Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi November 2016




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: NOVEMBER 2016


MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
30
HM Biasa XXXI


Keb. 11:22-12:2
2Tes. 1:11-2:2
Luk. 19:1-10
31


Flp. 2:1-4
Luk. 14:12-14
1

Why. 7:2-4,9-14
1Yoh. 3:1-3
Mat. 5:1-12a
2
2Mak. 12:43-46
1Kor. 15:12-34
Yoh. 6:37-40
3


Flp. 3:3-8a
Luk. 15:1-10
4


Flp. 3:17-4:1
Luk. 16:1-8
5



Flp. 4:10-19
Luk. 16:9-15
6
HM Biasa XXXII

2Mak. 7:1-2,9-14
2Tes. 2:16-3:5
 Luk. 20:27-38
(Luk. 20:27.34-38)
7


Tit. 1:1-9
 Luk. 17:1-6
8



Tit. 2:1-8,11-14
Luk. 17:7-10
9

Yeh. 47:1-2,8-9,121
Kor. 3:9b-11,16-17
Yoh. 2:13-22
10



Flm. 7-20
 Luk. 17:20-25
11



2Yoh. 4-9
 Luk. 17:26-37
12



3Yoh. 5-8
 Luk. 18:1-8
13
HM Biasa XXXIII


Mal. 4:1-2a
2Tes. 3:7-12
Luk. 21:5-19
14


Why. 1:1-4; 2:1-5a
Luk. 18:35-43
15



Why. 3:1-6,14-22
Luk. 19:1-10
16


Why. 4:1-11
Luk. 19:11-28
17


Why. 5:1-10
Luk. 19:41-44
18
Pemberkatan  Basilik St. Petrus dan Paulus

Why. 10:8-11
Luk. 19:45-48
19



Why. 11:4-12
 Luk. 20:27-40
20
HR YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
2Sam. 5:1-3
Kol. 1:12-20
Luk. 23:35-43
21

Why. 14:1-3,4b-5
Luk. 21:145-48
22



Why. 14:14-20
Luk. 21:5-11
23


Why. 15:1-4
Luk. 21:12-19
24

Why. 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a
 Luk. 21:20-28.
25

Why. 20:1-4,11-21:2
Luk. 21:29-33
26


Why. 22:1-7
Luk. 21:34-36
27
HM ADVEN 1


Yes. 2:1-5
 Rm. 13:11-14a
Mat. 24:37-44
28

Yes. 2:1-5 atau
Yes. 4:2-6
 Mat. 8:5-11
29


Yes. 11:1-10
Luk. 10:21-24
30



Rm. 10:9-18
Mat. 4:18-22
1


Yes 26:1-6
Mat 7:21.24-27
2



Yes 29:17-24
Mat 9:27-31
3


Y1 Kor 9:16-19,22-23; Mrk 16:15-20
4
HM ADVEN II


Yes 11:1-10
Rm 15:4-9
Mat 3:1-12
5



Yes 35:1-10
Luk 5:17-26
6



Yes 40:1-11
Mat 18:12-14
7



Yes 40:25-31
Mat 11:28-30
8
Kej 3:9-15.20
Ef 1:3-6.11-12
Luk 1:26-38
9



Yes 48:17-19
Mat 11:16-19
10


Sir 48:1-4.9-11
Mat 17:9a.10-13





PENGAJARAN YESUS KEPADA TIGA PEREMPUAN ROMAWI
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 3

... [Yesus berada di kebun mawar di rumah Yohana istri Khuza bersama tiga perempuan Romawi: Plautina, Valeria dan Lydia] Plautina berkata: "Kami sangat ingin bertemu dengan-Mu dan mendengarkan-Mu, untuk menilai Engkau sebagaimana Engkau adanya, sebab orang-orang Romawi tidak percaya pada cerita omong-kosong dan ingin menilai dengan pengetahuan yang benar dan nurani sebelum mengutuk dan memuliakan. Orang-orang-Mu memuliakan-Mu dan memfitnah-Mu dengan tingkat yang sama. Perbuatan-perbuatan-Mu akan meyakinkan orang untuk memuliakan-Mu. Perkataan dari banyak orang Yahudi akan mempengaruhi orang untuk menganggap Engkau sedikit lebih rendah dari seorang kriminal. Perkataan-Mu penuh hikmad dan bijak seperti perkataan seorang filsuf. Orang-orang Romawi sangat suka akan doktrin filosofis dan… aku harus akui, para filsuf kami yang sekarang tidak mempunyai suatu doktrin yang memuaskan, juga karena cara hidup mereka tidak selaras dengan doktrin mereka."

