mrk 10:13-16
26

Ams 8:22-31
Rm 5:1-5
Yoh 16:12-15
27


Sir 17:24-29
Mrk 10:17-27
28



Sir 35:1-12
Mrk 10:28-31
29


Sir 36:1.4-5.10-17
Mrk 10:32-45
30



Sir 42:15-25
Mrk 10:46-52
31
Zef 3:14-18a atau Rm 12:9-16b
Luk 1:39-56
1


Sir 51:12-20
Mrk 11:27-33
2

Kej 14:18-20
1 Kor 11:23-26
Luk 9:11b-17
3



Tb 1:1-3;2:1-8
Mrk 12:1-12
4


Tb 2:9-14
Mrk 12:13-17
5



Tb 3:1-11a,16-17a
Mrk 12:18-27
6


Tb 6:10-11; 7:1,9-17; 8:4-9a
Mrk 12:28b-34
7

Yeh 34:11-16
Rm 5:5b-11
Luk 15:3-7
8
Hati Tersuci SP Maria


Tb 12:1,5-15,20
Mrk 12:38-44





PENYUCIAN AKHIR - PURGATORIUM
dikutip dari: Katekismus Gereja Katolik #1030 - 1032

Siapa yang mati dalam rahmat dan dalam persahabatan dengan Allah, namun belum disucikan sepenuhnya, memang sudah pasti akan keselamatan abadinya, tetapi ia masih harus menjalankan satu penyucian untuk memperoleh kekudusan yang perlu, supaya dapat masuk ke dalam kegembiraan surga.

Gereja menamakan penyucian akhir para terpilih, yang sangat berbeda dengan siksa para terkutuk, purgatorium [api penyucian]. Ia telah merumuskan ajaran-ajaran iman yang berhubungan dengan api penyucian terutama dalam Konsili Firence dan Trente. Tradisi Gereja berbicara tentang api penyucian dengan berpedoman pada teks-teks tertentu dari Kitab Suci.

"Kita harus percaya bahwa sebelum pengadilan masih ada api penyucian untuk dosa-dosa ringan tertentu, karena kebenaran abadi mengatakan bahwa, kalau seseorang menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, 'di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak' (Mat 12:32). Dari ungkapan ini nyatalah bahwa beberapa dosa dapat diampuni di dunia ini, yang lain di dunia lain" (Gregorius Agung, dial. 4,39).

Ajaran ini juga berdasarkan praktik doa untuk orang yang sudah meninggal, tentangnya Kitab Suci sudah mengatakan: "Karena itu [Yudas Makabe] mengadakan kurban penyilihan untuk orang-orang mati, supaya mereka dibebaskan dari dosa-dosanya" (2 Mak 12:45). Sudah sejak zaman dahulu Gereja menghargai peringatan akan orang-orang mati dan membawakan doa dan terutama kurban Ekaristi untuk mereka, supaya mereka disucikan dan dapat memandang Allah dalam kebahagiaan. Gereja juga menganjurkan amal, indulgensi, dan karya penitensi demi orang-orang mati.

"Baiklah kita membantu mereka dan mengenangkan mereka. Kalau anak-anak Ayub saja telah disucikan oleh kurban yang dibawakan oleh bapanya (Ayb 1:5), bagaimana kita dapat meragukan bahwa persembahan kita membawa hiburan untuk orang-orang mati? Jangan kita bimbang untuk membantu orang-orang mati dan mempersembahkan doa untuk mereka" (Yohanes Krisostomus, hom. in 1 Cor 41,5).








CATATAN DARI SUATU JIWA DI API PENYUCIAN

Seorang biarawati yang disebut sebagai Suster M. de L.C. mempunyai hubungan yang luar biasa dengan Suster M.G., seorang biarawati dari biara yang sama yang telah meninggal dunia. Dua setengah tahun setelah kematiannya, Suster M.G. menampakkan diri dan mengatakan bahwa ia sedang berada di api penyucian, dan bahwa adalah rencana Allah agar Suster M. de L.C., melalui penderitaan dan doa-doanya, akan meringankan dan pada akhirnya membebaskan Suster M.G. dari tempat silih itu. Berikut kutipan catatan Suster M. de L.C.

