Ruangan Liturgi
|
|
|
|
MENARA GEREJA
|
ALTAR
|
SEDILIA
|
AMBO
|
|
|
|
|
LONCENG ALTAR
|
TABERNAKEL
|
LAMPU TUHAN
|
PRIE-DIEU
|
|
|
|
|
BEJANA BAPTIS
|
PATUNG MARIA
|
L. JALAN SALIB
|
L. KACA
|
MENARA & LONCENG GEREJA:
Menara adalah tempat untuk menggantungkan lonceng gereja. Lonceng digunakan untuk mengundang umat beribadat. Lonceng tidak dibunyikan pada hari Kamis Putih dan Jumat Agung sebagai tanda berkabung atas sengsara dan wafat Kristus.
PANTI IMAM:
tempat imam memimpin perayaan liturgi.
KREDENS:
meja kecil di panti imam yang digunakan untuk menaruh piala, sibori, ampul, lavabo, dll.
SEDILIA:
tempat duduk imam dan para pembantunya.
AMBO / MIMBAR:
tempat pembacaan Kitab Suci, Homili dan doa umat.
TABERNAKEL
LAMPU TUHAN / LAMPU SUCI:
lampu merah yang terus menyala di dekat tabernakel sebagai tanda bahwa dalam tabernakel disimpan Sakramen Mahakudus.
LONCENG ALTAR:
dibunyikan pada saat konsekrasi untuk menciptakan suasana hening.
SAKRISTI:
tempat persiapan imam dan para pembantunya. Biasanya terletak di samping atau dibelakang panti imam.
PRIE-DIEU / TEMPAT BERLUTUT:
PANTI UMAT:
tempat bangku atau kursi untuk umat.
KAMAR PENGAKUAN:
kamar untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Kamar Pengakuan dibagi menjadi dua: ruangan untuk imam dan ruangan untuk orang yang hendak mengaku dosa.
BEJANA BAPTIS:
berisi air untuk membaptis.
PANTI PAROKI / BALAI PAROKI:
tempat umat paroki mengadakan kegiatan.
PATUNG YESUS:
terletak di samping kanan altar.
PATUNG BUNDA MARIA:
terletak di samping kiri altar.
LUKISAN JALAN SALIB:
dipasang sekeliling dinding gereja.
LUKISAN KACA:
Biasanya berkisah tentang cerita-cerita dari Kitab Suci. Fungsinya untuk menciptakan suasana doa.
sumber : I. Marsana Windhu; Mengenal Ruangan, Perlengkapan &Petugas Liturgi; Seri Bina Iman Liturgi 5; Kanisius Ilustrasi: Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com;
|