Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Oktober 2020




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: OKTOBER 2020

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:



"KAMU TIDAK PERNAH MENJADI YATIM PIATU. KAMU TIDAK PERNAH TERLANTAR."
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 5


Seorang laki-laki berumur yang gempal datang ke pintu rumah dan bergegas menghampiri Yesus. "Suatu kehormatan besar, Guru, bisa bertemu dengan-Mu!" dia berseru menyapa-Nya.

Yesus menyalaminya, "Damai sertamu," dan menambahkan, "Hari sudah mulai gelap dan hujan akan segera turun. Aku mohon kepadamu untuk memberikan tempat berteduh dan sepotong roti untuk-Ku dan murid-murid-Ku."

"Masuklah, Guru. Rumahku adalah rumah-Mu. Pelayan baru saja hendak mengeluarkan roti dari oven. Aku senang bisa menawarkannya kepada-Mu dengan keju dari domba-dombaku dan buah-buahan dari kebunku. Masuklah, sebab anginnya dingin dan lembab..." dan dia dengan ramah memegangi pintu agar terbuka dan membungkuk ketika Yesus lewat. Namun sekonyong-konyong nada bicaranya berubah sementara berkata-kata kepada seseorang yang dilihatnya, dan dia berkata dengan berang, "Kau masih di sini? Pergi. Tidak ada apa-apa untukmu. Pergi. Apa kau mengerti? Tidak ada tempat di sini untuk gelandangan..." Dan dia bergumam, "dan... dan mungkin pencuri sepertimu."

Suara tangis lirih menjawab, "Kasihanilah, Tuan. Setidaknya sepotong roti untuk adik kecilku. Kami lapar..."

Yesus, Yang telah masuk ke dalam dapur yang besar, yang nyaman sebab ada perapian besar yang juga berfungsi sebagai penerangan, datang ke ambang pintu. Wajah-Nya telah berubah. Dengan ekspresi serius dan sedih Ia bertanya, bukan kepada si tuan rumah, tetapi secara umum. Ia tampak seolah bertanya kepada halaman yang sunyi, pohon ara yang meranggas, sumur yang gelap, "Siapa yang lapar?"

"Aku, Tuan. Aku dan saudaraku. Hanya sepotong roti saja, dan kami akan pergi."

Yesus sekarang berada di luar, di mana hari semakin gelap karena senja telah tiba dan hujan yang akan segera turun. "Kemarilah," kata-Nya.

"Aku takut, Tuan!"

"Aku berkata, kemarilah. Jangan takut pada-Ku."

Gadis kecil yang malang itu muncul dari balik sudut rumah. Adik laki-lakinya memegangi pakaian lusuhnya. Mereka menatap dengan malu-malu pada Yesus dan dengan ketakutan di mata mereka pada si tuan tanah, yang melemparkan tatapan jahat pada mereka dan berkata, "Mereka gelandangan, Guru. Dan pencuri. Baru beberapa saat yang lalu aku mendapatinya mengais-ngais dekat penggilingan minyak. Dia pasti ingin pergi dan mencuri sesuatu. Entah dari mana mereka datang. Mereka bukan penduduk sini."

Yesus tidak terlalu atau sama sekali tidak memedulikannya. Dia menatap pada wajah kurus gadis kecil itu dengan dua kuncir yang dikepang acak-acakan di samping telinganya, dan diikat di ujung-ujungnya dengan tali kumal. Wajah Yesus melembut sementara Ia menatap pada anak-anak malang itu. Ia sedih, tapi Ia tersenyum untuk membesarkan hati anak itu. "Apa benar bahwa kau ingin mencuri? Katakan yang sebenarnya pada-Ku."

"Tidak, Tuan. Aku minta sedikit roti, karena aku lapar. Mereka sama sekali tidak memberiku. Aku melihat kerak roti yang berminyak di sana, di tanah, dekat penggilingan minyak dan aku pergi ke sana untuk memungutnya. Aku lapar, Tuan. Aku hanya diberi sepotong roti kemarin dan aku menyimpannya untuk Matias... Mengapa mereka tidak memasukkan kami ke dalam kubur bersama ibu kami?" Gadis kecil itu menangis pilu dan adik laki-lakinya ikut menangis.

"Jangan menangis." Yesus menghibur dengan membelainya dan menariknya dekat pada-Nya. "Katakan pada-Ku: dari mana kau?"

"Dari dataran Esdraelon."

"Dan kau sudah datang dari sebegitu jauh?"

"Ya, Tuan."

