Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Desember 2021




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: DESEMBER 2021

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:



PENGAJARAN YESUS TENTANG BUNDA MARIA
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 5

"Aku mendengarmu para rasul, murid dan kerabat berbicara, dan Aku mendengar kesanmu, kenanganmu, dan pernyataanmu tentang BundaKu. Aku akan mentrasfigurasikan semua itu, yang mengagumkan meski masih sangat manusiawi, menjadi suatu pengetahuan adikodrati. Karena BundaKu harus ditransfigurasikan, di hadapan-Ku, di mata mereka yang paling pantas, untuk menunjukkan Dia sebagaimana Dia adanya. Kamu melihat seorang perempuan. Seorang perempuan yang berbeda dari perempuan lainnya, karena kekudusan-Nya, tetapi sesungguhnya kamu melihat Dia sebagai jiwa yang dibungkus dalam tubuh, sama seperti semua perempuan saudari-Nya. Tetapi sekarang Aku ingin menyingkapkan kepadamu jiwa BundaKu. Kecantikannya yang sejati dan kekal.

Kemarilah, Bunda. Janganlah tersipu. Jangan menarik diri dengan malu-malu, merpati manis Allah. PutraMu adalah Sabda Allah dan Ia dapat berbicara tentang Englau dan tentang misteri-Mu, tentang misteri-misteri-Mu, o Misteri mulia Allah. Marilah kita duduk di sini, di bawah naungan menyenangkan pohon-pohon berbunga dekat rumah, dekat kamar suci-Mu. Ya, demikian! Mari kita angkat tirai yang berkibar-kibar ini, agar gelombang-gelombang kekudusan dan Firdaus bisa keluar dari kamar perawan ini, untuk memenuhi kami semua dengan keutamaan-keutamaan-Mu... Ya. Aku juga. Supaya Aku bisa mencium aroma-Mu, o Perawan sempurna, agar Aku bisa menanggung bau busuk dunia, supaya Aku bisa melihat kemurnian sesudah memenuhi mata-Ku dengan Kemurnian-Mu... Marjiam, Yohanes, Stefanus, datanglah kemari, dan kamu, para murid perempuan, berdirilah tepat di depan pintu terbuka dari kediaman murni dari Yang Termurni di antara perempuan. Dan kamu, sahabat-sahabat-Ku, berdirilah di belakang. Dan Engkau, BundaKu terkasih, di sini, di samping-Ku.

Beberapa saat yang lalu Aku katakan kepadamu: 'keindahan kekal jiwa BundaKu'. Aku adalah Sabda, dan dengan demikian Aku dapat menggunakan kata-kata tanpa salah. Aku katakan: kekal, bukan tidak binasa. Dan Aku sengaja mengatakannya demikian. Dia tidak binasa yang, sesudah dilahirkan, tidak mati. Demikianlah jiwa orang-orang benar tidak binasa di Surga, jiwa orang-orang berdosa tidak binasa di Neraka, karena jiwa, sesudah diciptakan, tidak mati tetapi untuk berahmat. Tetapi jiwa memiliki hidup, jiwa ada sejak saat Allah memikirkannya. Adalah Pikiran Allah yang menciptakannya. Jiwa BundaKu dipikirkan oleh Allah sejak kekekalan masa. Oleh karenanya kekal dalam keindahannya, di mana Allah mencurahkan setiap kesempurnaan untuk menerima kesukaan dan penghiburan darinya.

Tertulis dalam Kitab leluhur kita Salomo, yang melihat-Mu sebelumnya, dan dengan demikian dapat disebut nabi-Mu: 'Allah telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama, sebelum Penciptaan. Dari kekekalan masa aku dijadikan, pada mula pertama, sebelum Bumi ada. Sebelum air samudera raya ada, aku dikandung. Sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air, sebelum gunung-gunung tertanam, dan aku sudah ada. Sebelum bukit-bukit aku telah lahir. Sebelum Ia membuat Bumi, sungai-sungai, atau kutub-kutub dunia, aku telah ada. Ketika Ia mempersiapkan langit dan Surga, aku ada. Ketika dengan hukum yang tak dapat diganggu gugat Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas,  dan mata air  samudera raya meluap dengan deras,  ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya,  dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada di sisi-Nya menata segala sesuatu.  Aku senantiasa bersukacita bermain-main di hadapan-Nya; Aku bermain-main di semesta alam.'