"Mereka tidak dapat mempunyai cara hidup yang selaras dengan doktrin mereka."

"Sebab mereka orang-orang kafir, bukan begitu?"

"Tidak, sebab mereka ateis."

"Ateis? Tapi mereka punya allah-allah."

"Mereka bahkan tidak punya allah-allah itu lagi, perempuan. Aku mengingatkanmu akan para filsuf pada masa silam, para filsuf besar. Mereka adalah orang-orang yang tidak ber-Allah juga. Akan tetapi, renungkanlah betapa tinggi tingkat moral hidup mereka! Bercampur dengan kesalahan-kesalahan, sebab manusia condong berbuat salah. Tapi ketika mereka dihadapkan pada misteri-misteri terbesar: hidup dan mati, ketika mereka harus menghadapi dilema Kejujuran atau Ketidakjujuran, Keutamaan atau Kejahatan, Kegagah-beranian atau Pengecut dan mereka beranggapan bahwa jika mereka berbalik pada yang jahat, maka suatu kemalangan besar akan menimpa tanah air mereka dan orang-orang sebangsa mereka, maka dengan kehendak upaya yang luar biasa mereka menolak tentakel-tentakel polyp yang jahat dan, dengan kudus dan bebas, mereka memilih Yang Baik, apapun resikonya. Yang Baik itu yang tak lain adalah Allah."

"Engkau adalah Allah, begitu kata mereka. Benarkah itu?"     

"Aku adalah Putra dari Allah Yang Benar, Aku menjadi manusia, tapi Aku masih tetap Allah."

"Tapi siapa itu Allah? Guru terbesar, jika kami melihat Engkau."

"Allah jauh lebih dari seorang Guru. Janganlah meminimalisir gagasan mulia Keallahan pada suatu batasan kebijaksanaan."

"Kebijaksanaan adalah kedewaan. Ada pada kami Minerva. Dia adalah dewi pengetahuan."

"Kalian juga punya Venus, dewi kesenangan. Dapatkah kalian akui bahwa seorang dewa dewi, yakni, suatu makhluk yang lebih tinggi dari manusia, diangkat ke tingkat tertinggi, memiliki segala kejahatan fana yang mengerikan? Dapatkah kalian berpikir bahwa suatu makhluk abadi memiliki untuk sepanjang kekekalan masa kepicikan, kekejian, kesenangan-kesenangan hina dari mereka yang memiliki hanya masa satu jam saja? Dan bahwa makhluk superior itu menjadikan hal-hal demikian lingkup hidupnya? Tidakkah kalian berpikir betapa suatu surga yang cemar yang kalian sebut Olympus itu, di mana darah umat manusia yang paling busuk meragi? Apabila kalian melihat pada surga kalian, apakah yang dapat kalian lihat? Percabulan, kejahatan, kedengkian, perang, perampasan, kemabukan, tipu muslihat, balas dendam. Apabila kalian hendak merayakan pesta dewa dewi kalian, apakah yang kalian lakukan? Kalian berkubang dalam pesta-pora penuh kecemaran. Pemujaan apakah yang kalian berikan kepada mereka? Di manakah kemurnian sesungguhnya dari para perawan yang dipersembahkan kepada Vesta? Atas kode hukum ilahi manakah para imam kalian mendasarkan penghakiman mereka? Kata-kata apakah yang dapat dibaca para peramal kalian dalam terbang burung-burung atau dalam gemuruh guntur? Dan jawaban apakah yang dapat diberikan oleh isi perut berlumuran darah dari hewan-hewan kurban kepada haruspex kalian? Kalian berkata: 'Orang-orang Romawi tidak percaya pada cerita-cerita omong-kosong. Jadi mengapakah percaya bahwa duabelas orang malang, dengan menyuruh seekor babi, seekor domba dan seekor sapi jantan mengitari ladang-ladang dan mengurbankan mereka, dapat memperolehkan anugerah dari Ceres, padahal kalian mempunyai dewa-dewi yang tak terhitung banyaknya, dengan yang satu membenci yang lain, dan kalian percaya akan balas dendam mereka? Tidak. Allah adalah sesuatu yang sama sekali  berbeda. Ia Abadi, Satu dan Rohani."   

