Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Agustus 2016




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: AGUSTUS 2016


MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1


Yer 28:1-17
Mat 14:13-21
2
Yer 30:1-2,12-15,18-22
Mat 14:22-36 atau 15:1-2,10-14
3



Yer 31:1-7
Mat 15:21-28
4


Yer 31:31-34
Mat 16:13-23
5
Neh 1:15;2:2; 3:1.6.7
Mat 16:24-28
6

Hab 1:12-2:4
Mat 17:14-20
7
HM Biasa XIX


Keb. 18:6-9
Ibr. 11:1-2,8-19
 Luk. 12:32-48
8



Yeh. 1:2-5,24-2:1a
Mat. 17:22-27
9

Yeh. 2:8-3:4
Mat. 18:1-5,10,12-14
10



2Kor. 9:6-10
Yoh. 12:24-26
11


Yeh. 12:1-12
Mat. 18:21 - 19:1
12

Yeh. 16:1-15,60,63 atau Yeh. 16:59-63
Mat. 19:3-12
13

Yeh 18:1-10,13b,30-32
Mat 19:13-15
14
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab
1Kor. 15:20-26
 Luk. 1:39-56
15




Yeh. 24:15-24
Mat. 19:16-22
16


Yeh. 28:1-10
Mat. 19:23-30
17

Sir. 10:1-8
1Ptr. 2:13-17
Mat. 22:15-21
18



Yeh. 36:23-28
Mat. 22:1-14
19



Yeh. 37:1-14
Mat. 22:34-40
20



Yeh. 43:1-7a;
Mat. 23:1-12
21
HM BIasa XXI


Yes. 66:18-21
Ibr. 12:5-7,11-13
Luk. 13:22-30
22



2Tes. 1:1-5,11b-12
Mat. 23:13-22
23



2Tes. 2:1-3a,13b-17; Mat. 23:23-26
24


Why. 21:9b-14
Yoh. 1:45-51
25


1Kor. 1:1-9
Mat. 24:42-51
26


1Kor. 1:17-25
Mat. 25:1-13
27

1Kor. 1:26-31
Luk. 7:11-17
atau Sir. 26:1-4,16-21; Luk. 7:11-17
28
HM Biasa XXII

Sir. 3:17-18,20,28-29; Ibr. 12:18-19,22-24a; Luk. 14:1,7-14
29


Yer. 1:17-19
Mrk. 6:17-29
30



1Kor. 2:10b-16
Luk. 4:31-37
31



1Kor. 3:1-9
Luk. 4:38-44



1Kor. 3:18-23
Luk. 5:1-11
2


1Kor. 4:1-5
Luk. 5:33-39
3


1Kor. 4:6b-15
Luk. 6:1-5
4
HM Biasa XXIII
HM Kitab Suci Nasional
Keb. 9:13-18
Flm. 9b-10,12-17
Luk. 14:25-33
5


1Kor. 5:1-8
Luk. 6:6-11
6



1Kor. 6:1-11
Luk. 6:12-19
7


1Kor. 7:25-31
Luk. 6:20-26
8

Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30
Mat. 1:1-16,18-23
9



1Kor. 9:16-19,22b-27; Luk. 6:39-42
10


1Kor. 10:14-22a;
Luk. 6:43-49




"HATI SEORANG IBUNDA"
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 2

[Yesus dan Maria di rumah Nazaret] "Nak, sekarang sesudah kita sendirian, katakanlah pada-Ku kebenarannya. Seluruh kebenarannya. Mengapakah mereka mengusir-Mu?" Maria berbicara seraya menempatkan kedua tangan-Nya di atas bahu Yesus dan menatap pada wajah tirus-Nya.

Yesus tersenyum lembut namun sedih: "Sebab Aku berusaha untuk mengembalikan manusia pada kejujuran, keadilan dan pada agama yang benar."

"Tapi, siapakah yang mendakwa-Mu? Orang-orang?"