Ya, Bunda, dengan Siapa Allah, Mahabesar, Mahamulia, Perawan, Tidak Diciptakan, mengandung dan membawa-Mu bagai suatu beban yang paling manis, bersukacita merasakan-Mu bergerak dalam Diri-Nya, ketika dengan senyum-Mu Ia menciptakan Semesta Alam! Dengan susah payah Ia melahirkan-Mu untuk memberikan-Mu kepada dunia, jiwa yang paling lembut, yang dilahirkan dari Ke-Allah-an untuk menjadi 'Perawan', Kesempurnaan Ciptaan, Terang Firdaus, Nasihat Allah, Yang dengan memandang-Mu Ia mengampuni Dosa, karena Engkau saja, oleh Diri-Mu sendiri dapat mengasihi seperti yang tidak dapat dilakukan oleh segenap umat manusia meski mereka mengasihi bersama-sama. Dalam Engkau ada Pengampunan Allah! Engkau adalah Penyembuhan bagi Allah, Engkau adalah belaian bagi Bapa Yang Kekal untuk luka-luka yang diakibatkan manusia pada Allah! Dalam Engkau-lah Keselamatan dunia, Bunda dari Kasih Yang Menjelma dan dari Penebus yang dianugerahkan! Jiwa BundaKu! Melebur dalam Kasih dengan BapaKu, Aku melihat-Mu dalam Diri-Ku, o jiwa BundaKu!... Dan kemuliaan-Mu, doa-Mu, gagasan dikandung oleh-Mu menghibur-Ku selama-lamanya untuk takdir sengsara-Ku dan pengalaman tidak manusiawi dari dunia yang rusak bagi Allah yang paling Sempurna. Terima kasih, Bunda! Ketika Aku datang, Aku sudah penuh dengan penghiburan-Mu, Aku turun dengan merasakan-Mu semata, harum-Mu, nyanyian-Mu, Cinta-Mu... Sukacita, Sukacita-Ku!

Sekarang sesudah kamu mengenal satu-satunya Perempuan Yang pada-Nya tidak ada dosa, satu-satunya Manusia yang tidak mengakibatkan luka pada Penebus, maka dengarkanlah transfigurasi kedua dari Maria, Putri Pilihan Allah.

Suatu siang yang cerah di bulan Adar dan pohon-pohon tengah berbunga di kebun sayur-mayur dan buah-buahan yang hening, dan Maria, mempelai Yosef, telah memetik sebatang ranting berbunga untuk menggantikan ranting yang ada di kamar-Nya. Maria, yang diambil dari Bait Allah untuk menghiasi rumah orang-orang kudus, baru-baru ini datang ke Nazaret. Dan dengan jiwa-Nya terbagi antara Bait Allah, rumah, dan Surga, Ia menatap ranting berbunga itu, merenungkan bahwa melalui ranting serupa, yang mekar dengan cara yang tidak lazim, sebuah ranting yang dipotong di kebun ini di musim dingin yang beku dan telah berbunga seolah-olah itu adalah musim semi di hadapan Tabut Tuhan - mungkin Allah-Matahari yang bersinar dalam Kemuliaan-Nya telah menghangatkannya - Allah telah menyingkapkan kehendak-Nya kepada-Nya... Dan Ia juga merenungkan bahwa pada hari pernikahan mereka, Yosef telah membawakan untuk-Nya bunga-bunga yang lain, tetapi tidak pernah seperti bunga pertama yang pada kelopak-kelopak tipisnya tertulis: 'Aku ingin Engkau bersatu dengan Yosef'... Ia merenungkan banyak hal... Dan sementara merenung Ia naik kepada Allah. Tangan-tangan-Nya sibuk dengan alat tenun dan sedang menenun benang yang lebih tipis dari rambut kepala-Nya yang belia...

