Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Oktober 2021




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: OKTOBER 2021

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:



PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG KAYA DAN SEORANG PENGRAJIN TEMBIKAR
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 5

Dalam pengajran-Nya, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan.

"Dengarkanlah. Seorang laki-laki kaya yang bodoh membawa sebongkah bahan yang seindah madu terbaik kepada seorang pengrajin dan menyuruhnya untuk membuat amphora berhias darinya.

"Bahan ini tidak bagus untuk dikerjakan," kata si pengrajin kepada si orang kaya. "Lihat? Bahan ini lembek dan lentur. Bagaimana aku bisa mengukir dan membentuknya?"

"Apa? Tidak bagus? Ini adalah damar berharga dan seorang temanku memiliki amphora kecil yang dibuat darinya dan anggurnya menghasilkan rasa yang sangat enak di dalamnya. Aku membelinya semahal emas, untuk memiliki amphora yang lebih besar dan dengan demikian mempermalukan temanku, yang menyombongkan miliknya. Buatlah segera. Atau aku akan mengatakan kepada semua orang bahwa kau adalah pengrajin yang tidak becus."

"Tapi amphora temanmu pastilah dari pualam alabaster."

"Tidak. Amphora itu dibuat dengan bahan ini."

"Mungkin dibuat dari damar amber yang bagus."

"Tidak. Dari bahan yang sama dengan ini."

"Baiklah kita anggap bahwa amphora itu dibuat dari bahan ini, tetapi pastilah bahan ini menjadi padat dan keras oleh usia atau dengan mencampurkan bahan lain yang memadatkan. Tanyakanlah kepadanya, lalu datanglah dan beritahu aku bagaimana hal itu dilakukan."

"Tidak. Dia sendiri yang menjualnya kepadaku dan meyakinkanku bahwa bahan ini dikerjakan sebagaimana adanya."

"Kalau begitu, dia sudah menipumu untuk menghukummu karena iri pada amphoranya yang indah."

"Hati-hati dengan perkataanmu! Kerjakan atau aku akan merampas tokomu untuk menghukummu, bagaimanapun juga semua yang kau miliki tidak sebanding dengan apa yang sudah aku bayarkan untuk damar indah ini."

Pengrajin yang sedih itu mulai bekerja. Dia meremas-remasnya... Tapi pasta itu menempel di kedua tangannya. Dia mencoba memadatkan sebagian bahan itu dengan damar mastik dan bubuk... Tapi bahan itu kehilangan transparansi keemasannya. Dia menempatkannya dekat tungku yang berkobar-kobar dengan harapan panas akan mengeraskannya, tetapi seraya mengernyitkan kening dia harus mengambilnya, karena damar itu meleleh. Dia punya salju beku yang dibawa dari Gunung Hermon dan dia membenamkan damar itu ke dalamnya... Damar mengeras dan menjadi indah. Namun dia tidak bisa membentuknya. 'Aku akan mengukirnya dengan pahat,' katanya. Tetapi pada pahatan pertama, damar itu pecah berkeping-keping.

Pengrajin yang putus asa memutuskan untuk melakukan percobaan terakhir, meskipun dia sudah yakin bahwa mustahil mengerjakan bahan itu. Dia mengumpulkan semua potongan dan melelehkannya dengan panas tungku, lalu dia membekukannya dengan salju, tetapi tidak terlalu beku, dan dia mencoba mengerjakannya dengan pahat dan pisau lebar pada alas yang cukup lunak. Dan terbentuk! Namun, begitu dia melepaskan pahat dan pisau lebar, bahan itu kembali ke bentuk semula, yang serupa adonan yang mekar di wadah adonan.

Laki-laki itu menyerah. Dan untuk menghindari pembalasan dan kehancuran oleh orang kaya itu, pada malam hari dia menempatkan istri, anak-anak, perabotan, dan peralatan kerjanya ke kereta dan melarikan diri melintasi perbatasan, sesudah meninggalkan di tengah-tengah bengkelnya, yang sekarang benar-benar kosong, bahan damar indah dengan catatan di atasnya yang bertuliskan: 'Tidak bisa dikerjakan.'

Aku telah diutus untuk membentuk hati seturut Kebenaran dan Keselamatan. Di tangan-Ku ada hati yang terbuat dari besi, timah, kaleng, alabaster, marmer, perak, emas, yaspis, permata. Hati yang keras, liar, terlalu lembut, tidak stabil, hati yang dikeraskan oleh kesedihan, hati yang berharga, hati dari segala jenis. Aku bekerja di tiap-tiap hati. Dan Aku membentuk banyak hati seturut keinginan Dia Yang mengutus Aku. Sebagian menyakiti-Ku ketika Aku bekerja atas mereka, sebagian lebih suka pecah berkeping-keping daripada dikerjakan. Namun mereka akan selalu punya ingatan akan Aku, bahkan meski itu mungkin adalah hati yang membenci.

Tidaklah mungkin untuk bekerja atasmu. Tidak ada suatu pun yang berguna bagimu: kasih yang hangat, kesabaran dalam mengajarmu, celaan yang keras, kerja pahat. Begitu Aku menjauhkan tangan-Ku darimu, kamu kembali menjadi kamu yang semula. Hanya ada satu hal yang harus kamu lakukan untuk berubah: menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada-Ku. Tapi kamu tidak melakukan itu. Dan kamu tidak akan pernah melakukannya. Sang Pekerja yang sedih meninggalkanmu pada nasibmu. Tetapi, sebagaimana adalah adil, Ia tidak meninggalkan semua orang dengan cara yang sama. Dalam kesedihan-Nya Ia masih bisa memilih mereka yang layak mendapatkan kasih-Nya dan Ia menghibur dan memberkati mereka." ....
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"

oleh: Maria Valtorta


TAHUN KETIGA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
331.
Bartolomeus Sudah Mengerti dan Menderita
332.
Dalam Perjalanan Kembali ke Galilea
333.
Bertemu Yudas Iskariot dan Tomas
334.
Ismael Ben Fabi. Perumpamaan tentang Perjamuan
335.
Yesus di Nazaret Bersama Sepupu-Nya dan Bersama Petrus dan Tomas
336.
Perempuan Bungkuk dari Khorazim
337.
Menuju Safet. Perumpamaan tentang Petani yang Baik
...
dalam proses penerjemahan




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)




Salam kasih Kristus,

Sebagai tanggapan atas banyak email yang masuk perihal kedua buku berikut, maka kami sampaikan:

1. "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" tulisan Maria Valtorta sedang dikerjakan terjemahannya. Bab yang sudah selesai diterjemahkan pasti segera ditayangkan di YESAYA. Karena permintaan banyak pembaca, kami sudah mengupayakan untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku, tapi sayang, masih terkendala dari pemegang hak cipta resmi di Italia. Sementara ini kami hanya diijinkan untuk share secara online 20% saja dari isi buku, sehingga sebagian link terpaksa "disembunyikan". Bagi yang ingin membaca bagian yang sudah dihapus link-nya, silakan hubungi YESAYA.
2. "Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus" bisa didapatkan di Gramedia atau di toko-toko buku rohani. Bagi yang kesulitan mendapatkannya, bisa langsung menghubungi Marian Center Indonesia: www.mariancentre.or.id, WA: 812-9523-1857; atau TOKOPEDIA: Marian Centre Indonesia




Yang Baru:
 Beato Carlo Acutis (1991 - 2006)

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, )
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian )
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, )
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, )
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, )
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, )
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Oktober 2021