Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Januari 2019




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: JANUARI 2019

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1
HR SP Maria Bunda Allah

Bil. 6:22-27
Gal. 4:4-7
 Luk. 2:16-21
2

1Yoh. 2:22-28
Yoh. 1:19-28
3



1Yoh. 2:29-3:6
Yoh. 1:29-34
4



1Yoh. 3:7-10
Yoh. 1:35-42
5


1Yoh. 3:11-21
 Yoh. 1:43-51
6
HR Penampakan Tuhan

Yes. 60:1-6
 Ef. 3:2-3a,5-6
 Mat. 2:1-12
7


1Yoh. 3:22-4:6
Mat. 4:12-17,23-25
8



1Yoh. 4:7-10
Mrk. 6:34-44
9


1Yoh. 4:11-18
Mrk. 6:45-52
10


1Yoh. 4:19-5:4
Luk. 4:14-22a
11



1Yoh. 5:5-13
Luk. 5:12-16
12


1Yoh. 5:14-21
Yoh. 3:22-30
13
P. Pembaptisan Tuhan

Yes 42:1-4,6-7
Kis. 10:34-38
Luk. 3:15-16,21-22
14



Ibr. 1:1-6
Mrk. 1:14-20

Ibr. 2:5-12
 Mrk. 1:21b-28
16



Ibr. 2:14-18
Mrk. 1:29-39
17


Ibr. 3:7-14
Mrk. 1:40-45
18



Ibr. 4:1-5,11
Mrk. 2:1-12
19



Ibr. 4:12-16
Mrk. 2:13-17
20
HM Biasa II


Yes. 62:1-5
1Kor. 12:4-11
Yoh. 2:1-11
21



Ibr. 5:1-10
Mrk. 2:18-22
22


Ibr. 6:10-20
 Mrk. 2:23-28
23


Ibr. 7:1-3,15-17
 Mrk. 3:1-6
24


Ibr. 7:25-8:6
 Mrk. 3:7-12
25

Kis. 22:3-16 atau Kis. 9:1-22
Mrk. 16:15-18
26

2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5
Luk. 10:1-9
27
HM Biasa III


Neh. 8:3-5a,6-7,9-11; 1Kor. 12:12-30
Luk. 1:1-4;4:14-21
28



Ibr. 9: 15,24-28
Mrk. 3:22-30
29

Ibr. 10: 1-10
Mrk. 3:31-35
30



Ibr. 10: 11-18
 Mrk. 4:1-20
31



Ibr. 10:19-25
Mrk. 4:21-25
1


Ibr. 10:32-39
 Mrk. 4:26-34
2
Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18
Luk. 2:22-40
3
HM Biasa IV


Yer. 1:4-5,17-19
1Kor. 12:31-13:13;
 Luk. 4:21-30
4

Ibr. 11: 32-40
Mrk. 5:1-20
5



Ibr. 12:1-4
Mrk. 5:21-43
6



Ibr. 12: 4-7,11-15
Mrk. 6:1-6
7


Ibr. 12:18-19,21-24
 Mrk. 6:7-13
8

Ibr. 13:1-8
Mrk. 6:14-29
9

Ibr. 13: 15-17,20-21; Mrk. 6:30-34





YESUS BERBICARA TENTANG KASIH
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

"Baiklah: Aku pergi ke Khorazim untuk mewartakan kasih faktual," kata Yesus.

"Kasih faktual? Apakah yang Engkau maksudkan?" tanya banyak dari antara mereka.

"Ada seorang janda di Khorazim dengan lima orang anak dan seorang perempuan tua yang sakit. Suaminya meninggal mendadak di bengkel kerjanya, meninggalkan kemalangan dan pekerjaan-pekerjaan yang belum terselesaikan. Khorazim tidak punya sedikit pun belas-kasihan untuk keluarga yang malang ini. Aku pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya dan…"

Ada keributan. Sebagian mengajukan pertanyaan-pertanyaan, sebagian memprotes, sebagian mencela Matius sebab membiarkan itu terjadi, sebagian mengagumi dan sebagian mengkritik. Sayangnya, sebagian besar memprotes atau mengkritik.

Yesus membiarkan badai itu tenang sebagaimana ia dimulai dan sebagai jawaban, Ia berkata: "Aku akan kembali lusa. Dan Aku akan melakukannya sampai Aku selesai. Dan Aku harap kalian setidak-tidaknya mau mengerti. Khorazim adalah biji-buah yang tertutup tanpa benih. Kalian setidaknya harus menjadi biji-biji yang berbenih.