Jiwanya sedang menenun permadani cinta, dengan bergerak cepat, bagai puntalan di alat tenun, dari bumi ke Surga. Dari kebutuhan rumah tangga, dari Yosef, ke kebutuhan jiwa, yakni Allah. Dan Ia bernyanyi dan berdoa. Dan permadani terbentuk di alat tenun mistik, bergulir dari bumi ke Surga, naik untuk tenggelam di atas sana... Dibentuk dengan apa? Dengan benang-benang tipis yang kuat sempurna dari keutamaan-keutamaan-Nya, dengan benang terbang dari puntalan, yang Ia pikir adalah 'milik-Nya', padahal itu adalah milik Allah: puntalan Kehendak Allah, di mana digulung kehendak Perawan agung Israel yang kecil, yang Tak Dikenal Dunia, Dikenal Allah, yang digulung dan dijadikan satu dengan Kehendak Allah. Dan permadani itu dihiasi dengan bunga-bunga kasih, bunga-bunga kemurnian, dengan palma kedamaian dan palma kemuliaan, dengan bunga-bunga violet yang harum mewangi, dengan melati... Setiap keutamaan berbunga di permadani cinta, yang dibuka gulungannya oleh Perawan Allah dengan menarik hati dari bumi ke Surga. Dan karena permadani itu tidak cukup Ia menyodorkan hati-Nya dengan bernyanyi: 'Biarlah KekasihKu datang ke kebun-Nya dan makan buah dari pohon-pohon-Nya ... Biarlah KekasihKu turun ke kebun-Nya, ke ranjang rempah-rempah, untuk menggembalakan di kebun-kebun dan mengumpulkan bunga-bunga lily. Aku adalah milik KekasihKu dan KekasihKu adalah MilikKu. Ia menggembalakan di antara bunga-bunga lily!' Dan dari kejauhan yang tiada batas, di antara aliran-aliran Cahaya, datang Suara yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia dan tidak dapat diucapkan oleh mulut manusia. Dan suara itu berkata: 'Betapa cantiknya Engkau, cintaKu! Betapa cantiknya Engkau!... BibirMu menyuling madu liar... Kau adalah kebun yang tertutup, sumber mataair yang terkunci, saudariKu, pengantinKu yang dijanjikan...' dan kedua suara bergabung bersama untuk menyanyikan kebenaran kekal: 'Cinta lebih kuat daripada maut. Tak suatu pun yang dapat memuaskan atau memadamkan cinta "kita." Dan Sang Perawan bertransfigurasi seperti itu ketika Gabriel turun dan memanggil-Nya kembali ke Bumi, dengan devosinya, dan menggabungkan jiwa-Nya ke tubuh-Nya kembali, supaya Ia dapat mendengar dan memahami permintaan Dia, Yang telah menyebut-Nya 'Saudari' tetapi menghendaki-Nya menjadi 'Mempelai'Nya.

Dan Misteri terjadi di sana... Dan seorang perempuan bersahaja, yang paling bersahaja dari semua perempuan, Yang bahkan tidak mengenal dorongan naluriah daging, tak sadarkan diri di hadapan Malaikat Allah, karena bahkan seorang malaikat mengusik kerendahan hati dan kesahajaan Sang Perawan, dan hanya ketika Ia mendengarnya berbicara Ia menjadi tenang, dan Ia percaya, dan Ia mengucapkan perkataan di mana cinta 'mereka' menjadi Daging dan akan menaklukkan Maut, dan tidak ada banjir yang dapat memadamkannya atau kejahatan yang dapat menenggelamkannya..."

Yesus membungkuk lembut di atas Maria Yang telah merosot ke kaki-Nya, nyaris ekstase, dalam kenangan akan masa lalu, bersinar dengan cahaya istimewa, yang seolah terpancar dari jiwa-Nya, dan Yesus bertanya dengan suara rendah, "Apakah jawab-Mu, Bunda Yang Termurni, kepada dia yang meyakinkan-Mu bahwa dengan menjadi Bunda Allah, Engkau tidak akan kehilangan Keperawanan-Mu yang sempurna?"