"Tapi Engkau katakan bahwa Engkau adalah Allah dan meski begitu Engkau adalah manusia."

"Ada altar tanpa allah di tanah air allah-allah. Kebijaksanaan manusia telah mempersembahkannya bagi Allah yang tak dikenal. Sebab orang-orang bijak, para filsuf sejati, telah menyadari bahwa ada sesuatu yang melampaui skenario ilustrasi yang diciptakan untuk anak-anak abadi, yakni untuk manusia yang jiwanya terbungkus dalam kain bedung kesalahan. Jika orang-orang bijak itu - yang menyadari bahwa ada sesuatu yang melampaui skenario yang salah, sesuatu yang sungguh mulia dan ilahi, yang menciptakan segala sesuatu yang ada dan dari mana berasal segala kebaikan yang ada di dunia - jika orang-orang itu menghendaki suatu altar bagi Allah yang tak dikenal, Yang mereka sadari sebagai Allah Yang Benar, bagaimana kalian dapat menyebut allah apa yang bukan allah dan bagaima kalian dapat mengatakan bahwa kalian mengenal apa yang tidak kalian kenal? Oleh karenanya, belajarlah siapa Allah itu, agar kalian dapat mengenal dan menghormati-Nya. Allah adalah Makhluk Yang dengan pikiran-Nya menjadikan segala sesuatu dari yang tidak ada. Dapatkah cerita tentang batu-batu yang berubah menjadi manusia meyakinkan kalian dan memuaskan kalian? Dengan sungguh-sungguh Aku katakan kepada kalian bahwa ada orang-orang yang lebih keras dan jahat dari batu-batu, dan batu-batu yang lebih berguna dari manusia. Tapi tidaklah lebih menyenangkan bagimu, Valeria, untuk mengatakan, sembari memandangi bayi kecilmu: 'Dia adalah kehendak Allah yang hidup, yang diciptakan dan dibentuk oleh-Nya, yang dianugerahi oleh-Nya kehidupan kedua yang tidak akan berakhir, sehingga aku akan memiliki Fausta kecilku untuk selama-lamanya, jika aku percaya pada Allah Yang Benar', daripada mengatakan: 'Daging kemerahan ini, rambut ini yang lebih tipis dari jaring laba-laba, mata jernih ini berasal dari sebongkah batu'? Atau mengatakan: 'Aku sepenuhnya seperti seekor serigala betina atau kuda betina, dan seperti binatang aku kawin, seperti binatang aku melahirkan, seperti binatang aku membesarkannya, dan puteriku adalah buah dari insting hewaniku dan dia adalah seekor binatang seperti aku, dan besok, ketika dia mati dan aku mati, kami akan menjadi dua bangkai yang akan membusuk dengan bau busuk dan kami tidak akan pernah saling melihat satu sama lain lagi'? Katakan pada-Ku. Yang manakah dari dua pilihan itu yang lebih disukai oleh hati keibuanmu?"

"Pasti bukan yang terakhir, Tuhan-ku! Andai aku sudah tahu pada waktu itu bahwa Fausta bukanlah suatu makhluk yang dapat binasa untuk selamanya, maka dukacitaku, ketika dia dalam sakrat maut, tidak akan sebegitu dahsyat. Sebab aku akan mengatakan: 'Aku telah kehilangan sebutir mutiara. Tapi dia masih ada. Dan aku akan mendapatkannya.'"