"Apa ibumu sudah lama meninggal? Apa kamu tidak punya ayah?"

"Ayahku meninggal karena sengatan matahari pada waktu panen dan ibuku meninggal bulan lalu... dan bayi yang dilahirkannya meninggal bersamanya..." Dia semakin tenggelam dalam tangis.

"Apa kamu tidak punya sanak saudara?"

"Kami datang dari jauh! Kami tidak miskin... Kemudian ayahku harus bekerja sebagai pelayan. Tapi dia sekarang sudah meninggal dan ibu bersamanya."

"Siapa tuannya?"

"Ismael, orang Farisi."

"Ismael, orang Farisi! (Adalah tidak mungkin menggambarkan bagaimana Yesus mengulangi nama itu). Apa kau pergi atas kemauanmu sendiri, atau apa dia mengusirmu?"

"Dia mengusirku, Tuan. Dia katakan: 'Jalanan adalah tempat untuk anjing-anjing yang kelaparan.'"

"Dan kau, Yakub, mengapa kau tidak memberikan sedikit roti kepada anak-anak ini? Sedikit roti, sedikit susu dan sedikit jerami di atas mana mereka bisa mengistirahatkan tubuh mereka yang letih?..."

"Tapi… Guru… Aku hanya punya cukup roti untuk diriku sendiri… dan hanya ada sedikit susu di rumah… Mereka seperti binatang yang tersesat. Jika Engkau memperlakukan mereka dengan baik, mereka tidak mau pergi lagi..."

"Dan kau tidak punya tempat dan makanan untuk dua anak malang ini? Bisakah kau mengatakannya dengan jujur? Panenan yang melimpah, anggur yang banyak, minyak yang meruah dan buah-buahan yang membuat perkebunanmu termashyur tahun ini, mengapa semua itu datang kepadamu? Apa kau ingat? Tahun sebelumnya hujan es menghancurkan panenanmu dan kau cemas akan hidupmu di masa mendatang… Aku datang dan Aku meminta sedikit roti. Kau pernah mendengar-Ku berbicara dan kau tetap setia kepada-Ku... dan dalam kesusahanmu kau buka hatimu dan rumahmu untuk-Ku dan kau memberi-Ku roti dan tempat berteduh. Dan apakah yang Aku katakan kepadamu saat Aku pergi keesokan paginya? 'Yakub, kau sudah mengerti Kebenaran. Selalu berbelas kasihanlah dan kau akan menerima belas kasihan. Karena roti yang kau berikan kepada Putra Manusia, maka ladang-ladang ini akan memberimu panenan yang melimpah dan pohon zaitunmu akan sarat dengan zaitun laksana butiran pasir di pantai, dan cabang-cabang pohon apelmu akan merunduk sampai ke tanah.' Kau menerima semua itu, dan tahun ini kau adalah orang terkaya di daerah ini. Dan kau menolak memberikan sepotong roti kepada dua orang anak!..."

"Tapi, Engkau adalah Rabbi..."

"Dan karena Aku adalah Rabbi, aku bisa saja mengubah batu menjadi roti. Mereka tidak bisa. Sekarang Aku katakan kepadamu: kau akan melihat suatu mukjizat baru dan Engkau akan sangat menyesalinya... Tetapi, tebahlah dadamu dan lalu katakan: 'Aku pantas mendapatkannya.'"

Yesus berbalik kepada anak-anak,"Jangan menangis. Pergi ke pohon itu dan petiklah buahnya."

"Tapi pohon itu gundul, Tuan," sanggah gadis kecil itu.

"Pergilah."

Gadis itu pergi dan kembali dengan gaunnya terangkat dan penuh dengan apel-apel merah yang elok.

"Makanlah itu dan ikutlah dengan-Ku," dan kepada para rasul, "Mari kita pergi dan bawa dua anak kecil ini kepada Yohana Khuza. Dia ingat kebaikan-kebaikan yang dia terima dan karena kasih dia berbelas kasihan kepada mereka yang berbelas kasihan kepadanya. Ayo kita pergi."

Laki-laki yang terpana dan merasa malu itu berusaha untuk dimaafkan. "Ini malam, Guru. Mungkin akan hujan sementara Engkau dalam perjalanan. Kembali masuklah ke dalam rumahku. Ada pelayan yang akan mengeluarkan roti dari oven... Aku akan memberi-Mu sebagian juga untuk mereka."

"Itu tidak perlu. Kau akan memberikannya karena takut akan hukuman yang Aku janjikan padamu, bukan karena kasih."

