Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi April 2019




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: APRIL 2019

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1


Yes. 65:17-2
Yoh. 4:43-54
2


Yeh. 47:1-9,12
Yoh. 5:1-16
3


Yes. 49:8-15
 Yoh. 5:17-30
4



Kel. 32:7-14
Yoh. 5:31-47
5


Keb. 2:1a,12-22
Yoh. 7:1-2,10,25-30
6



Yer. 11:18-20
Yoh. 7:40-53
7
HM Prapaskah V


Yes. 43:16-21
Flp. 3:8-14
Yoh. 8:1-11
8




Kis. 4:32-35
Yoh. 20:19-31
9



Bil. 21:4-9
Yoh. 8:21-30
10


Dan. 3:14-20,24-25,28
 Yoh. 8:31-42
11



Kej. 17:3-9
 Yoh. 8:51-59
12



Yer. 20:10-13
Yoh. 10:31-42
13



Yeh. 37:21-28
Yoh. 11:45-56
14
HM Palma Mengenangkan Sengsara Tuhan



15




Yes. 42:1-7
 Yoh. 12:1-11
16


Yes. 49:1-6; Yoh. 13:21-33,36-38
17




Yes. 50:4-9a
Mat. 26:14-25
18
KAMIS PUTIH


 Kel. 12:1-8,11-14 1Kor. 11:23-26 Yoh. 13:1-15
19
JUMAT AGUNG


Yes. 52:13-53:12 Ibr. 4:14-16; 5:7-9 Yoh. 18:1-19:42
20
SABTU SUCI
MALAM PASKAH




21
HR PASKAH
Kebangkitan Tuhan


Kis. 10:34a,37-43 Kol. 3:1-4
Yoh. 20:1-9
22



Kis. 2:14,22-32
Mat. 28:8-15
23




Kis. 2:36-4
Yoh. 20:11-18
24



Kis. 3:1-10
Luk. 24:13-35
25



Yer 17:5-10
Luk 16:19-31
26




Kis. 3:11-26
 Luk. 24:35-48
27




Kis. 4:13-21
Mrk. 16:9-15
28
HM Paskah II
Kerahiman Ilahi
Kis. 5:12-16
Why. 1:9-11a,12-13,17-19
Yoh. 20:19-31
29


Kis. 4:23-31
Yoh. 3:1-8
30



Kis. 4:32-37
Yoh. 3:7-15
1



Kis. 5:17-2
 Yoh. 3:16-21
2


Kis. 5:27-33
Yoh. 3:31-36
3


1Kor. 15:1-8
Yoh. 14:6-14
4


Kis. 6:1-7
 Yoh. 6:16-21
5
HM Paskah III


Kis. 5:27b-32,40b-41b; Why. 5:11-14; Yoh. 21:1-19
6


Kis. 6:8-15
Yoh. 6:22-29
7



Kis. 7:51 - 8:1a
 Yoh. 6:30-35
8


Kis. 8:1b-8
 Yoh. 6:35-40
9


Kis. 8:26-40
 Yoh. 6:44-51
10


Kis. 9:1-20
Yoh. 6:52-59
11



Kis. 9:31-4
Yoh. 6:60-69





MUKJIZAT PERTAMA ROTI
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

Yesus baru saja selesai berbicara kepada orang banyak...

"Guru, sebentar lagi malam. Ini tempat yang terpencil, jauh dari rumah-rumah dan desa-desa, teduh dan lembab. Sebentar lagi tidak akan mungkin melihat atau berjalan di sini. Bulan terbit lambat. Bubarkanlah orang banyak supaya mereka dapat pergi ke Tarichea atau desa-desa lain sepanjang Yordan untuk membeli makanan dan mendapatkan penginapan."

"Mereka tidak perlu pergi. Beri mereka sesuatu untuk dimakan. Mereka dapat tidur di sini seperti yang mereka lakukan ketika menantikan-Ku."

"Guru, Engkau tahu bahwa hanya ada lima roti tersisa dan dua potong ikan."