Nak, berikan pada-Ku walnut yang diberikan Simon kepadamu dan dengarkan Aku juga.

Lihat biji ini? Aku mengambil ini sebab tidak ada pada-Ku yang lain, tetapi guna memahami perumpamaan, bayangkanlah, misalnya, biji-biji cemara atau palma, biji-biji yang paling keras, atau biji zaitun… Biji-biji itu adalah wadah yang sangat keras, sama sekali tertutup, tanpa celah, dari kayu solid. Mereka seperti peti ajaib, yang dapat dibuka hanya melalui sarana kekerasan. Dan meski begitu, jika satu dari antaranya tercampak secara kebetulan ke tanah dan seorang pejalan kaki membenamkannya ke dalam tanah dengan menginjaknya, apa yang terjadi? Petinya terbuka dan berakar dan berdaun. Bagaimana itu dapat terjadi dari dirinya sendiri? Kita harus memukulnya keras-keras dengan palu untuk membukanya, sebaliknya tanpa hantaman sedikit pun dia membuka sendiri. Apakah biji itu biji yang ajaib? Tidak. Biji itu mengandung pulp. Oh! sesuatu yang lembut dibandingkan dengan cangkang yang keras. Dan meski begitu ia memberi makan bahkan sesuatu yang lebih kecil: benih. Ia adalah pendongkrak yang mendesak, membuka dan menghasilkan sebuah tanaman dengan akar-akar dan dedaunan. Sebagai suatu percobaan, pendamlah beberapa biji buah dan tunggu. Kalian akan melihat bahwa sebagian akan berakar, yang lainnya tidak. Cabutlah biji-biji yang tidak bertunas itu. Bukalah dengan palu dan kalian akan melihat bahwa biji-biji itu kosong. Jadi, bukan kelembaban tanah atau panasnya yang membuat biji itu terbuka. Melainkan pulp-nya, atau tepatnya, jiwa dari pulp: benih, yang menggembung, bertindak sebagai pendongkrak dan membukanya.

Itulah perumpamaannya. Sekarang marilah kita menerapkannya pada diri kita sendiri.

Apakah yang tadinya Aku lakukan yang seharusnya tidak dilakukan? Apakah kita mengenal satu sama lain sebegitu dangkal hingga kita tidak mengerti bahwa kemunafikan adalah dosa dan bahwa perkataan adalah seperti angin yang berlalu jika tidak dikuatkan dengan perbuatan? Apa yang sudah selalu Aku katakan kepada kalian? 'Kasihilah satu sama lain. Kasih adalah prinsip dan rahasia kemuliaan.' Dan Aku, Yang mengkhotbahkannya, haruskah Aku tanpa kasih? Haruskah Aku, dengan demikian, memberikan teladan seorang guru yang tidak benar? Tidak, tidak pernah!

Sahabat-sahabat-Ku terkasih! Tubuh kita adalah seperti sebuah biji yang keras, di mana terdapat pulp di dalamnya: jiwa kita, dan di dalamnya ada benih yang Aku tempatkan. Ia terdiri dari banyak elemen, yang utama adalah kasih. Ia bertindak sebagai pendongkrak yang membuka biji dan membebaskan roh dari batasan-batasan materia dan mempersatukannya dengan Allah, Yang adalah Kasih.    

Kasih tidak hanya terdiri dari memberi derma atau menghibur melalui sarana perkataan. Kasih dicapai melalui kasih saja. Jangan berpikir bahwa ini adalah permainan kata-kata. Aku tidak punya uang dan perkataan saja tidak cukup dalam kasus ini. Ada tujuh orang di ambang kelaparan dan penderitaan. Keputusasaan sudah mengajukan cakar-cakar hitamnya untuk menerkam dan mencekik. Dunia menarik diri secara kejam dan egois di hadapan kemalangan ini. Dunia membuktikan bahwa ia tidak mengerti sabda sang Guru. Sang Guru menginjili melalui perbuatan. Aku mampu dan bebas untuk melakukannya. Dan itu adalah kewajiban-Ku, atas nama seluruh dunia, untuk mengasihi orang-orang malang itu yang tidak dikasihi dunia. Itulah apa yang Aku lakukan.