"Tidak, Bunda, kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat, dengan pengecualian segelintir orang benar di antara mereka."

"Tapi, apakah yang telah Engkau lakukan hingga membangkitkan dakwaan-dakwaan mereka?"

"Aku mengatakan kebenaran kepada mereka. Tahukah Engkau bahwa itu adalah kesalahan terbesar bagi manusia?"

"Apakah yang dapat mereka katakan demi membenarkan dakwaan-dakwaan mereka?"

"Mereka berdusta. Seperti yang Engkau tahu dan banyak dusta lainnya."

"Katakanlah pada BundaMu. Tempatkanlah dukacita-Mu, segenap dukacita-Mu dalam pangkuan-Ku. Pangkuan seorang ibu biasa dan bersuka menampung duka, demi menghalaunya dari hati anaknya. Berikanlah dukacita-Mu pada-Ku, Yesus. Kemarilah, seperti yang biasa Engkau lakukan ketika masih kanak-kanak, dan luahkanlah segala kepahitan-Mu."

Yesus duduk di sebuah bangku kecil tanpa sandaran di depan kaki BundaNya dan menceritakan pada-Nya semua yang terjadi sepanjang bulan-bulan yang lewat di Yudea, tanpa rasa dengki dan tanpa menyembunyikan suatu pun.

Maria membelai rambut-Nya dengan senyum gagah berani pada birbir-Nya guna menahan airmata yang berkilau pada mata-Nya yang biru.

Yesus menyebutkan juga pentingnya mendekati para perempuan demi menebus mereka dan dukacita-Nya sebab tak dapat melakukannya karena kejahatan manusia.

Maria mengangguk tanda setuju dan lalu Ia memutuskan: "Nak, janganlah menolak apa yang Aku inginkan. Mulai dari sekarang Aku akan ikut bersama-Mu ketika Engkau pergi. Aku akan ikut kapan saja, dalam keadaan apa saja, kemana saja. Aku akan membela-Mu dari dakwaan-dakwaan palsu. Kehadiran-Ku yang sederhana akan merontokkan lumpur... Itulah apa yang dibutuhkan dekat dengan Yang Kudus, dalam melawan setan dan melawan dunia: hati seorang ibunda."           

Selengkapnya silakan baca "PUISI MANUSIA-ALLAH"





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"PUISI MANUSIA-ALLAH"
Maria Valtorta (1897-1961)

III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
145.
Evangelisasi di Sikhar
146.
Perpisahan dengan Penduduk Sikhar
147.
Pengajaran kepada Para Rasul dan Mukjizat atas Perempuan Sikhar
148.
Yesus Mengunjungi Pembaptis dekat Ennon
149.
Yesus Mengajar Para Rasul
150.
Yesus di Nazaret. "Nak, Aku Akan Ikut Bersama-Mu."
151.
Di Rumah Susana di Kana. Pejabat Istana.
152.
Di Rumah Zebedeus. Salome Diterima sebagai Murid
153.
Yesus Berbicara kepada Para Murid-Nya Tentang Kerasulan Perempuan
154.
Yesus di Kaisarea di Laut Berbicara kepada Para Budak Galley
155.
Penyembuhan Seorang Gadis Kecil Romawi di Kaisarea
...
   Daftar Istilah




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang luar biasa. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya. Engkau sendiri, Nak, telah melihat reaksi-reaksi marah Setan…. Kau telah melihat pertentangan hingga banyak imam menolak karya ini. Ini juga membuktikan, Nak, bahwa ia yang tidak mengenali dalam Puisi itu aroma Ilahi, parfum adikodrati, memiliki jiwa yang terbeban dan suram."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Ya. Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta, sepuluh jilid. Bunda Maria mengatakan bahwa Puisi Manusia-Allah adalah kebenaran. Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)






 "Cintailah Bunda kita. Dan Ia akan memperolehkan berlimpah rahmat guna menolongmu menaklukkan pergulatanmu sehari-hari."


