YESAYA    
Edisi YESAYA   |   Bunda Maria   |   Santa & Santo   |   Doa & Devosi   |   Serba-Serbi Iman Katolik   |   Artikel   |   Suara Gembala   |   Warta eRKa   |   Yang Menarik & Yang Lucu   |   Anda Bertanya, Kami Menjawab
Warta Paroki Gembala Yang Baik No. 49 Tahun VIII / 2006 - 3 Desember 2006
SUARA GEMBALA

“Tolonglah Satu Sama Lain dalam Iman”
Rm. Gregorius Kaha, SVD

Mengasihi dan Mengampuni

<Sudah satu tahun ini saya mengikuti Pendalaman Alkitab (PA) yang dirintis oleh kelompok Kristen Protestan. Pada awalnya ada seorang kakak tingkat yang mendekati saya, menginjili (padahal saya sudah Katolik sejak bayi), kemudian mengajak saya ikut PA. Dia sendiri yang memimpin PA bagi saya. Saya diajari saat teduh, hafal ayat, doa dan puasa untuk intensi tertentu. Saat itu saya senang sekali mengikutinya. Saya merasakan hidup saya semakin dekat dengan Allah.

Tetapi belakangan ini saya merasa ada sebuah pertentangan hebat dalam hati saya. Saya baru menyadari bahwa ada banyak hal mendasar yang diajarkan dalam PA bertentangan dengan kepercayaan Katolik yang saya anut. Di sana tidak dipercayai adanya Api Penyucian, Bunda Maria, santo-santa, dsb. Di dalam PA diajarkan, setelah selesai belajar Buku Satu maka orang tersebut harus mendekati orang-orang lain, menginjili mereka, serta mengajak mereka untuk mengikuti PA dan sang penginjil harus menjadi pemimpin PA bagi mereka. Saya sudah menginjili dua orang teman saya (beragama Katolik) dan sedang dilatih oleh pemimpin PA saya tadi untuk memimpin kedua orang yang saya injili tersebut. Sementara saya sendiri merasa masih sangat kurang dalam pengetahuan teologia.

Saya tidak nyaman dengan semua hal ini. Saya ingin keluar dari kelompok PA itu, tetapi saya takut kalau saya menjadi semakin jauh dari Allah. Terus terang, sebelum ikut PA, kehidupan rohani saya kurang bagus. Namun, jika saya terus ikut PA saya terus akan berurusan dengan pertentangan batin saya. Apa yang harus saya lakukan? ~ dari V, Surakarta.>

Ketika membaca sharing polos yang masuk di website YESAYA ini, saya menjadi teringat betapa begitu banyak orang Katolik mengalami kebingungan sesudah masuk dalam proses serupa. Kenapa semacam ada pertentangan batin? Hemat saya, akarnya adalah seseorang hidup sebagai orang Katolik, tetapi menghayati paham bukan Katolik. Padahal kita tahu argumen umum bahwa paham yang berbeda akan melahirkan praktek yang berbeda pula. Maka logikanya, kalau anda ingin memperdalam iman Katolik, carilah sarana dengan latar belakang paham Katolik. Memang ada yang membantah, supaya kita dapat menghayati iman Katolik yang sungguh, kita perlu mendalami iman yang lain juga. Saya kira pada tatanan pemantapan iman, pikiran itu betul; tetapi bagi pemula, itu justru tidak tepat dan membingungkan. Pergumulan dalam hal iman memang akan tetap ada, tetapi mencari jalan keluar yang sesuai adalah sangat menentukan. Dengan rasa bangga pada “saudara kita tadi”, saya menganjurkan agar melengkapi (belajar mengenal dan memahami) diri dengan ajaran Gereja, tentang semua hal yang menjadi titik pergumulan tadi. Syukur, sekarang banyak gerakan dalam Gereja yang menyediakan sarana untuk mengarahkan kita kepada paham yang benar tentang iman kita sendiri. Memang, kita perlu saling membantu dalam hal iman.

Minggu ini, kita mulai masuk Masa Adven. Gereja mengajak kita masuk dalam masa persiapan menyambut kedatangan Yesus. Tentang kedatangan Tuhan, ada yang menekankan kedatangan Tuhan pada akhir zaman, ini baik supaya kita bisa menata kehidupan kita sekarang dengan bijaksana; ada yang menekankan kedatangan Tuhan pada Hari Natal, ini juga baik supaya kita merayakan Natal dengan hati bersih dan rasa solidaritas yang tinggi. Namun kita pun perlu menyadari kehadiran Tuhan, setiap saat dalam hati kita. Maka betapa pentingnya persiapan itu. Ada persiapan batiniah dan ada persiapan lahiriah; keduanya saling melengkapi, sama-sama perlu dan penting bagi kita dalam proses persiapan kita.

Oleh karena itu, menghadapi ajakan bersiap-siaga, orang tidak perlu terlalu khawatir atau takut. Kalau kita mempersiapkan diri sungguh-sungguh, hidup sesuai dengan ajaran dan perintah-perintah-Nya, maka rahmat dan berkat itu pasti datang dalam kehidupan kita. Ingat, yang datang ini adalah Emmanuel, Allah beserta kita. Selamat menanti…!