Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi November 2019




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: NOVEMBER 2019

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:



MEMIKUL SALIB DAN MENGIKUT YESUS
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

Orang banyak takjub dan berhenti untuk mengamati sekelompok laki-laki yang di persimpangan jalan prostratio dengan suatu seruan di kaki seorang pemuda, yang bukan seorang Farisi ataupun seorang ahli Taurat terkenal, yang bukan seorang gubernur provinsi ataupun seorang yang berkuasa dari kalangan istana, dan sebagian orang bertanya siapakah Ia dan bisik-bisik tersebar: "Ia adalah Rabbi dari Nazaret, orang yang dikatakan sebagai Mesias." Para proselyte dan orang-orang bukan Yahudi kemudian berkerumun dengan penuh rasa ingin tahu, menghimpit kelompok itu ke dinding....

Yesus bertanya tanpa tedeng aling-aling, "Mengapa kamu berdesakan sekeliling-Ku? Katakan pada-Ku. Kamu punya rabbi-rabbi yang terkenal, yang disukai oleh semua orang. Aku adalah Yang Tidak Dikenal dan Tidak Disukai. Jadi mengapa kamu datang kepada-Ku?"

"Karena kami mengasihi-Mu," jawab sebagian orang, sebagian lainnya mengatakan, "Karena perkataan-Mu berbeda dari perkataan yang lain-lainnya," sebagian lagi, "Untuk melihat mukjizat-Mu" atau "Karena kami sudah mendengar orang-orang berbicara tentang-Mu" atau "Karena hanya Engkau saja yang punya sabda hidup yang kekal  dan perbuatan-perbuatan yang selaras dengan sabda-Mu," dan akhirnya sebagian orang mengatakan, "Karena kami ingin menggabungkan diri dengan para murid-Mu."

Yesus menatap orang-orang itu sementara mereka berbicara, seolah Ia hendak menembusi mereka dengan mata-Nya dan membaca pikiran mereka yang paling tersembunyi; beberapa dari antara mereka, yang tak dapat tahan tatapan-Nya, pergi atau bersembunyi di balik sebuah tiang atau di belakang orang-orang yang lebih tinggi dari mereka.

Yesus kembali berkata, "Tetapi tahukah kamu apa itu artinya dan apa artinya mengikut Aku? Aku menjawab pertanyaan itu saja, karena keingintahuan tidak pantas mendapatkan jawaban dan karena mereka yang lapar akan sabda-Ku jelas mengasihi Aku dan ingin menggabungkan diri dengan-Ku. Jadi, mereka yang sudah berbicara membentuk dua kelompok: orang-orang yang ingin tahu - yang Aku abaikan, dan sukarelawan - yang ingin Aku perkenalkan dengan kerasnya panggilan itu.

Mengikut Aku sebagai murid berarti menyangkal semua kasih sayang demi hanya satu-satunya kasih: Kasih-Ku. Cinta egois untuk diri sendiri, cinta yang salah untuk kekayaan, sensualitas atau kekuasaan, cinta jujur untuk istri, cinta suci untuk ayah dan ibu, cinta mendalam untuk anak-anak dan saudara, semua harus tunduk pada kasih-Ku, jika seorang ingin menjadi milik-Ku. Aku katakan dengan sungguh-sungguh kepadamu bahwa murid-murid-Ku harus lebih bebas dari burung yang terbang di langit, lebih bebas dari angin yang berhembus melintasi cakrawala, tanpa seorang pun atau apa pun menahannya. Mereka harus bebas, tanpa rantai-rantai yang berat, tanpa ikatan-ikatan cinta materiil, bahkan tanpa jaring laba-laba tipis sekalipun, sebagai penghalang. Roh ialah kupu-kupu halus yang terbungkus dalam kepompong tebal daging dan bahkan jaring laba-laba yang tak dapat dirasa dan disentuh dapat memperlambat terbangnya atau menghentikannya sama sekali: laba-laba sensualitas, kurangnya kemurahan hati dalam berkorban. Aku menghendaki semuanya, tanpa syarat. Roh membutuhkan kebebasan dan kemurahan hati yang demikian dalam memberi, guna memastikan bahwa ia tidak terjerat dalam jaring laba-laba kasih sayang, kebiasaan, pertimbangan, ketakutan, yang direntangkan bagai banyak benang oleh laba-laba mengerikan yang adalah Setan, perenggut jiwa-jiwa.