Masih dapatkah kalian mengkritik-Ku? Atau seharusnya Aku yang mengkritik kalian, di hadapan seorang murid yang tidak ragu untuk datang di tengah serbuk gergaji dan tatal demi tidak terpisah dari sang Guru dan yang, Aku percaya, menjadi lebih yakin mengenai Aku dengan melihat-Ku membungkuk di atas sebilah kayu, daripada dia diyakinkan jika dia melihat-Ku di atas takhta; dan di hadapan seorang anak, yang mengenali Aku sebagaimana Aku yang sebenarnya, kendati ketidaktahuannya, kemalangan yang menumpulkan pikirannya dan kenyataan bahwa dia sama sekali tidak mengenal Mesias sebagaimana Ia yang sesungguhnya. Tidakkah kalian mengatakan sesuatu? Jangan merasa direndahkan hanya karena Aku mengangkat suara-Ku untuk membenarkan gagasan-gagasan yang salah. Aku melakukannya karena kasih. Tetapi berupayalah untuk memiliki dalam dirimu benih yang memurnikan dan membuka biji. Atau kalian akan selalu menjadi makhluk yang tak berguna. Kalian harus siap untuk melakukan apa yang telah Aku lakukan.

Jangan ada pekerjaan yang menjadi beban bagimu untuk kepentingan sesamamu, atau untuk menghantar suatu jiwa kepada Allah. Pekerjaan, apa pun itu, tidak pernah merendahkan. Sementara perbuatan hina, kemunafikan, tuduhan palsu, kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, lintah darat, fitnah, cabul, itulah yang merendahkan. Semuanya itu sungguh merendahkan Manusia. Dan meski demikian, dilakukan tanpa tahu malu oleh mereka juga yang mengatakan bahwa mereka sempurna dan yang pastinya terguncang melihat Aku bekerja dengan gergaji dan palu. Oh! Sebuah palu! Palu yang tak berharga, jika dipergunakan untuk memasang paku ke dalam kayu guna membuat suatu perabotan yang akan mendatangkan makanan bagi anak-anak yatim piatu, betapa berharganya palu itu! Palu, meski hina, jika ada dalam tangan-Ku untuk suatu tujuan yang kudus, tidak lagi tampak demikian dan betapa itu akan sangat diharapkan oleh mereka semua yang dengan gembira berteriak bahwa mereka terguncang karenanya!

Oh! manusia: engkau harus menjadi terang dan kebenaran, betapa gelap dan palsunya engkau! Tetapi kalian, setidak-tidaknya, berupayalah untuk mengerti apa itu Kebaikan! Apa itu Kasih. Apa itu Ketaatan. Dengan sungguh-sungguh Aku katakan kepada kalian bahwa sungguh banyak jumlah kaum Farisi. Dan mereka bahkan ada di antara orang-orang yang di sekeliling-Ku."

"Tidak, Guru. Janganlah berkata begitu! Kami… itu karena kami mengasihi-Mu maka kami tidak mau hal-hal tertentu!..."

"Itu karena kalian belum mengerti apa pun. Aku sudah berbicara kepada kalian mengenai Iman dan Harapan dan Aku berpikir bahwa sepatah kata baru pun tidak diperlukan untuk berbicara kepada kalian mengenai Kasih, sebab begitu banyak terpancar dari-Ku hingga kalian hendaknya dirembesi olehnya. Tetapi Aku lihat bahwa kalian mengenalnya hanya nama, tanpa sadar akan natur dan bentuknya. Sama seperti kalian mengenal bulan.

Ingatkah kalian ketika Aku mengatakan kepada kalian bahwa Harapan adalah seperti lengan dari kuk lemah-lembut yang menopang Iman dan Kasih, dan adalah perancah umat manusia dan takhta keselamatan? Kalian ingat? Tetapi kalian belum memahami sabda-Ku dalam arti sebenarnya. Dan mengapa kalian tidak meminta penjelasan? Aku akan memberikannya pada kalian. Adalah kuk sebab mendorong manusia untuk merendahkan kesombongan bodohnya di bawah beban kebenaran abadi. Dan adalah perancah dari kesombongan yang demikian. Manusia yang berharap kepada Tuhan Allah-nya mau tak mau mematiragakan kesombongannya yang menghendakinya dimaklumkan sebagai 'allah'-nya, dan mengakui bahwa dia bukanlah apa-apa sementara Allah adalah segalanya, bahwa dia tidak dapat melakukan apa-apa sementara Allah dapat melakukan segalanya, bahwa dia-manusia adalah debu fana sementara Allah adalah keabadian yang mengangkat ke suatu tingkat yang lebih tinggi dan mengganjari manusia dengan keabadian. Manusia memakukan dirinya sendiri pada salib sucinya demi meraih Hidup. Nyala Iman dan Kasih memakukannya pada salibnya, tetapi Harapan, yang adalah di antara Iman dan Kasih, meninggikan ke Surga. Tetapi, ingatlah pengajarannya: jika kasih kurang, takhta tanpa terang dan tubuh - yang tidak dipakukan pada satu sisinya - tergantung ke arah lumpur dan tak lagi melihat Surga. Dengan demikian, membatalkan keseluruhan dampak dari Harapan dan berakhir dengan menjadikan mandul juga Iman, sebab ketika orang terlepas dari dua dari tiga keutamaan teologis, orang jatuh ke dalam kelambanan dan kebekuan yang mematikan.