"Kau benar. Ketika tadi Aku datang kepada kalian, sahabat kalian mengatakan pada-Ku bahwa dia heran akan gairah kalian terhadap bunga. Dan dia khawatir bahwa itu mungkin tidak menyenangkan-Ku. Tapi Aku meyakinkannya dengan mengatakan: 'Aku suka bunga juga, jadi kita akan dapat mengerti satu sama lain dengan sangat baik.' Tapi Aku berharap untuk menghantar kalian untuk mencintai bunga, seperti Aku telah menghantar Valeria untuk mencintai bayinya, yang sekarang akan diperhatikannya dengan lebih baik, sebab dia tahu bahwa Fausta punya jiwa, yang adalah partikel dari Allah yang terselubung dalam tubuh yang dijadikan ibunya untuknya: suatu partikel yang tidak akan mati dan yang akan ditemukan kembali oleh ibunya di Surga, jika dia percaya pada Allah Yang Benar.  

Hal yang sama berlaku bagi kalian. Lihatlah mawar yang indah ini. Ungu yang menghiasi jubah kerajaan tidaklah seindah helai-helai bunga ini, yang bukan saja merupakan kegembiraan bagi mata sebab warnanya, melainkan juga sukacita dengan menyentuhnya sebab kehalusannya dan dengan menciumnya sebab harumnya yang mewangi. Dan lihatlah yang ini, dan yang ini, dan yang ini. Yang pertama seperti darah yang tersembur dari hati, yang kedua seperti salju segar yang baru saja turun, yang ketiga emas pucat, yang terakhir seperti wajah manis dari kanak-kanak ini yang tersenyum di atas pangkuan-Ku. Dan lebih jauh: yang pertama kaku di atas tangkai yang nyaris tanpa duri, yang dedauannya kemerahan seolah disemprot dengan darah, yang kedua memiliki hanya sedikit duri, dan dedauannya pucat dan buram pada tangkainya, yang ketiga sefleksibel sebatang buluh dan dedaunannya yang kecil semengkilap lilin hijau, tangkai bunga terakhir sangat penuh duri, hingga tampak seolah antusias untuk menghindarkan mahkota bunganya yang merah dari segala akses yang mungkin. Ia kelihatan seperti gergaji dengan gigi-gigi yang sangat tajam.               

Sekarang, renungkan ini. Siapakah gerangan yang menjadikan semuanya itu? Bagaimana? Kapan? Di mana? Apakah dulunya tempat ini pada masa kabut? Bukan apa-apa. Melainkan suatu pergolakan unsur-unsur yang tak berbentuk. Yang Esa: Allah, mengatakan: 'Aku menghendaki' dan unsur-unsur memisahkan diri dan berkumpul dalam kelompok-kelompok sejenis. Dan 'Aku menghendaki' yang lain menggelegar dan unsur-unsur menata diri, satu dengan yang lain: air di antara daratan-daratan; atau yang satu di atas yang lain: udara dan terang di atas planet yang terbentuk. Satu lagi 'Aku menghendaki' dan tumbuh-tumbuhan dijadikan. Dan lalu bintang-bintang, lalu binatang-binatang dan yang terakhir manusia. Dan Allah, guna menjadikan manusia, makhluk kesayangan-Nya, bahagia, menganugerahkan kepadanya, sebagai mainan-mainannya yang mengagumkan: bunga-bungaan, bintang-bintang dan akhirnya sukacita menghasilkan keturunan yang tidak akan mati, melainkan mengatasi maut, dengan anugerah Allah, dan yang adalah jiwa. Bunga-bunga mawar ini adalah sebanyak 'kehendak' sang Bapa. Kuasa-Nya yang tak terhingga menjadikannya jelas dalam hal-hal indah yang tak terbilang banyaknya.

Penjelasan-Ku agak sulit sebab bertabrakan dengan penolakan mati-matian dari kepercayaan kalian. Tapi Aku harap, sebab ini adalah pertemuan pertama kita, bahwa kita telah sedikit mengerti satu sama lain. Biarkan jiwa kalian merenungkan apa yang telah Aku katakan kepada kalian. Apakah kalian ada pertanyaan? Tanyakanlah. Aku di sini untuk menjelaskan. Ketidaktahuan bukanlah suatu aib. Adalah aib untuk berdegil dalam ketidaktahuan sementara ada seseorang yang bersedia untuk menjelaskan kebimbangan."        