Dan Maria, nyaris dalam mimpi, perlahan, tersenyum, mata-Nya berkilau dengan airmata sukacita, "Aku adalah hamba Tuhan! Terjadilah pada-Ku menurut perkataanmu," dan Ia menyandarkan kepala-Nya di lutut PutraNya, memuja-Nya.

Yesus menyelubungi Maria dengan jubah-Nya, menyembunyikan-Nya dari mata semua orang dan Ia berkata, "Dan itu digenapi. Semua akan digenapi hingga akhir. Hingga transfigurasi-Nya yang berikutnya dan transfigurasi sesudah itu. Ia akan selalu menjadi 'Hamba Allah'. Ia akan selalu bertindak sesuai dengan apa yang 'Sabda' katakan. BundaKu! Itulah BundaKu. Dan kamu harus mulai sepenuhnya mengenal Sosok suci-Nya... Bunda! Bunda! Angkatlah wajah-Mu, KekasihKu... Panggillah para pengagum setia-Mu kembali ke Bumi, di mana kita berada untuk sementara ini..." Ia berkata seraya menyingkapkan jubah-Nya dari Maria sesudah beberapa waktu, di mana tidak ada suara terdengar kecuali dengungan lebah dan gemericik sumber mataair.

Maria mengangkat wajah-Nya yang basah oleh air mata dan berbisik, "Mengapa Kau lakukan itu kepada-Ku, Nak? Rahasia Raja itu suci..."

"Tetapi Raja dapat menyingkapkannya kapan pun Ia kehendaki. Bunda, Aku melakukannya, supaya perkataan sang Nabi dapat dipahami: 'Seorang Perempuan akan mengandung Sang Manusia dalam Dirinya', dan perkataan Nabi lainnya: 'Sang Perawan akan mengandung dan melahirkan seorang Putra.' Dan juga supaya murid-murid-Ku, yang terpukul oleh kengerian karena terlalu banyak hal yang mereka anggap merendahkan Sabda Allah, dapat memiliki, sebagai penyeimbang, banyak hal lain yang meneguhkan mereka dalam sukacita menjadi 'milik-Ku'. Dengan demikian mereka tidak akan lagi digemparkan dan akan memiliki Surga..."
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"

oleh: Maria Valtorta


TAHUN KETIGA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
341.
Di Kedesh. Tanda-Tanda Zaman
342.
Menuju Kaisarea Filipi. Primasi Petrus
343.
Di Kaisarea Filipi
344.
Di Kastil di Kaisarea Paneas
345.
Yesus Menubuatkan Sengsara-Nya untuk Pertama Kalinya. Petrus Dicela.
346.
Nubuat tentang Petrus dan Marjiam. Orang Buta di Betsaida.
347.
Dari Kapernaum ke Nazaret Bersama Menahem dan Murid-murid Perempuan.
...
dalam proses penerjemahan




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)




Salam kasih Kristus,

Sebagai tanggapan atas banyak email yang masuk perihal kedua buku berikut, maka kami sampaikan:

1. "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" tulisan Maria Valtorta sedang dikerjakan terjemahannya. Bab yang sudah selesai diterjemahkan pasti segera ditayangkan di YESAYA. Karena permintaan banyak pembaca, kami sudah mengupayakan untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku, tapi sayang, masih terkendala dari pemegang hak cipta resmi di Italia. Sementara ini kami hanya diijinkan untuk share secara online 20% saja dari isi buku, sehingga sebagian link terpaksa "disembunyikan". Bagi yang ingin membaca bagian yang sudah dihapus link-nya, silakan hubungi YESAYA.
2. "Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus" bisa didapatkan di Gramedia atau di toko-toko buku rohani. Bagi yang kesulitan mendapatkannya, bisa langsung menghubungi Marian Center Indonesia: www.mariancentre.or.id, WA: 812-9523-1857; atau TOKOPEDIA: Marian Centre Indonesia




Yang Baru:
 Beato Carlo Acutis (1991 - 2006)

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, )
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian )
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, )
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, )
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, )
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, )
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Desember 2021