"Bawalah itu kepada-Ku."

... Filipus mengeluarkan sebuah bungkusan dari tas berisi beberapa roti yang dibungkus bersama dengan dua ekor ikan besar: dua kilogram ikan, atau lebih sedikit. Bekal itu tidak akan cukup untuk tujuhbelas orang, bukan, delapanbelas, termasuk Menahem, dari kelompok Yesus. Mereka membawa makanan itu kepada sang Guru.

"Bagus sekali. Sekarang ambilkan Aku beberapa keranjang. Tujuhbelas, sebanyak kalian. Marjiam akan membagikan makanan kepada anak-anak…" Yesus menatap tajam pada si ahli Taurat yang selama itu selalu berada di dekat-Nya dan bertanya: "Apa kau juga mau membagikan makanan kepada orang-orang yang lapar?"  

"Aku mau. Tetapi aku sendiri tidak punya makanan sama sekali."

"Bagikan punya-Ku. Aku akan memberikannya padamu."

"Tetapi… apakah Engkau akan mengenyangkan lima ribu orang laki-laki, tidak termasuk para perempuan dan anak-anak, dengan dua ekor ikan dan lima roti itu?"

"Pasti. Jangan tidak percaya. Mereka yang percaya akan melihat mukjizat dilakukan."

"Oh! Kalau begitu aku mau membagikan makanan juga!"

"Jadi, mintalah seseorang untuk memberimu sebuah keranjang juga."

Para rasul kembali dengan keranjang-keranjang, yang sebagian rendah dan lebar, sebagian lainnya dalam dan sempit. Si ahli Taurat kembali dengan sebuah keranjang yang relatif kecil. Jelas, imannya atau ketidakpercayaannya membuatnya mengambil keranjang itu sebagai yang lebih besar dari yang dibutuhkan.

"Bagus. Letakkan semuanya di sini. Sekarang mintalah orang banyak untuk duduk secara teratur, dalam barisan-barisan, sejauh mungkin."

Dan sementara mereka melakukannya, Yesus mengangkat roti-roti dengan ikan di atasnya, mempersembahkannya, berdoa dan memberkatinya. Si ahli Taurat tidak mengalihkan matanya dari-Nya barang sekejap pun. Yesus memecah-mecahkan kelima roti menjadi delapanbelas bagian; Ia juga membagi kedua ikan menjadi delapanbelas bagian, dan memasukkan satu bagian ikan: suatu cuilan yang sungguh kecil, ke dalam tiap-tiap keranjang. Ia lalu membagi tiap-tiap dari kedelapanbelas bagian roti menjadi potongan-potongan: satu bagian menjadi banyak potongan. Relatif banyak; sekitar duapuluh, tidak lebih. Ia lalu memasukkan tiap-tiap bagian yang sudah dipecah-pecahkannya menjadi potongan-potongan, ke dalam sebuah keranjang, dengan bagian ikan.

"Sekarang bawalah dan bagikan untuk mengenyangkan mereka. Pergilah. Marjiam, bagikan makanan kepada teman-temanmu."

"Ah! Berat sekali!" kata Marjiam ketika mengangkat keranjangnya. Ia langsung pergi ke teman-teman kecilnya, dengan berjalan layaknya seorang yang membawa suatu beban berat.

Para rasul, para murid, Menahem, si ahli Taurat mengamatinya pergi dengan tercengang… Mereka lalu mengangkat keranjang mereka dan dengan menggeleng-gelengkan kepala mereka berkata satu sama lain: "Si bocah pasti bergurau! Beratnya sama seperti sebelumnya." Dan si ahli Taurat melongok ke dalam keranjangnya, memasukkan tangannya ke dalam keranjang untuk meraih dasarnya, sebab hari semakin gelap di semak belukar di mana Yesus berada, sementara di kejauhan, di lapangan terbuka, masih terang. Tetapi, kendati komentar-komentar mereka, mereka pergi juga menuju orang banyak dan mulai membagikan makanan. Dan mereka membagi-bagikan… Sesekali mereka menengok ke belakang kepada Yesus dengan sepenuhnya heran, sementara mereka bergerak semakin dan semakin jauh, dan sang Guru yang bersandar pada sebatang pohon dengan kedua tangan terlipat, tersenyum samar atas keheranan mereka.