~ St Josemaria Escriva




PAUS FRANSISKUS MEREFLEKSIKAN PERAN PENTING SEORANG IBU

"Hidup yang tanpa tantangan itu tidak ada," dan itu merupakan satu alasan mengapa seorang anak membutuhkan ibu, demikian dikatakan Bapa Suci.

Ibu berperan penting dengan membantu anak "melihat masalah-masalah hidup secara realistik," tanpa "terjerat di dalamnya". Seorang ibu membantu anak-anaknya untuk "menangani" masalah-masalah yang ada dengan gagah berani dan menjadikan anak-anak cukup kuat untuk mengatasi masalah-masalah tak terhindarkan yang mereka hadapi.

Tentu saja, dalam peran ini seorang ibu berjalan di garis yang tepat, dengan mencari "keseimbangan yang sehat" bagi si anak, artinya, menurut Bapa Suci, seorang ibu "tidak selalu menghantar anaknya sepanjang jalan yang aman-aman saja, sebab dengan demikian si anak tidak akan dapat berkembang, pula seorang ibu tidak akan membiarkan anaknya hanya di jalan yang mengandung resiko, sebab itu membahayakan." Seorang ibu, "tahu bagaimana menyeimbangkannya."

Dalam kunjungan beliau pada tanggal 4 Mei 2013 ke Basilika St. Mary Major, Bapa Suci secara istimewa menekankan keibuan Maria. Dalam hidupnya sendiri, Maria "melihat banyak saat-saat sulit," namun demikian "sebagai seorang ibu yang baik ia dekat dengan kita, agar kita jangan pernah patah semangat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup" dan "agar kita dapat merasakan dukungannya dalam menghadapi dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam perjalanan hidup manusiawi dan Kristiani kita." Selanjutnya Bapa Suci meyakinkan bahwa "Maria membantu kita untuk bertumbuh sebagai seorang manusia dan dalam iman, untuk menjadi kuat dan tidak pernah jatuh ke dalam pencobaan menjadi manusia-manusia dan orang-orang Kristen gampangan, melainkan untuk hidup penuh tanggung-jawab, untuk berjuang bahkan dengan terlebih luhur."


    SP Maria Bunda Pertolongan Orang Kristen
    SP Maria Bunda Penolong Abadi oleh P. William P. Saunders
    SP Maria Bunda Penolong Abadi







"Setiap ibu adalah seperti Musa.
Dia tidak memasuki tanah terjanji.
Dia mempersiapkan suatu dunia yang tidak akan dilihatnya."


~ Paus Paulus VI




CHIARA CORBELLA PETRILLO - SANTA GIANNA BERETTA MOLLA KEDUA

"Mama akan pergi ke surga untuk merawat Maria dan David, kau di sini bersama Papa. Mama akan berdoa untukmu." ~ Chiara Petrillo, kepada puteranya Francesco.

Chiara, adalah seorang ibu muda Italia berusia 28 tahun yang menolak pengobatan kanker guna menyelamatkan jiwanya, namun membahayakan bahkan dapat membunuh janin bayinya. Francesco, bayinya, lahir sehat; Chiara meninggal dunia.

"Dalam kisah pasangan suami istri Petrillo, orang dapat mengenali penghiburan ilahi dari surga," demikian dikatakan Simone Troisi dan Christiana Paccini, sahabat dekat keluarga Petrillo yang menuliskan buku biografi Chiara: "Chiara Corbella Petrillo: A Witness to Joy" yang diterbitkan oleh Sophia Institute Press. "Mereka mendapati bahwa dalam segala situasi, tidak ada sungguh alasan untuk menjadi sedih. Ini karena Chiara memperlihatkan bahwa jika kita memiliki Allah sebagai pembimbing kita, maka kemalangan itu tidak ada."     