Dan Yesus, seolah Ia adalah bapa yang paling berpengalaman, pergi keluar dengan menggandeng si kanak-kanak kecil, yang menjejakkan langkah-langkah pertamanya dan ingin pergi menuju pancaran air yang menari-nari di bawah sinar matahari.

Para perempuan tinggal di tempat mereka berada, berbicara satu sama lain. Dan Yohana, yang bimbang di antara dua pilihan, berdiri di ambang pondok.

Akhirnya, Lydia membuat keputusan dan dengan diikuti oleh yang lain pergi menemui Yesus, Yang sedang tertawa sebab si kecil berusaha menangkap spektrum matahari dengan tangannya dan tiada menangkap apa-apa selain cahaya, dan dia bersikeras melakukannya lagi dan lagi, dengan bibir mungil merahnya berceloteh.  

"Guru… aku belum mengerti mengapa Engkau katakan bahwa para guru kami tidak dapat mengamalkan hidup yang baik sebab mereka ateis. Mereka percaya akan Olympus. Tapi mereka percaya…"

"Mereka percaya secara lahiriah. Sepanjang mereka sungguh percaya, sebagaimana orang-orang bijak yang sejati percaya pada Allah Yang Tak Dikenal yang Aku katakan kepada kalian, pada Allah itu Yang memuaskan jiwa mereka, bahkan meski Ia tanpa nama, bahkan andai mereka tidak menghendakinya, sepanjang mereka mengarahkan pikiran mereka pada Makhluk itu, yang jauh lebih unggul dibandingkan allah-allah malang yang penuh akan kesalahan umat manusia, akan kesalahan-kesalahan hina umat manusia, allah-allah yang diciptakan kekafiran bagi dirinya sendiri, mereka bagaimanapun memikirkan Allah, oleh sebab kebutuhan. Suatu jiwa adalah sebuah cermin yang merefleksikan dan suatu gema yang mengulang…"

"Apa, Guru?"

"Allah."

"Suatu perkataan yang agung!"

"Suatu kebenaran yang agung!"

Valeria, yang terpesona oleh pemikiran akan keabadian, bertanya: "Guru, katakanlah padaku di manakah jiwa anakku. Aku akan mencium tempat itu sebagai tempat doa dan aku akan menyembahnya, sebab itu adalah bagian dari Allah."

"Jiwa! adalah seperti cahaya ini yang ingin ditangkap si kecil Faustina tapi tak dapat, sebab tidak berjasad. Tapi ada di sana. Kau, Aku, teman-temanmu dapat melihatnya. Begitu juga suatu jiwa dapat dilihat dalam segala yang membedakan manusia dari binatang. Ketika si kecilmu akan mengatakan padamu pemikiran-pemikiran pertamanya, kau dapat katakan bahwa pengertian macam itu adalah jiwanya yang sedang menyatakan dirinya. Ketika dia akan mencintaimu tidak dengan insting, melainkan dengan akal budi, renungkan bahwa cinta itu adalah jiwanya. Ketika dia akan tumbuh besar menjadi cantik di sisimu, tidak lebih dalam tubuhnya dibandingkan dalam keutamaannya, renungkan bahwa kecantikan itu adalah jiwanya. Dan janganlah menyembah jiwanya, melainkan Allah Yang menciptakannya, Allah Yang menghendaki setiap jiwa menjadi tahta bagi-Nya."

"Tapi di manakah jiwa yang tak berjasad dan mulia ini: dalam hati orang? Dalam otak orang?"

"Dalam keseluruhan diri orang. Kau di dalamnya dan ia di dalammu. Apabila jiwa meninggalkanmu, kau akan menjadi jenazah. Apabila jiwa dibunuh oleh suatu kejahatan yang dilakukan manusia terhadap dirinya sendiri, manusia itu terkutuk, terpisah dari Allah untuk selamanya."  