Jika seorang ingin datang kepada-Ku dan tidak secara suci membenci ayah, ibu, istri, anak-anak, saudara laki-laki dan saudara perempuan, dan hidupnya sendiri, dia tidak dapat menjadi murid-Ku. Aku katakan, 'membenci dengan cara yang suci.' Di dalam hatimu, kamu katakan, 'Kebencian, seperti yang Ia ajarkan kepada kita, tidak pernah suci. Jadi Ia menentang Diri-Nya sendiri.' Tidak. Aku tidak menentang Diri-Ku sendiri. Aku katakan bahwa kamu harus membenci beratnya cinta, cinta sensual yang mendalam untuk ayah dan ibumu, istri dan anak-anak, saudara dan saudari, dan untuk hidupmu sendiri, sebaliknya Aku memerintahkanmu untuk mengasihi sanak dan hidup dengan kebebasan roh yang ringan. Kasihi mereka dalam Allah dan untuk Allah, jangan pernah menomorduakan Allah demi mereka, berupayalah dan perhatikanlah untuk memimpin mereka di mana si murid sudah tiba, yaitu kepada Allah, Kebenaran. Dengan demikianlah kamu mengasihi Allah dan sanak dengan cara yang suci, dengan melindungi setiap cinta, sehingga ikatan-ikatan keluarga tidak akan menjadi suatu beban melainkan sayap-sayap, bukan suatu kesalahan, melainkan keadilan. Kamu harus siap untuk membenci bahkan hidupmu sendiri demi mengikut Aku. Dia membenci hidupnya, yakni yang tanpa takut kehilangan hidupnya atau yang membuat hidupnya sengsara dari sudut pandang manusia, dengan menggunakannya untuk melayani Aku. Tapi itu hanya suatu yang tampak sebagai kebencian. Suatu perasaan yang dengan keliru disebut 'kebencian' oleh manusia yang tidak dapat meninggikan dirinya, sebab dia sepenuhnya duniawi, hanya sedikit lebih unggul dari yang tak berakal budi.

Pada kenyataannya, apa yang tampak sebagai kebencian itu, yang terdiri dari penyangkalan kepuasan sensual terhadap hidup seorang demi memberikan hidup yang semakin dan semakin intens kepada roh, adalah kasih. Adalah kasih, dari tingkat yang paling tinggi dan yang paling diberkati. Menyangkal diri dari kepuasan-kepuasan yang rendah, menolak cinta sensual, mengambil risiko dicela secara tidak adil, kritikan dan hukuman, ditolak, dikutuk dan mungkin dianiaya, semua itu adalah rangkaian dukacita. Tetapi adalah perlu memeluk dukacita yang demikian dan membebankannya atas dirimu sendiri, seperti sebuah salib, seperti suatu perancah di mana semua kesalahan masa lalu disilih, supaya dibenarkan oleh Allah, dari Siapa kamu dapat memperoleh setiap kebenaran, kekuasaan, kasih karunia suci bagi orang-orang yang kita kasihi. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, dia yang tidak bisa melakukan itu, tidak bisa menjadi murid-Ku.

Karena itu, kamu yang mengatakan, 'Kami datang karena kami ingin menggabungkan diri dengan para murid-Mu' harus merenungkan hal itu dengan sangat cermat. Ini bukan suatu hal yang memalukan, melainkan kebijaksanaan untuk menimbang dan menilai diri sendiri dan mengakui baik bagi diri sendiri maupun orang lain, 'Aku tidak punya karakter seorang murid.' Apa? Orang-orang yang tidak mengenal Allah memiliki dasar dari salah satu doktrin mereka, perlunya 'mengenal diri sendiri,' dan tidak dapatkah kamu, orang-orang Israel, melakukan itu untuk mendapatkan Surga?

Sebab, ingatlah ini, diberkatilah mereka yang datang kepada-Ku. Tetapi daripada datang untuk mengkhianati Aku dan Ia Yang mengutus Aku, adalah lebih baik untuk tidak datang sama sekali, dan tetap menjadi anak-anak Hukum, seperti yang telah kamu lakukan sejauh ini. Celakalah mereka yang, sesudah mengatakan, 'Aku datang,' menyebabkan kerusakan pada Kristus dengan menjadi pengkhianat dari gagasan Kristiani, pembuat skandal bagi anak-anak kecil dan orang-orang baik! Celakalah mereka! Kendati begitu akan selalu ada beberapa dari antara mereka!"
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
275.
Ketamakan dan Orang Kaya yang Bodoh
276.
Di Kebun Maria dari Magdala: Kasih kepada Sesama
277.
Yesus Mengutus Ketujuhpuluh-Dua Murid
278.
Yesus Bertemu Lazarus di Padang Galilea
279.
Ketujuhpuluh Dua Murid Melaporkan kepada Yesus Apa yang Telah Mereka Lakukan
280.
Di Bait Allah Merayakan Hari Raya Pondok Daun
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)



21 November
24 November
HR Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
30 November





"Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus"
dari Meditasi B. Anna Katharina Emmerick
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)

diterbitkan oleh
Marian Centre Indonesia


dengan Nihil Obstat dan Imprimatur




Yang Baru:
 COLUMBARIUM: PENITIPAN ABU JENAZAH DI GUA MARIA POHSARANG, KEDIRI
 KESAKSIAN IMAN: KEMATIAN DIA YANG DIKASIHI TUHAN
 HARUSKAH MENIKAH DI GEREJA KATOLIK? ~ KOMENTAR DAN TANGGAPAN OLEH RD Y. PURBO TAMTOMO

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, )
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian )
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, )
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, )
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, )
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, )
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : November 2019