![]() |
![]() Edisi YESAYA | Bunda Maria | Santa & Santo | Doa & Devosi | Serba-Serbi Iman Katolik | Artikel | Suara Gembala | Warta eRKa | Yang Menarik & Yang Lucu | Anda Bertanya, Kami Menjawab
![]() ![]() ![]() Warta Paroki Gembala Yang Baik No. 15 Tahun VI / 2004 - 11 April 2004
![]() SUARA GEMBALA
PERSAUDARAAN
Jalan Menuju Kesejahteraan
![]() Mewujudkan pemikiran seperti di atas pada masyarakat kota yang amat plural dan anonim tentu saja amat sulit. Bahkan dalam kenyataan, masyarakat yang amat plural dan anonim rentan terhadap konflik dan berbagai gejolak sosial. Walau demikian, konflik bisa diposisikan sebagai peluang untuk hal-hal yang positip dan berguna untuk kehidupan pribadi dan kehidupan bersama. Maka sangat diharapkan agar refleksi bersama bahan APP 2004 tentang “konflik” memperluas cakrawala berpikir menuju persaudaraan demi kesejahteraan semua. Jika demikian, maka Paskah yang kita rayakan sungguh menjadi pengalaman kebangkitan dari manusia lama kepada manusia baru untuk masing-masing kita.
Rm. Remigius Sene, SVD
YESUS YANG BANGKIT
“Terang Terus, Terus Terang”
![]() Perayaan yang berpuncak pada paska ini membangun kesadaran dalam diri kita bahwa: ternyata menderita bagi orang lain adalah sesuatu yang sangat sulit; berkorban untuk kepentingan banyak orang dianggap bukan zamannya lagi, apalagi harus tunduk dan membasuh kaki orang atau melayani orang lain, itu lebih sukar lagi. Orang lebih suka dilayani daripada melayani. Semoga kebangkitan Yesus, menghalau kegelapan dosa dan membawa cahaya atau terang bagi langkah hidup masing-masing kita. Semoga api iman kita terang-terus dan kepercayaan kita juga dibangun atas sikap terus-terang. Saudara-saudari, Yesus kita memang luar-biasa!
Rm. Gregorius Kaha, SVD
NYANYIAN HARAPAN
![]() Tuhan Yesus tidak memberi jawaban. Tapi, Dia tidak duduk berpangku tangan. Dia mau ambil bagian dalam cawan pertderitaan anak manusia. Bahkan cawan penderitaan yang paling mengenaskan. Dibunuh seperti penjahat kambuhan di atas salib. Dia yang tanpa noda, rela didera kesengsaraan tak terperi. Sampai mati.
Mata dunia dibuka-Nya. Ternyata salib bukanlah titik akhir. Pahitnya cawan derita, diminum-Nya sampai tegukan terakhir. Di hadapi-Nya gelapnya kematian. Tiga hari terbaring dalam pelukan bumi. Duri-duri penderitaan tak kuasa meruntuhkan cinta-Nya pada kehendak Sang Bapa. Cinta yang tangguh. Laksana bukit karang. Maka selepas malam pekat derita. merekahlah fajar Paska. “Sesungguhnya kalau biji gandum itu tidak jatuh ke tanah dan mati, ia akan tinggal satu biji saja, tetapi jika ia mati, maka ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh.12.24). Pasca kematian, tumbuhlah kemuliaan. Sungguh, Paska adalah sebuah tembang harapan. Maukah Anda menyanyikannya?
Selamat Paska!
Rm. Yoh. Wayan Marianta, SVD
|
![]() |