"Jadi Engkau setuju bahwa filsuf yang mengatakan bahwa kita 'abadi' adalah benar, meski dia seorang yang mengenal Allah?" tanya Plautina.

"Aku tidak setuju. Aku akan lebih jauh. Aku katakan bahwa itu adalah masalah iman. Keabadian jiwa, yakni keabadian dari bagian manusia yang lebih luhur merupakan misteri yang paling pasti dan paling menghibur untuk dipercayai. Adalah yang meyakinkan kita akan darimana kita berasal, ke mana kita pergi, siapa kita, dan itu mengenyahkan segala kepahitan dari setiap perpisahan."

Plautina asyik tenggelam dalam pikirannya. Yesus mengamatinya dan diam. Akhirnya dia bertanya: "Dan apakah Engkau punya jiwa?"

Yesus menjawab: "Pasti."

"Tapi Engkau Allah atau Engkau bukan Allah?"   

"Aku Allah. Aku sudah mengatakannya. Tapi sekarang Aku mengenakan kodrat Manusia. Dan tahukah kalian mengapa? Sebab hanya dengan kurban-Ku ini Aku dapat mengatasi point-point yang tak teratasi oleh akal budi kalian, dan sesudah mengenyahkan kesalahan-kesalahan dan membebaskan budi, Aku dapat juga membebaskan jiwa-jiwa dari suatu perbudakan yang tak dapat Aku jelaskan pada kalian sekarang. Oleh karenanya Aku menyelubungi Kebijaksanaan dan Kekudusan dalam suatu tubuh. Aku menyebarkan Kebijaksanaan bagai benih di tanah dan serbuk-serbuk sari di udara. Kekudusan akan mengalir, seperti dari sebuah amphora berharga yang dibuka, ke atas dunia pada masa Rahmat dan akan menguduskan manusia. Kemudian Allah Yang Tak Dikenal akan menjadi dikenal."

"Tapi Engkau sudah dikenal. Barangsiapa meragukan kekuasaan-Mu dan kebijaksanaan-Mu, kalau bukan seorang jahat dia seorang pendusta."

"Aku dikenal. Tapi ini baru fajar hari. Tengah hari akan penuh dengan pengenalan akan Aku."

"Akan seperti apakah tengah hari-Mu? Suatu kemenangan? Akankah aku melihatnya?"

"Sungguh, akan merupakan suatu kemenangan. Dan kau akan hadir. Sebab kau membenci apa yang kau tahu dan kau merindukan apa yang tidak kau ketahui. Jiwamu lapar."

"Benar. Aku lapar akan kebenaran."

"Aku adalah Kebenaran."

"Jadi, berikanlah Diri-Mu padaku yang lapar."

"Yang perlu kau lakukan hanyalah datang ke meja-Ku. Sabda-Ku adalah roti kebenaran."

"Tapi apakah yang akan dikatakan allah-allah kami jika kami meninggalkan mereka? Akankah mereka melampiaskan murka mereka pada kami?" tanya Lydia yang merasa takut.

"Perempuan: apakah kau pernah melihat suatu pagi yang berkabut? Padang-padang rumput tidak kelihatan dalam kabut yang menutupi mereka. Lalu matahari bersinar dan kabut terserak, dan padang-padang rumput yang berkilau kelihatan lebih indah. Hal yang sama berlaku bagi allah-allah kalian, kabut pemikiran manusia yang malang, yang, dengan mengacuhkan Allah sementara butuh percaya, sebab iman merupakan kebutuhan permanen manusia, menciptakan Olympus, suatu cerita omong-kosong-yang-tidak-ada yang sesungguhnya. Dan dengan demikian allah-allah kalian, ketika matahari, yakni, Allah yang Benar, terbit, akan terserak dalam hati kalian tanpa dapat mencelakakan kalian. Sebab mereka tidak ada."

"Kami akan harus mendengarkan Engkau lagi… cukup sering… Kami jelas pasti ada di hadapan Yang tak dikenal. Segala yang Engkau katakan merupakan hal baru bagi kami."

"Tapi apakah itu memuakkan kalian? Dapatkah kalian menerimanya?"     