Pembagian memakan waktu yang lama dan dengan berlimpah… satu-satunya yang tidak menunjukkan keheranan adalah Marjiam, yang tersenyum dan bahagia dapat mengisi pangkuan begitu banyak anak yang malang dengan roti dan ikan. Dia adalah juga yang pertama kembali kepada Yesus dengan berkata: "Aku sudah membagikan sangat banyak, sangat banyak!... sebab aku tahu bagaimana rasanya lapar…" dan dia menengadahkan wajah mungilnya, yang tak lagi kurus, namun, sebab mengenangkannya, menjadi pucat dengan dua mata yang terbuka lebar… Tetapi Yesus membelainya dan seulas senyum cemerlang muncul di wajahnya, sementara dia bergelayut penuh penyerahan diri pada Yesus, Guru dan Pelindung-nya.

Para rasul dan para murid kembali perlahan-lahan, tercengang penuh ketakjuban. Yang terakhir kembali adalah si ahli Taurat yang tidak mengatakan apa-apa. Tetapi dia membuat suatu gerakan yang lebih dari sekedar khotbah. Dia berlutut dan mencium pinggiran jubah Yesus.
"Ambillah bagianmu dan beri Aku sedikit. Marilah kita menyantap makanan yang dari Allah."
 Sesungguhnya, mereka makan roti dan ikan, tiap-tiap orang seturut kebutuhannya…
Sementara itu orang banyak, yang sekarang sudah kenyang, saling bertukar kesan. Juga mereka yang di sekeliling Yesus menyampaikan komentar-komentar mereka sementara mengamati Marjiam yang sudah selesai makan dan sekarang bermain bersama anak-anak lainnya.