Chiara, 18 tahun, bertemu dengan Enrico Petrillo di Medjugorje pada tahun 2002 dan menikah enam tahun kemudian di Italia pada tanggal 21 September 2008. Dalam masa awal perkawinan mereka, pasangan muda Italia ini menghadapi banyak kesulitan hidup bersama. Anak sulung, Maria, telah didiagnosa cacat payah semenjak dalam kandungan. Chiara dan Enrico menolak untuk mengaborsinya kendati anjuran yang terus-menerus diajukan kepada mereka. Maria hidup selama 30 menit, dibaptis, dicintai dan ditangisi kepergiannya. Anak kedua, David, semenjak dalam kandungan didiagnosa tidak memiliki kaki. David meninggal tak lama sesudah dilahirkan; dia disayangi dan dicintai hingga akhir.

Ketika Chiara mengandung anak ketiga mereka, Francesco, kabar gembira kehamilan ini disampaikan bersamaan dengan berita sedih diagnosa kanker carcinoma mematikan dalam tubuh Chiara. Sepanjang masa kehamilan, Chiara menolak pengobatan apapun yang dapat menyelamatkan hidupnya, sebab itu dapat membahayakan hidup putera yang dikandungnya. Seturut teori moral Katolik, Chiara tidak harus menolak pengobatan untuk menyelamatkan nyawanya. Apabila pengobatan diberikan dengan tujuan untuk menyelamatkan hidup ibu, di mana dampak yang sama sekali tidak diharapkan adalah dapat membunuh janin bayi yang belum dilahirkan, maka secara moral pengobatan dapat diterima. Hal ini sama sekali berbeda dari membunuh si bayi demi menyelamatkan ibunya. Dalam kasus yang terakhir ini, orang dengan sengaja bertujuan membunuh si bayi demi menyelamatkan hidup si ibu. Teori moral Katolik berpegang bahwa adalah tidak pernah, sama sekali tidak pernah, secara moral menerima pembunuhan seorang yang tidak berdosa demi menyelamatkan hidup yang lain. Tidak peduli siapa pun yang hendak diselamatkan itu.          

Sementara kanker mengganas dalam tubuhnya, Chiara menjadi sulit untuk berbicara dan kehilangan penglihatan pada satu matanya, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. "Penderitaannya menjadi suatu tempat kudus sebab itulah tempat di mana dia berjumpa dengan Allah," kenang Troisi dan Paccini. Ada sesuatu yang berbeda dengan keluarga Petrillo dalam menghadapi masa-masa sulit - mereka bertaut pada rahmat Allah yang menjadikan keluarga mereka teristimewa damai tenang. Mereka berdamai dengan kenyataan bahwa Chiara tidak akan menjadi tua bersama Enrico ataupun menyaksikan Francesco tumbuh dewasa.

Pasangan muda Petrillo menunjukkan bagaimana "tujuan dari hidup kita adalah untuk mengasihi… menikah merupakan suatu hal yang mengagumkan, suatu petualangan yang membuka jalan ke Surga di rumah." Kisah Chiara dan Enrico yang mengagumkan adalah "sebuah kisah keselamatan di mana Allah memperlihatkan Diri-Nya sebagai Allah yang setia: mereka percaya pada-Nya dan mereka tidak dikecewakan."

Chiara bukanlah "seorang perempuan muda luar biasa yang berbeda dari kita." Sebaliknya, dia bergulat dengan banyak ketakutan dan kekhawatiran manusia. "Ia memiliki pertanyaan-pertanyaan yang sama dengan kita, penolakan dan pergulatan yang sama, ketakutan yang sama," demikian tulis Troisi dan Paccini, yang menjadikannya berbeda ialah "kapasitasnya untuk menyerahkan segala sesuatunya dalam tangan Bapa, untuk menyambut rahmat yang dibutuhkan bagi langkah apapun yang harus ditempuhnya."

Chiara, tidak mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, melainkan mengandalkan rahmat dan penghiburan dari Allah…. Ia tidak pernah meragukan kesetiaan Allah pada janji-Nya akan kebahagiaan dari kisah hidupnya."