Jangan menolak Allah bahkan dalam hal-hal yang paling remeh. Dan menolak untuk menolong sesama melalui kesombongan kafir adalah menolak Allah.   

Doktrin-Ku adalah kuk yang mengikat umat manusia yang bersalah; adalah palu yang meremukkan kulit kayu yang keras guna membebaskan rohnya. Sungguh adalah kuk dan palu. Dan kendati demikian, dia yang menerimanya tidak merasakan keletihan seperti yang diberikan oleh semua doktrin lainnya dan semua hal manusiawi lainnya. Dan dia yang memberikan dirinya dihantam olehnya tidak merasakan sakit diremukkan dalam ego manusiawinya, melainkan merasakan suatu sensasi kebebasan.

Mengapa kalian berupaya menyingkirkannya untuk menggantinya dengan apa yang keras dan menyakitkan? Kalian semua punya penderitaanmu dan kesulitanmu. Segenap umat manusia punya penderitaan dan kesulitan, yang terkadang di luar kekuatan manusia. Dari anak-anak yang seperti ini, yang sudah memikul di pundaknya yang kecil suatu beban yang berat, yang membungkukkannya dan menjauhkan bibirnya dari tersenyum seperti kanak-kanak dan menyingkirkan segala kecerobohan dari pikirannya, yang, dari sudut pandang manusia, tidak pernah kekanak-kanakan, hingga ke orang lanjut usia, yang menjelang menuju makamnya dengan segala kekecewaan, masalah, beban dan luka-luka dari masa hidupnya yang panjang. Tetapi dalam Doktrin-Ku dan dalam Iman-Ku ada kelegaan dari segala banyak beban. Itulah sebabnya mengapa disebut 'Injil'. Dan dia yang menerimanya dan menaatinya akan diberkati di bumi juga sebab dia akan punya Allah yang menghiburnya dan Keutamaan-keutamaan yang menjadikan jalannya mudah dan terang, seolah adalah saudari-saudari yang baik yang, dengan menggenggam tangannya dan dengan lampu-lampu bernyala, menerangi jalannya dan hidupnya dan menyanyikan janji-janji abadi Allah baginya, hingga, dengan menyerahkan dalam damai tubuhnya yang letih pada bumi, dia terbangun di Firdaus.  

Mengapa manusia, engkau ingin menjadi letih, muram, lelah, muak, putus asa, ketika engkau dapat lega dan terhibur? Mengapa kalian juga, para rasul-Ku, ingin merasakan letih, kesulitan, kerasnya misi kalian, sementara dengan kepercayaan seorang kanak-kanak kalian dapat memiliki semangat gembira, kecakapan gemilang untuk melakukannya dan menyadari serta mengenali bahwa itu hanya keras bagi mereka yang tidak bertobat yang tidak mengenal Allah, sementara bagi yang percaya adalah bagai seorang ibu yang menopang anaknya dalam perjalanan anaknya itu, menunjukkan pada langkah-langkahnya yang tidak pasti bebatuan dan onak duri, sarang ular dan selokan, agar anak itu dapat mengenalinya dan dengan demikian terhindar dari bahaya?

Kalian sekarang muram. Kemuraman kalian punya awal yang sungguh menyedihkan! Kalian muram pertama-tama karena kerendahan hati-Ku, seolah itu adalah kejahatan melawan Diri-Ku. Dan kalian sekarang sedih sebab kalian sudah mengerti bahwa kalian sudah menyusahkan-Ku dan bahwa kalian masih jauh dari kesempurnaan. Tetapi hanya sedikit dari kemuraman terakhir ini yang bebas dari kesombongan: kesombongan yang terluka oleh kepastian bahwa kalian masih bukan apa-apa, sementara karena kesombongan kalian ingin menjadi yang sempurna. Jadilah rendah hati saja mau menerima celaan dan mau mengakui bahwa kalian salah, dengan berjanji dalam hati bahwa kalian menginginkan kesempurnaan untuk suatu tujuan ilahi. Dan lalu, datanglah kepada-Ku. Aku mengoreksi kalian, tetapi Aku mengerti dan Aku bermurah hati.   

