Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Februari 2018




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
13. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: FEBRUARI 2018

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1


1Raj. 2:1-4,10-12;
 Mrk. 6:7-13
2
Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18
Luk. 2:22-40
3



1Raj. 3:4-13
Mrk. 6:30-34
4
HM Biasa V



Ayb. 7:1-4,6-7
Mrk. 1:29-39
5



1Raj. 8:1-7,9-13
Mrk. 6:53-56
6

1Raj. 8:22-23,27-30; Mrk. 7:1-13
7


1Raj. 10:1-10
Mrk. 7:14-23
8


1Raj. 11:4-13
Mrk. 7:24-30
9
1Raj. 11:29-32; 12:19
Mrk. 7:31-37
10


1Raj. 12:26-32; 13:33-34
Mrk. 8:1-10
11
HM Biasa VI


Im. 13:1-2,44-46
1Kor. 10:31-11:1
Mrk. 1:40-45
12



Yak. 1:1-11
Mrk. 8:11-13
13


Yak. 1:12-18
Mrk. 8:14-21
14
HARI RABU ABU


Yl. 2:12-18
2Kor. 5:20-6:2
Mat. 6:1-6,16-18
15


Ul. 30:15-20
Luk. 9:22-25
16



Yes. 58:1-9a
Mat. 9:14-15
17

Yes. 58:9b-14
Luk. 5:27-32
18
HM PRAPASKAH I


Kej. 9:8-15
1Ptr. 3:18-22
Mrk. 1:12-150
19



Im. 19:1-2,11-18
Mat. 25:31-46
20



Yes. 55:10-11
Mat. 6:7-15
21


Yun. 3:1-10
Luk. 11:29-32
22



1Ptr. 5:1-4
Mat. 16:13-198
23



Yeh. 18:21-28
Mat. 5:20-26
24


Ul. 26:16-19
Mat. 5:43-48
25
HM PRAPASKAH II
Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18
Rm. 8:31b-34
Mrk. 9:2-10
26



Dan. 9:4b-10
Luk. 6:36-38
27


Yes. 1:10,16-20
Mat. 23:1-12
28


Yer. 18:18-20
Mat. 20:17-28
1



Yer. 17:5-10
Luk. 16:19-31
2

Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mat. 21:33-43,45-46
3


Mi. 7:14-15,18-20
Luk. 15:1-3,11-32
4
HM PRAPASKAH III
Kel. 20:1-17 (Kel. 20:1-3,7-9,12-17)
1Kor. 1:22-25
Yoh. 2:13-25
5


2Raj. 5:1-15a
Luk. 4:24-30
6




Dan. 3:25,34-43
Mat. 18:21-35
7


Ul. 4:1,5-9
Mat. 5:17-19
8



Yer. 7:23-28
Luk. 11:14-23
9


Hos. 14:2-10
Mrk. 12:28b-34
10



Hos. 6:1-6
Luk. 18:9-14





ANALOGI ANAK DOMBA RAJA
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

Yesus bersabda: "Itulah apologia Abimelekh [Hak 9:8-15]. Tetapi sekarang Aku akan mengajukan sebuah apologia lain kepada kalian. Yang tidak menyangkut peristiwa-peristiwa yang jauh di masa silam. Melainkan pada hal-hal yang sekarang dan yang akan segera terjadi.

Binatang-binatang memutuskan untuk memilih raja atas mereka. Dan sebab mereka cerdik, mereka berpikir untuk memilih dia yang tidak akan menakutkan mereka karena kuat atau buas. Jadi mereka mengeliminasi singa dan segala jenis kucing besar. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak menghendaki elang berparuh tajam atau jenis apapun burung pemangsa. Mereka tidak mempercayai kuda, yang dengan kecepatannya dapat mencapai mereka dan melihat apa yang sedang mereka lakukan; dan mereka bahkan lebih tidak mempercayai keledai, yang mereka tahu sangat sabar, tapi juga terkadang sekonyong-konyong mengamuk dan diperlengkapi dengan kuku-kuku yang ganas. Mereka ngeri akan gagasan menjadikan kera sebagai raja mereka, sebab kera terlalu pintar dan suka balas dendam. Dengan dalih bahwa ular memihak Setan dalam memperdaya manusia, mereka mengatakan bahwa mereka tidak menghendakinya sebagai raja mereka, kendati warnanya yang elok dan gerakannya yang cerdik. Pada kenyataannya mereka tidak menghendaki ular sebab mereka tahu akan pergerakannya yang tanpa suara, otot-ototnya yang kuat dan dampak mengerikan dari racunnya. Dapatkah mungkin mereka memilih sebagai raja mereka sapi jantan atau binatang lain apapun yang dianugerahi tanduk-tanduk runcing? Tidak pernah! 'Juga iblis punya tanduk,' kata mereka. Tetapi sesungguhnya mereka berpikir: 'Andai suatu hari kita memberontak, dia akan menyapu habis kita dengan tanduk-tanduknya.'  