"Jadi bukan ini mukjizatnya?" (dan dia menunjuk pada buah-buah apel yang dipetik dari pohon yang gundul dan yang dimakan dengan rakus oleh kedua anak yang kelaparan itu).

"Bukan." Yesus sangat serius.

"Oh! Tuhan, kasihanilah aku! Aku mengerti. Engkau ingin menghukumku lewat panenan! Kasihanilah, Tuhan!"

"Tidak semua orang yang menyebut-Ku 'Tuhan' akan mendapatkan-Ku, sebab kasih dan hormat tidak dibuktikan dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan. Kau akan menerima belas kasihan yang dulu kau miliki."

"Aku mengasihi-Mu, Tuhan-ku."

"Itu tidak benar. Dia yang mengasihi Aku adalah dia yang mengasihi sesamanya. Itulah apa yang Aku ajarkan. Kau hanya mengasihi dirimu sendiri. Saat kau mengasihi Aku seperti yang Aku ajarkan, Tuhan akan datang kembali. Aku sekarang pergi. Kediaman-Ku adalah melakukan yang baik, menghibur yang menderita, menghapus airmata anak-anak yatim piatu. Seperti induk ayam merentangkan sayap-sayapnya di atas anak-anak ayam yang tidak berdaya, demikianlah Aku merentangkan kuasa-Ku atas mereka yang menderita dan tersiksa. Ayo, anak-anak. Kamu akan segera punya rumah dan roti. Selamat tinggal, Yakub."

Dan tidak puas dengan sekedar pergi, Ia memerintahkan para rasul untuk menggendong gadis yang letih itu. Andreas menggendongnya dan membungkusnya dalam mantolnya, sementara Yesus membawa si anak laki-laki kecil, dan demikianlah mereka menyusuri jalanan yang sekarang gelap, dengan beban mereka yang malang yang tidak lagi menangis.

Petrus berkata, "Guru! Anak-anak ini sungguh sangat beruntung bahwa Engkau datang. Tapi untuk Yakub!... Apakah yang akan Engkau lakukan, Guru?"

"Keadilan. Dia tidak akan kelaparan, karena lumbung-lumbungnya punya cukup persediaan untuk jangka waktu yang lama. Tetapi dia akan menderita kekurangan, karena benih yang ditaburnya tidak akan menghasilkan gandum dan pepohonan zaitun dan pepohonan apelnya akan diselimuti dedaunan saja. Anak-anak yang tak berdosa ini sudah menerima roti dan naungan dari Bapa, bukan dari-Ku. Karena BapaKu adalah Bapa anak-anak yatim piatu juga. Dan Ia memberikan sarang dan makanan pada burung-burung di hutan. Anak-anak ini dan bersama mereka semua yang malang, orang-orang malang yang adalah 'anak-anak-Nya yang tak berdosa dan penuh kasih' bisa mengatakan bahwa Tuhan menempatkan makanan di tangan mereka yang kecil dan memimpin mereka dengan kasih kebapakan ke rumah yang memberi tumpangan."
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"

oleh: Maria Valtorta


TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
JILID 5
296.
Yesus Berkhotbah di Aera
297.
Yatim Piatu Kecil Maria dan Matias
298.
Maria dan Matias Dipercayakan kepada Yohana Khuza
299.
Di Nain, di Rumah Daniel yang Dibangkitkan dari Mati
300.
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)




Salam kasih Kristus,

Sebagai tanggapan atas banyak email yang masuk perihal kedua buku berikut, maka kami sampaikan:

1. "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" tulisan Maria Valtorta sedang dikerjakan terjemahannya. Bab yang sudah selesai diterjemahkan pasti segera ditayangkan di YESAYA. Karena permintaan banyak pembaca, kami sudah mengupayakan untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku, tapi sayang, masih terkendala dari pemegang hak cipta resmi di Italia. Sementara ini kami hanya diijinkan untuk share secara online 20% saja dari isi buku, sehingga sebagian link terpaksa "disembunyikan". Bagi yang ingin membaca bagian yang sudah dihapus link-nya, silakan hubungi YESAYA.
2. "Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus" bisa didapatkan di Gramedia atau di toko-toko buku rohani. Bagi yang kesulitan mendapatkannya, bisa langsung menghubungi Marian Center Indonesia: www.mariancentre.or.id, WA: 812-9523-1857; atau TOKOPEDIA: Marian Centre Indonesia




Yang Baru:
 Beato Carlo Acutis (1991 - 2006)

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Oktober 2020