Datanglah kepada-Ku, kalian para rasul, dan datanglah kepada-Ku, kalian segenap manusia, yang menderita melalui kesengsaraan materiil, moral, rohani. Yang terakhir ini disebabkan oleh fakta bahwa kalian tidak dapat menguduskan diri kalian sebagaimana yang kalian kehendaki demi kasih kepada Allah, dengan sigap dan tanpa kembali kepada yang Jahat. Jalan pengudusan itu panjang dan misterius, dan terkadang tertutup tak dikenali oleh si pejalan, yang maju melalui kegelapan, dengan rasa racun dalam mulutnya dan berpikir bahwa dia tidak maju dan tidak meminum cairan surgawi, dan tidak menyadari bahwa kebutaan rohani macam itu merupakan suatu unsur dari kesempurnaan.

Diberkatilah, diberkatilah tiga kali lipat mereka yang terus maju tanpa kenikmatan terang dan kemurahan hati dan tidak menyerah sebab mereka tidak melihat atau mendengar apa pun, dan mereka tidak berhenti dengan berkata: 'Aku tidak akan maju hingga Allah menganugerahiku suatu kegembiraan.' Aku berkata kepada kalian: jalan yang paling kelam akan sekonyong-konyong menjadi yang paling terang, terbuka pada pemandangan surgawi. Dan racun sesudah mengenyahkan segala kenikmatan akan hal-hal manusiawi akan berubah menjadi kemanisan surgawi bagi kaum percaya yang pemberani itu, yang dengan sangat heran akan berseru: 'Mengapakah semua ini? Mengapa ada begitu banyak kebaikan dan sukacita bagiku?' Sebab mereka sudah bertekun dan Allah akan mengijinkan mereka menikmati di bumi seperti apa Surga itu.

Tetapi, sementara itu, datanglah kepada-Ku kalian semua yang letih dan lelah, kalian, para rasul, dan bersama kalian segenap manusia yang mencari Allah, yang menangis sebab kesengsaraan dunia, yang sudah menjadi kehabisan tenaga dalam kesendirian mereka, dan Aku akan memulihkan kalian. Pikullah kuk-Ku. Tidak berat. Itu suatu penopang. Peluklah Doktrin-Ku seperti kamu memeluk seorang mempelai tercinta. Teladanilah Guru-mu Yang tidak membatasi Diri-Nya dalam memberkati, melainkan melakukan apa yang diajarkan. Belajarlah daripada-Ku Yang lemah lembut dan rendah hati… Kamu akan mendapati istirahat bagi jiwamu, sebab kelemah-lembutan dan kerendahan hati memperolehkan kerajaan baik di bumi maupun di Surga. Aku telah mengatakan pada kalian bahwa para pemenang sejati di antara manusia adalah mereka yang menaklukkan melalui kasih, dan kasih selalu lemah lembut dan rendah hati. Aku tidak akan pernah memintamu untuk melakukan hal-hal yang di luar kemampuanmu, sebab Aku mengasihimu dan Aku menghendakimu bersama-Ku dalam Kerajaan-Ku. Oleh karenanya, terimalah lencana-Ku dan seragam-Ku dan berupayalah untuk menjadi seperti Aku dan seperti yang diajarkan Doktrin-Ku. Jangan takut sebab kuk-Ku manis dan bobotnya pun ringan, sedangkan kemuliaan yang akan engkau nikmati jika engkau setia kepada-Ku adalah berdaya kuasa tak terhingga. Tak terhingga dan abadi…"

Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"
(PUISI MANUSIA-ALLAH)

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
263.
Satu Hari Yudas Iskariot di Nazaret
264.
Pengajaran kepada Para Rasul di Awal Kerasulan Mereka
265.
Yohanes Pembaptis Mengutus Murid-muridnya untuk Menanyai Yesus Apakah Ia adalah Mesias
266.
Yesus Bekerja sebagai Tukang Kayu di Khorazim
267.
Yesus Berbicara tentang Kasih
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)









"Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus"
dari Meditasi B. Anna Katharina Emmerick
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)

diterbitkan oleh
Marian Centre Indonesia


dengan Nihil Obstat dan Imprimatur




Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Januari 2019