 Apakah yang Terjadi Ketika Jiwa Meninggalkan Tubuh?
"Ketika jiwa meninggalkan tubuh, ia mendapati dirinya dalam suatu terang yang membingungkan dan dalam sekejap mata jiwa melihat seluruh kehidupannya dihamparkan di hadapannya, dan melihat ini, jiwa tahu apa yang pantas baginya, dan terang yang sama ini memaklumkan hukuman bagi jiwa. Jiwa tidak melihat Allah akan tetapi dikuasai oleh kehadiran-Nya. Jika suatu jiwa bersalah sepertiku, dan karenanya, pantas pergi ke api penyucian, jiwa dihimpit begitu rupa oleh beban kesalahan-kesalahan yang masih harus disilih, hingga jiwa melemparkan dirinya ke dalam purgatorium. Hanya pada waktu itulah orang mengerti Allah dan kasih-Nya bagi jiwa-jiwa dan betapa mengerikannya kejahatan dosa di mata Keadilan Ilahi … Keadilan Allah menahan kita di purgatorium, dan kita pantas untuk itu, namun demikian kerahiman-Nya dan hati kebapaan-Nya tiada meninggalkan kita di sini tanpa penghiburan sama sekali. Kami dengan berkobar merindukan persatuan sempurna dengan Yesus, dan Ia merindukannya sedalam kita … Di purgatorium ada jiwa-jiwa yang sangat bersalah namun mereka bertobat, dan sekalipun demikian dosa-dosa tetap harus mereka silih, mereka diteguhkan dalam rahmat dan tak lagi berdosa. Mereka disempurnakan sebagaimana jiwa dimurnikan secara bertahap di tempat silih ini."      

 Berapa Lamakah Jiwa di Purgatorium Akan Dibebaskan?
"Mengenai waktu pembebasan kami, kami tak tahu apa-apa. Andai saja kami tahu bilamana akhir dari penderitaan kami akan tiba, itu akan menjadi suatu kelegaan besar, suatu sukacita bagi kami, akan tetapi tidak, tidak demikian. Kami tahu pasti bahwa penderitaan kami berkurang dan persatuan kami dengan Allah menjadi semakin dekat, akan tetapi kapan harinya (itu menurut perhitungan duniawi, sebab di sini tidak ada hari) kami akan dipersatukan dengan Allah, mengenai itu kami tidak tahu sama sekali; itu rahasia."

 Apakah Peringatan Arwah Semua Orang Beriman Mendatangkan Sukacita Besar di Purgatorium?

"Pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman banyak jiwa-jiwa meninggalkan tempat silih dan pergi ke surga. Juga, oleh suatu rahmat istimewa dari Allah pada hari itu saja, segenap jiwa-jiwa menderita, tanpa terkecuali, beroleh bagian dalam doa-doa umum Gereja, bahkan mereka yang berada di purgatorium besar. Meski begitu kelegaan tiap-tiap jiwa adalah sesuai dengan ganjarannya. Sebagian menerima lebih, sebagian kurang, akan tetapi semua merasakan manfaat dari rahmat luar biasa ini. Banyak jiwa-jiwa menderita menerima satu pertolongan ini saja di sepanjang tahun-tahun panjang yang mereka lalui di sini dan ini karena keadilan Allah. Akan tetapi, bukan pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman kebanyakan jiwa-jiwa pergi ke surga. Melainkan pada malam Natal." (Lebih lanjut, silakan baca "Catatan dari Suatu Jiwa di Api Penyucian.")