"Guru," tanya si ahli Taurat, "mengapa si bocah langsung merasakan beratnya, dan kami tidak? Aku melihat juga ke dalamnya. Masih ada beberapa potongan roti dan cuilan ikan. Aku mulai merasakan beratnya ketika aku bergerak menuju orang banyak. Tetapi andai keranjang itu seberat makanan yang aku bagikan, maka akan diperlukan sepasang bagal untuk mengangkutnya, bukan sebuah keranjang, melainkan sebuah kereta yang sarat makanan. Awalnya aku membagikannya dengan hemat… tetapi lalu aku membagi dan membagi… dan sebab aku tidak mau bersikap tidak adil, aku kembali pada mereka yang pertama dan memberikan lebih banyak kepada merka, sebab tadinya aku memberi mereka sedikit. Dan meski begitu, makanannya cukup."
"Aku juga merasakan keranjangnya menjadi semakin berat ketika aku berangkat, dan aku langsung memberikan banyak sebab aku tahu bahwa Engkau sudah mengerjakan suatu mukjizat," kata Yohanes.
"Aku, sebaliknya, berhenti. Aku duduk dan menuangkan semuanya ke pangkuanku untuk melihat… Dan aku melihat roti dan roti. Aku lalu berangkat," kata Menahem.
"Aku bahkan menghitungnya, sebab aku tidak mau memberikan kesan buruk. Ada limapuluh roti kecil. Jadi, aku katakan: 'Aku akan memberikannya kepada limapuluh orang dan lalu aku akan kembali.' Dan aku menghitung. Tetapi ketika aku sampai ke hitungan limapuluh, beratnya masih sama. Aku melihat ke dalam. Ada sangat banyak. Aku lanjut dan aku membagikannya ke ratusan dari mereka. Makanannya tidak pernah berkurang," kata Bartolomeus.
"Aku, aku harus mengakuinya, aku tidak percaya, dan aku menempatkan potongan-potongan roti dan cuilan ikan ke tanganku dan aku menatapnya dengan berkata: 'Apa gunanya ini? Yesus pasti bergurau!...' dan aku menatapnya lagi dan lagi, sementara bersembunyi di balik sebatang pohon, dengan berharap dan berputusasa untuk melihatnya mengembang. Tetapi makanan itu tetap sama. Aku hampir saja kembali, ketika Matius lewat dengan berkata: 'Apa kau memperhatikan betapa bagusnya?' 'Apa?' tanyaku. "Roti dan ikan!...' 'Apa kau gila? Aku cuma bisa melihat potongan-potongan roti.' 'Pergi dan bagikan itu dengan iman, dan kau akan melihat.' Aku memasukkan kembali ke dalam keranjang potongan-potongan roti itu dan aku pergi dengan enggan… Dan lalu… Ampuni aku, Yesus, sebab aku seorang berdosa!" kata Tomas.
"Bukan. Kau roh yang duniawi. Kau berpikir seturut dunia."
"Aku juga, Tuhan. Sebegitu rupa hingga aku berpikir untuk memberikan sekeping uang bersama dengan roti dan aku berkata kepada diriku sendiri: 'Mereka akan makan di tempat lain,'" kata Iskariot. "Aku berharap membantu-Mu memberikan kesan yang lebih baik. Jadi seperti apa aku? Seperti Tomas atau lebih lagi?"
"Kau jauh lebih 'duniawi' dibandingkan Tomas."
"Dan meski begitu tadinya aku berpikir memberikan sedekah macam itu sebagai 'ilahi'! Itu adalah uang pribadiku sendiri…"
"Sedekah untuk dirimu sendiri, untuk kesombonganmu. Dan sedekah untuk Allah. Tetapi, Allah tidak membutuhkannya dan adalah dosa memberikan sedekah demi kesombonganmu, bukan ganjaran."
Yudas menundukkan kepalanya dan terdiam.
"Aku, sebaliknya, berpikir bahwa aku harus meremukkan cuilan ikan dan potongan roti, supaya menjadi cukup. Aku tidak ragu bahwa makanan itu akan menjadi cukup, baik sehubungan dengan jumlahnya maupun nutrisinya. Setetes air yang diberikan oleh-Mu dapat lebih menyehatkan dan memberi hidup dibandingkan suatu perjamuan," kata Simon Zelot.
"Dan apa yang kalian pikirkan?" Petrus bertanya pada kedua sepupu Yesus.
"Kami ingat Kana… dan tidak ragu," jawab Yudas serius.
"Dan kau, Yakobus, saudara-Ku terkasih, apa kau hanya berpikir seperti itu?"
"Tidak, aku pikir itu adalah suatu sakramen, seperti yang pernah Engkau katakan kepadaku… Benarkah demikian atau apakah aku salah?"

Yesus tersenyum: "Ya dan bukan. Pemikiranmu akan suatu gambaran yang jauh hendaknya ditambahkan pada kebenaran mengenai kuasa menyehatkan dan memberi hidup dalam setetes air, yang disebutkan oleh Simon. Tapi itu masih belum sebuah sakramen." ...
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
267.
Yesus Berbicara tentang Kasih
268.
Perselisihan dengan Kaum Farisi dan Kedatangan Bunda dan Saudara-saudara Yesus
269.
Kabar Pembunuhan Yohanes Pembaptis
270.
Keberangkatan ke Arah Tarichea
271.
Berbicara kepada Seorang Ahli Taurat di Tepi Sungai Yordan
272.
Mukjizat Pertama Roti
273.
Yesus Berjalan di atas Air
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)




14 April
Palma Mengenangkan Sengsara Tuhan
19 April
Jumat Agung
21 April
Paskah Kebangkitan Tuhan





"Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus"
dari Meditasi B. Anna Katharina Emmerick
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)

diterbitkan oleh
Marian Centre Indonesia


dengan Nihil Obstat dan Imprimatur




Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : April 2019