Setelah begitu banyak mengeliminasi, mereka melihat seekor anak domba putih kecil yang tambun melompat-lompat riang di padang rumput hijau, menyusu ambing bundar induknya. Dia tidak punya tanduk dan matanya selembut langit di bulan April. Dia jinak dan polos. Dan dia puas dengan semuanya: dengan air dari aliran kecil air di mana dia biasa minum dengan mencelupkan moncong kecilnya yang kemerahan ke dalam air; dengan banyak bunga-bunga kecil beraneka citarasa yang menggembirakan baik mata maupun seleranya; dengan rerumputan tebal di mana sungguh menyenangkan berbaring ketika dia sudah kenyang; dengan awan gemawan, yang kelihatan bagai banyak anak domba kecil yang menjelajahi padang biru di atas sana, dan mengundangnya untuk bermain dan berlarian di padang seperti yang mereka lakukan di langit atas; dan, lebih dari itu, dia bahagia dengan belaian induknya, sebab si induk masih mengijinkannya sesekali menyusu sementara si induk menjilati bulu putihnya dengan lidahnya yang kemerahan; dengan kawanan yang aman, yang dilindungi dengan baik dari angin, dan dengan pembaringannya yang harum lembut, di mana sungguh nikmat tidur di samping induknya. 'Dia puas. Dia tidak punya baik senjata maupun racun. Dia polos. Marilah menjadikannya sebagai raja kita.' Dan mereka melakukannya. Dan mereka bangga atasnya sebab dia elok dan lembut, dikagumi oleh orang-orang sekitarnya dan dikasihi oleh rakyatnya sebab kelemah-lembutannya yang panjang sabar.

Hari-hari berlalu dan si anak domba menjadi seekor domba jantan dan berkata: 'Saatnya sudah tiba sekarang ketika aku harus sungguh meraja. Sekarang aku sepenuhnya sadar akan misiku. Kehendak Allah, Yang memperkenankanku dipilih menjadi raja, telah membentukku bagi misiku dan telah memberiku kemampuan untuk meraja. Oleh karena itu adalah adil bahwa aku sepatutnya mempergunakannya dalam suatu cara yang sempurna, juga sebab aku tidak mau mengabaikan karunia-karunia Allah.' Dan ketika dia melihat bahwa rakyatnya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan moralitas, atau dengan cinta kasih, kebaikan, kesetiaan, kesahajaan, ketaatan, hormat, kebijaksanaan, dan sebagainya, dia menaikkan suaranya guna memperingatkan mereka. Rakyatnya menertawakan embikannya yang bijak dan lembut, yang tidak menakutkan mereka seperti auman kucing besar, atau suitan melengking burung pemakan bangkai ketika mereka terbang rendah menyergap mangsanya, atau desis seekor ular, atau gonggongan sekor anjing galak.

Si anak domba, yang sekarang seekor domba jantan, tidak membatasi diri pada sekedar mengembik. Dia mendatangi mereka yang bersalah guna mengembalikan mereka pada kewajiban mereka. Tetapi ular mengeloyor pergi melalui kaki-kakinya. Elang terbang pergi dan dengan demikian meninggalkannya. Kawanan kucing besar menyingkirkannya dengan kaki-kaki mereka seraya mengancam: 'Sementara ini kaki-kaki kami yang lembut hanya menyingkirkanmu. Tetapi lihat apa yang ada padanya? Cakar.' Kawanan kuda dan binatang-binatang lainnya yang berlari cepat mulai berderap mengelilinginya, mengejeknya. Kawanan gajah yang kuat dan binatang-binatang berkulit tebal lainnya mendorong-dorongnya dengan belalai dan tubuh mereka, sementara kawanan kera melemparkan barang-barang ke arahnya dari puncak-puncak pohon.

Si anak domba, yang sudah menjadi domba jantan, pada akhirnya marah dan berkata: 'Aku tidak ingin menggunakan tanduk-tandukku ataupun kekuatanku. Sebab leherku sungguh kuat, dan sesungguhnya ini akan dipakai sebagai model untuk merobohkan penghalang-penghalang perang. Aku tidak ingin mempergunakannya, sebab aku lebih memilih menggunakan kasih dan persuasi. Tetapi sebab kalian tidak mau tunduk pada senjata-senjata yang demikian, aku akan menggunakan kekuatan, sebab jika kalian gagal dalam kewajiban-kewajiban kalian terhadapku dan terhadap Allah, aku tidak ingin gagal dalam kewajibanku terhadap Allah dan terhadap kalian. Aku dipilih ke posisi ini oleh kalian dan oleh Allah, guna membimbing kalian kepada Keadilan dan Kebaikan. Dan aku menghendaki Keadilan dan Kebaikan, itu Perintah, untuk meraja di sini.' Dan dia menghukum dengan tanduk-tanduknya, namun hanya ringan saja, sebab dia lemah lembut, seekor anjing bulukan yang membandel, yang terus-menerus menyerang tetangganya; dan kemudian dengan lehernya yang sangat kuat si domba jantan merobohkan pintu sebuah liang di mana seekor babi egois yang tamak sudah menimbun suplai makanan hingga merugikan binatang-binatang lain, dan merobohkan juga semak liana, yang sudah dipilih oleh dua ekor kera cabul untuk merajut affair cinta terlarang mereka.