Catatan dari Suatu Jiwa di Api Penyucian
Rahasia Jiwa-jiwa Menderita di Api Penyucian ~ Maria Simma
Jiwa-jiwa di Api Penyucian - dari Catatan St Faustina Kowalska
Kisah-kisah Menakjubkan dari Api Penyucian
Kisah-kisah Menakjubkan dari Api Penyucian 2




m

“"Purgatorium adalah api batin. Jiwa sadar akan kasih Allah yang tak terhingga dan keadilan-Nya yang sempurna; sebagai konsekuensinya, jiwa menderita sebab tidak memberikan tanggapan kepada kasih itu secara sempurna, dan adalah tepat kasih Allah Sendiri yang memurnikan jiwa dari kebinasaan akibat dosa.”

~ Paus Benediktus XVI





JIWA-JIWA DI API PENYUCIAN MEMBUTUHKAN PEERTOLONGAN KITA

Padre Pio menceritakan kisah berikut kepada Padre Anastasio. “Suatu sore, kala aku seorang diri di tempat paduan suara untuk berdoa, aku mendengar gemersik jubah dan aku melihat seorang biarawan muda sedang sibuk dekat altar. Tampaknya biarawan muda itu sedang membersihkan kandela dan merapikan jambangan-jambangan bunga. Aku pikir dia adalah Padre Leone yang sedang merapikan altar, dan karena saat makan malam telah tiba, aku menghampirinya dan mengatakan, `Padre Leone, marilah kita santap malam, sekarang bukan saat yang tepat untuk membersihkan dan merapikan altar.'  Tetapi suatu suara, yang bukan suara Padre Leone, menjawab, `Aku bukan Padre Leone.' `Siapakah engkau?' tanyaku. `Aku seorang saudaramu yang menjalani novisiat di sini. Aku ditugaskan untuk membersihkan altar sepanjang tahun novisiat. Sungguh sayang, seringkali aku tidak menyampaikan penghormatan kepada Yesus saat aku melintas di depan altar, dan dengan demikian tidak menghormati Sakramen Mahakudus yang disimpan dalam tabernakel. Karena keteledoran yang serius ini, aku masih tinggal di purgatorium. Sekarang, Tuhan, dengan kebajikan-Nya yang tak habis-habisnya, mengirimku ke sini agar engkau dapat mempercepat saat di mana aku dapat menikmati Firdaus. Tolonglah aku.' Aku yakin bahwa aku bermurah hati kepada jiwa yang menderita itu ketika aku berkata, `Engkau akan berada di Firdaus esok pagi, ketika aku merayakan Misa Kudus.' Jiwa itu pun berteriak, `Sungguh kejam!' Lalu ia menangis dengan sedihnya dan lenyap. Keluh-kesah itu meninggalkan suatu luka yang dalam di hatiku yang aku rasakan dan akan terus kurasakan sepanjang hidupku. Sesungguhnya aku dapat segera mengirimkan jiwa menderita itu ke surga, tetapi aku menghukumnya untuk melewatkan semalam lagi dalam api penyucian.”


Misa Arwah : Tinjauan Liturgis
Misa Arwah : Dasar Biblis & Ajaran Gereja






“Bagi Allah, masa lampau tidak ada; masa depan tidak ada. Semuanya adalah masa sekarang yang kekal … bahkan sekarang aku dapat berdoa demi kematian bahagia kakek-buyutku!”





DEVOSI KEPADA JIWA-JIWA DI API PENYUCIAN

Apabila berbicara mengenai menyelamatkan jiwa-jiwa di dunia lain, orang perlu menyebut St Gertrude Agung. Ia dilahirkan di Eisleben, Thuringia, Jerman, pada tahun 1256. St Gertrude membaktikan diri demi mengejar kesempurnaan dan menghabiskan waktunya dalam doa dan kontemplasi. Pada usia 26 tahun ia mulai dianugerahi penglihatan-penglihatan adikodrati dan pengalaman-pengalaman mistik. Riwayat hidup dan wahyu-wahyunya mencatat banyak percakapannya dengan Tuhan kita di mana Ia menyingkapkan kerinduan-Nya yang mendalam untuk melimpahkan kerahiman-Nya kepada jiwa-jiwa dan mengganjari bahkan perbuatan baik yang paling remeh sekalipun.  