Plautina menjawab dengan yakin: "Tidak. Tidak memuakkan. Aku merasa lebih bangga akan sedikit yang aku ketahui sekarang, dan yang tidak diketahui Kaisar, tapi aku mengetahuinya."

"Baik, jadi, bertekunlah. Aku meninggalkan kalian dalam damai-ku."

Selengkapnya silakan baca "PUISI MANUSIA-ALLAH"





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"PUISI MANUSIA-ALLAH"
Maria Valtorta (1897-1961)

III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
161.
Cucu Eli, seorang Farisi dari Kapernaum, Disembuhkan
162.
Yesus di Rumah di Kapernaum Sesudah Mukjizat Atas Elisa
163.
Perjamuan Malam di Rumah Eli, si Farisi dari Kapernaum
164.
Menjelang Retret di Pegunungan Sebelum Pemilihan Para Rasul
165.
Pemilihan Keduabelas Rasul
166.
Khotbah Pertama Simon Zelot dan Yohanes
167.
Di Rumah Yohana Khuza. Yesus dan Para Perempuan Romawi
168.
Aglae di Rumah Maria di Nazaret
...
   Daftar Istilah




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang luar biasa. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya. Engkau sendiri, Nak, telah melihat reaksi-reaksi marah Setan…. Kau telah melihat pertentangan hingga banyak imam menolak karya ini. Ini juga membuktikan, Nak, bahwa ia yang tidak mengenali dalam Puisi itu aroma Ilahi, parfum adikodrati, memiliki jiwa yang terbeban dan suram."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Ya. Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta, sepuluh jilid. Bunda Maria mengatakan bahwa Puisi Manusia-Allah adalah kebenaran. Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)





"Hati Ilahi adalah samudera penuh dengan segala kebajikan, di mana jiwa-jiwa yang malang dapat mencampakkan segala kebutuhan mereka; adalah samudera penuh sukacita untuk menenggelamkan segala kesedihan kita, suatu samudera kerendahan hati untuk menenggelamkan kebodohan kita, suatu samudera kerahiman bagi mereka yang berduka, suatu samudera kasih untuk membenamkan kemalangan kita."

~ St Margareta Maria Alacoque




BUNDA MARIA DAN AGLAE, SEORANG PEREMPUAN ROMAWI
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 3

Ada ketukan samar di pintu utama. Maria mendongak dan mendengarkan… Ketukan itu begitu samar hingga Maria tentunya berpikir bahwa itu disebabkan oleh binatang malam atau oleh angin dan Ia menundukkan kepala-Nya kembali ke atas pekerjaan-Nya. Tapi ketukan itu berulang dan lebih keras. Maria berdiri dan menuju pintu. Sebelum membukanya Ia bertanya: "Siapakah yang mengetuk?"

Suara yang lirih menjawab: "Seorang perempuan. Dalam nama Yesus, kasihanilah aku."

Maria segera membuka pintu dengan mengangkat lampunya untuk melihat si peziarah. Ia melihat setumpukan kain, dari mana tak seorang pun tampak. Setumpukan kain malang, yang membungkuk sangat dalam dan berkata: "Salam! Bunda-ku!" dan lalu sekali lagi: "Dalam nama Yesus, kasihanilah aku."

"Masuklah dan katakan pada-Ku apa yang kau inginkan. Aku tidak mengenalmu."

... "Aku berasal dari Sirakusa… Aku duapuluh enam tahun... ... Oh! Betapa suatu pergulatan yang mengerikan melawan diriku sendiri! Kehabisan tenaga, berlumuran darah, terluka, demam, tanpa Dokter-ku, tanpa tempat tinggal, tanpa makanan, aku menatap apa yang ada di belakangku dan apa yang ada di depanku… Masa laluku berkata padaku: 'Kembalilah', masa sekarangku berkata: 'Akhiri hidupmu', masa depanku biasa mengatakan: 'Berharaplah.' Dan aku sungguh berharap… aku tidak bunuh diri. Aku akan bunuh diri, jika Ia menolakku, sebab aku tidak mau menjadi seperti aku sebelumnya!... Aku mau mati hanya sesudah aku diampuni. Aku ingin mati tanpa mengingat apapun selain Juruselamat-ku. Aku ingin mati dengan mengetahui bahwa Kebijaksanaan-Nya bersahabat terhadapku…" Aglae menangis, prostratio dalam duka.... "Aku tak lagi berharap… Dunia benar. Aku tak dapat diampuni."