'Raja ini sudah menjadi terlalu kuat. Dia sungguh ingin meraja. Dan dia menghendaki kita hidup sebagai binatang-binatang bijak. Itu tidak sesuai keinginan kita. Kita harus melengserkan dia,' demikian keputusan mereka. Tetapi seekor kera yang cerdik menyarankan: 'Kita harus melakukannya hanya dengan dalih suatu alasan yang benar. Jika tidak, kita akan memberikan kesan buruk pada orang-orang sekitar dan kita akan tidak disukai Allah. Oleh karena itu marilah kita memata-matai setiap gerak-gerik si anak domba, yang sudah menjadi domba jantan, supaya dakwaan kita dapat kelihatan seperti dakwaan yang benar.' 'Aku akan pastikan itu,' kata ular. 'Dan aku juga,' kata si kera. Jadi mereka tidak pernah berhenti mengintai si anak domba, sementara yang satu menjalar di rerumputan dan yang lainnya tinggal di puncak-puncak pohon, dan setiap sore, ketika si domba undur diri untuk beristirahat sesudah letih melaksanakan misinya serta untuk merenungkan ukuran-ukuran yang harus diambil dan perkataan yang harus disampaikan guna mematahkan pemberontakan dan mengatasi kebiasaan-kebiasaan dosa dari rakyatnya, semua binatang berkumpul, dengan pengecualian sedikit sekali binatang-binatang yang jujur setia, untuk mendengarkan laporan dari kedua mata-mata dan pengkhianat. Sebab memang itulah mereka.

Ular akan berkata kepada rajanya: 'Aku mengikutimu sebab aku mengasihimu, dan jika aku melihatmu diserang, aku ingin dapat membelamu.' Kera biasa berkata: 'Betapa aku mengagumimu! Aku ingin membantumu. Lihat: dari sini aku bisa melihat seseorang sedang berbuat dosa di balik padang rumput itu. Larilah kesana,' dan lalu si kera akan berkata kepada teman-temannya: 'Hari ini juga dia ambil bagian dalam perjamuan para pendosa. Dia berpura-pura pergi ke sana untuk mempertobatkan mereka, tetapi sesungguhnya dia adalah kaki-tangan dari pesta-pora mereka.' Dan si ular melaporkan: 'Dia bahkan pergi keluar melampaui batas rakyatnya, sebab dia menghampiri kawanan kupu-kupu, lalat hijau dan siput berlendir. Dia tidak setia. Dia bergaul dengan makhluk-makhluk asing yang cemar.'

Itulah apa yang mereka katakan di balik punggung anak domba yang tak berdosa, dan mereka pikir bahwa dia tidak mengetahuinya. Tetapi roh Tuhan, Yang telah membentuknya bagi misinya, mencerahkannya juga dalam hal persekongkolan rakyatnya. Si anak domba bisa saja bergegas lari mendapatkan mereka dengan marah dan mengutuki mereka. Tetapi dia lemah lembut dan rendah hati. Dan dia penuh kasih. Kesalahannya adalah mengasihi. Dan kesalahannya yang bahkan terlebih besar adalah bertekun dalam misi, kasih dan pengampunannya, dengan harga kematiannya, demi melaksanakan kehendak Allah. Oh! Betapa kesalahan-kesalahan ini bagi manusia. Tak terampuni! Sebegitu dahsyat hingga dia dihukum mati karena mereka. 'Biarkan dia dibunuh; supaya kita dapat bebas dari penindasannya.' Dan si ular membebankan ke atas dirinya sendiri tugas untuk membunuh si anak domba sebab ular adalah selalu si pengkhianat…

Itulah apologia yang lain. Disampaikan kepada kalian supaya kalian dapat mengertinya...."

Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"
(PUISI MANUSIA-ALLAH)

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
240.
Yesus adalah Kekasih Yang Berdaya Kuasa. Perumpamaan tentang Dirham yang Hilang
241.
Pengetahuan Bukan Penyesatan Jika Itu Adalah Agama
242.
Di Rumah di Kana
243.
Yohanes Mengulangi Khotbah Yesus di Gunung Tabor
244.
Yesus di Nazaret
245.
Di Sinagoga di Nazaret Pada Hari Sabat
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)




Yang Baru:
 Doa Harian kepada Kanak-kanak Yesus oleh Ven. Cyrillus A Mater Dei

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Februari 2018