Mengenai penderitaan, Tuhan kita berkata kepadanya, "Apabila manusia, sesudah memberikan pengobatan bagi penderitaannya, dengan sabar karena kasih kepada-Ku menanggung apa yang tak dapat disembuhkan, ia memperoleh ganjaran gemilang."

Mengenai komuni sesering mungkin, Yesus mengatakan kepada Gertrude: "Mereka yang telah sering menyambut-Ku di dunia akan lebih mulia di surga. Di setiap komuni Aku menambahkan, Aku menggandakan kekayaan yang merupakan kebahagian Kristiani di surga!"

Dalam penglihatan-pengkihatan lain Tuhan kita mengungkapkan kerinduan-Nya agar orang berdoa bagi jiwa-jiwa menderita di purgatorium. Tuhan kita menunjukkan kepada Gertrude sebuah meja dari emas yang di atasnya terdapat banyak mutiara berharga. Mutiara-mutiada ini adalah doa-doa bagi jiwa-jiwa menderita. Pada saat yang sama sang santa melihat jiwa-jiwa dibebaskan dari penderitaan dan naik ke surga dalam bentuk percikan-percikan cahaya dalam berbagai bentuk.

Yesus mengatakan kepada St. Gertrude, "Aku menerima dengan teramat senang apa yang ditawarkan kepada-Ku demi jiwa-jiwa menderita, sebab Aku rindu tak terkira mereka - yang untuknya Aku bayar dengan harga begitu mahal - ada dekat-Ku. Dengan doa-doa jiwamu yang penuh kasih, Aku terdorong untuk membebaskan seorang tahanan dari api penyucian sesering engkau menggerakkan lidahmu untuk mengucapkan sepatah kata doa!"

Dalam penglihatan lain, Tuhan memberikan kepada St Gertrude doa yang akan membebaskan 1.000 jiwa dari purgatorium setiap kali doa didaraskan dengan penuh kasih dan devosi:

"Bapa yang Kekal, aku persembahkan kepada-Mu Darah Mahasuci Putra IlahiMu, Yesus, dalam persatuan dengan semua Misa yang dipersembahkan di segala penjuru dunia pada hari ini, demi segenap jiwa-jiwa menderita di purgatorium, demi para pendosa di mana saja, demi para pendosa dalam Gereja Semesta, mereka yang dalam rumahku sendiri dan dalam keluargaku. Amin."

Apakah 1.000 jiwa sungguh dibebaskan dari purgatorium? Para teolog mengatakan bahwa kita tidak dapat pasti mengenai jumlah yang tepat. Akan tetapi kita tahu bahwa Tuhan kita merujuk pada keampuhan doa-doa kita yang dipanjatkan demi jiwa-jiwa menderita ini. "Seribu" jiwa dibebaskan dapat berarti lebih dari yang dapat kita hitung, lebih dari yang berani kita mohon.

St Gertrude digelari "Agung" sebab devosinya kepada Hati Yesus Yang Mahakudus dan jiwa-jiwa terkasih di purgatorium.


Devosi kepada Jiwa-jiwa di Api Penyucian: Rosario Arwah






“Ada banyak jiwa-jiwa di purgatorium. Ada juga mereka yang dikonsekrasikan kepada Allah - para imam, kaum religius. Berdoalah demi intensi mereka, setidaknya Doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan masing-masing tujuh kali, dan Kredo. Aku menganjurkannya kepada kalian. Ada banyak jiwa-jiwa yang tinggal lama di purgatorium sebab tak ada seorang pun yang mendoakan mereka.”