"Kau tak dapat diampuni oleh dunia. Kau dapat diampuni oleh Allah. Biarkan Aku berbicara padamu dalam nama Kasih Mahatinggi, Yang memberi-Ku seorang Putra supaya Aku dapat memberikan-Nya kepada dunia. Ia mengambilku dari konsekrasi keperawananku yang sahaja dan terberkati supaya dunia dapat menerima Pengampunan. Ia mencurahkan darah-Ku bukan dari saat Aku melahirkan-Nya melainkan dari hati-Ku dengan menyingkapkan pada-Ku bahwa AnakKu adalah Kurban Agung. Tataplah aku, puteri. Ada luka sangat besar dalam hati ini, yang telah mengerang selama lebih dari tigapuluh tahun dan sekarang menjadi semakin dan semakin dalam dan menghabiskan-Ku. Tahukah kau apa namanya?"

"Dukacita."

"Bukan. Kasih. Adalah kasih yang mencucurkan darah-Ku agar PutraKu bukan menjadi satu-satunya yang menyelamatkan. Adalah kasih yang membakar-Ku agar Aku dapat memurnikan mereka yang tidak berani datang kepada PutraKu. Adalah kasih yang menyebabkan-Ku menangis agar Aku dapat membasuh orang-orang berdosa. Kau menginginkan belaian-Ku. Aku memberimu airmata-Ku yang akan telah membasuhmu dan memampukanmu menatap pada TuhanKu. Janganlah menangis seperti itu! Kau bukanlah satu-satunya pendosa yang telah datang kepada Tuhan dan pergi dengan telah ditebus. Perempuan-perempuan lain sudah datang, dan lebih banyak lagi yang akan datang.

Kau tak yakin bahwa Ia dapat mengampunimu? Tapi tak dapatkah kau lihat dalam  semuanya yang terjadi atasmu kehendak misterius dari Kebaikan Ilahi? ... Tersenyumlah, puteri dari kerahiman ilahi! PutraKu sedang mengerjakan dalam dirimu apa yang Ia katakan padamu di Hebron. Ia telah melakukannya. Kau telah diselamatkan, sebab kehendak baikmu untuk diselamatkan, sebab kau telah datang untuk mengenal kemurnian, penderitaan, Yang Baik. Jiwamu telah hidup kembali. Ya, kau butuh sabda-Nya yang mengatakan padamu dalam nama Allah: 'Kau telah diampuni.' Aku tak dapat mengatakannya. Tapi aku memberimu ciuman-Ku sebagai suatu janji, sebagai suatu awal dari pengampunan…     

Oh Roh Abadi, sedikit dari-Mu selalu ada dalam MariaMu! Ijinkanlah Ia [= Maria] untuk mencurahkan Roh-Mu Yang Menguduskan atas anak ini yang menangis dan berharap. Demi PutraMu, ya Allah Kasih, selamatkanlah perempuan ini yang mengharapkan keselamatan dari Allah. Semoga Rahmat, dengan mana Malaikat mengatakan bahwa Allah telah memenuhi Aku, semoga Rahmat itu dengan suatu mukjizat bersemayam atasnya dan menopangnya hingga Yesus, Juruselamat Terberkati, Imam Mahatinggi, memberinya absolusi dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus…"


Kisah Aglae. Selengkapnya silakan baca "PUISI MANUSIA-ALLAH"





"Dalam rahim Maria jiwa harus dilahirkan kembali seturut rupa Yesus Kristus. Ia akan memberi makan jiwa dengan susu dari rahmat-Nya, membelai dan membesarkan kita dengan cara yang sama Ia memberi makan dan membesarkan Yesus."

~ St. Maximilianus Kolbe








Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : November 2016