~ SP Maria dari Medjugorje




JIWA-JIWA MEMBALAS KITA BERLIPAT GANDA

Kisah nyata yang menyentuh hati berikut ini terjadi di Paris pada tahun 1817.

Seorang pembantu rumah tangga, yang mempunyai kebiasaan saleh meminta intensi Misa setiap bulan bagi jiwa-jiwa di api penyucian, jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit; ia kehilangan pekerjaannya.

Setelah sembuh dan diijinkan pulang, ia pergi ke gereja untuk berdoa, di mana ia teringat bahwa ia belum memintakan intensi Misa bagi jiwa-jiwa menderita untuk bulan itu. Akan tetapi, berhubung ia telah kehilangan pekerjaan, ia tak lagi mampu meminta intensi Misa sebab itu akan membuatnya membelanjakan seluruh sisa uang yang masih dimilikinya. Setelah ragu, ia menyerahkan juga uang itu untuk stipendium Misa.

Saat meninggalkan gereja, ia berjumpa dengan seorang pemuda yang tampaknya berasal dari kaum bangsawan. Tak disangka si pemuda bertanya apakah ia membutuhkan pekerjaan dan memberinya alamat sebuah rumah yang sedang membutuhkan pembantu.

Setibanya di rumah tersebut, sang pemilik rumah, yang baru saja kehilangan pembantunya, tercengang siapakah gerangan yang tahu bahwa ia sedang membutuhkan pembantu. Sementara menggambarkan ciri-ciri sang pemuda yang dijumpainya di gereja, si pembantu melihat sebuah lukisan diri si pemuda yang digantung di tembok. Mendengar penjelasan si pembantu, nyonya rumah berseru, "Itu puteraku, yang meninggal dua bulan yang lalu!"

Maka keduanya pun sadar bahwa Allah hendak mengganjari amal kasih si pembantu rumah tangga itu dan menyingkapkan kuasa perantaraan suatu jiwa yang menderita. (Taken from "Life After Death" by Luis and Gustavo Solimeo)





"Aku memperoleh banyak rahmat besar dari para kudus, namun terlebih besar lagi yang aku peroleh dari jiwa-jiwa di api penyucian."

~ St Katarina dari Bologna





“Saya ingin mengajak umat Kristiani dengan percaya diri, dan dengan kreativitas yang terbina dan bertanggungjawab, bergabung dalam jejaring hubungan yang dimungkinkan oleh jaman digital. Hal ini bukan saja untuk memuaskan keinginan untuk hadir, tetapi karena jejaring ini merupakan bagian utuh dari hidup manusia. Internet memberikan sumbangsih bagi perkembangan cakrawala intelektual dan spiritual yang lebih kompleks, bentuk-bentuk baru kesadaran berbagi. Di dalam wilayah ini juga kita dipanggil untuk memaklumkan iman kita bahwa Kristus adalah Allah, Penyelamat umat manusia dan Penyelamat sejarah, yang di dalam-Nya segala sesuatu memperoleh kepenuhannya (bdk. Efesus 1:10).”
~ Paus Emeritus Benediktus XVI, Hari Komunikasi Sedunia ke-45, Juni 2011
Wadah bagi para pembaca setia Yesaya untuk saling bertegur sapa, saling sharing, bertukar pikiran, agar masing-masing diteguhkan dan dikuatkan dalam iman dan persaudaraan sejati.








Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (mengenai berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


 Yesus Kekasih Ekaristik Kita
 Devosi Kerahiman Ilahi
Yesus Kristus Sahabat Dalam Sakit
 Kesaksian Yesus dan Maria ~ Catalina (Katya) Rivas
 Kisah Hidup Yesus Kristus dan BundaNya oleh B. Anna Katharina Emmerick
 Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus oleh B. Anna Katharina Emmerick
 Tujuh Duka Santa Perawan Maria oleh St. Alfonsus Maria de Liguori    
 Anjuran Apostolik "Redemptoris Custos" oleh Paus Yohanes Paulus II  



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Mei 2013