Pada hari-hari terakhir Chiara, Enrico memeluk rahmat Allah seperti yang dilakukan Chiara, seraya mengatakan, "Jika ia hendak pergi bersama Seorang yang mengasihinya lebih dari aku, mengapakah aku harus bersedih?"

"Kebenarannya adalah bahwa salib ini - jika engkau memeluknya bersama Kristus - berhenti menjadi sejelek tampaknya. Jika engkau mengandalkan-Nya, engkau akan mendapati bahwa api ini, salib ini, tidak membakar, dan bahwa damai dapat ditemukan dalam penderitaan dan sukacita dalam kematian," kata Enrico.

"Apabila aku menatap Chiara pada saat ia meregang nyawa, aku jelas menjadi sangat sedih. Tapi aku mengerahkan keberanian dan beberapa jam sebelumnya - sekitar pukul delapan pagi, Chiara wafat siang hari - aku bertanya padanya: 'Chiara, kekasihku, apakah salib ini sungguh manis, seperti yang dikatakan Tuhan?' Ia menatapku dan ia tersenyum, dan dengan suara lirih ia mengatakan, 'Ya, Enrico, sangat manis.'"

Chiara wafat pada tanggal 13 Juni 2012 di rumahnya dengan mengenakan gaun pengantinnya, dengan dikelilingi keluarga, sanak saudara dan sahabat. Kendati masa hidupnya di dunia sudah berakhir, Chiara akan terus menjadi seorang saksi sukacita.


Santa Gianna Beretta Molla: Istri, Ibu, Dokter dan Saksi Gerakan Pencinta Kehidupan (pro-life)
"Terima kasih, Emilia!"






 "Rahasia kebahagiaan adalah melewatkan detik demi detik dengan mengucap syukur kepada Allah atas apa yang Ia kirimkan kepada kita setiap hari dalam kebajikan-Nya."


~ St Gianna Beretta Molla




LOWONGAN KERJA

Dibutuhkan Segera ...

Dibutuhkan segera untuk suatu pekerjaan tetap yang menantang di lingkungan kerja yang seringkali kacau-balau. Calon haruslah memiliki kemampuan berkomunikasi yang luwes, ketrampilan berorganisasi dan bersedia bekerja dengan jam kerja yang panjang, termasuk kerja di pagi-pagi buta, di akhir-akhir pekan, serta siap sedia selama 24 jam sehari.

Beberapa perjalanan menginap di luar kota mungkin perlu dilakukan, termasuk perjalanan ke tempat-tempat perkemahan yang terpencil serta primitif di akhir pekan di bawah guyuran hujan, juga ke pertandingan-pertandingan olah raga yang tak habis-habisnya di berbagai kota yang jauh. Biaya perjalanan ditanggung sendiri. Jasa layan antar ke tempat-tempat yang jauh mungkin juga dibutuhkan.

Keuntungan: walaupun tidak tersedia fasilitas asuransi kesehatan maupun asuransi perawatan gigi, tidak tersedia dana pensiun, tidak ada penggantian segala macam bentuk pengeluaran, tidak ada gaji lembur dan tidak ada pilihan ganti jabatan, pekerjaan ini menawarkan kesempatan tak terbatas bagi pengembangan pribadi serta peluk cium gratis seumur hidup jika anda menjalankan peran dengan baik.

 Pekerjaan yang ditawarkan: IBU.





 "Pengalaman ini menjadikanmu… dia yang adalah jangkar,
sementara si anak melangkah menempuh perjalanan hidupnya."


~ Paus Yohanes Paulus II



"Ny. Edison, di mana pun anda berada, terima kasih!"




27 AGUSTUS: SANTA MONIKA - PELINDUNG PARA IBU RUMAH TANGA

"Kalau aku anakmu, ya Allah-ku, itu karena Engkau memberiku seorang ibu yang demikian!" ~ St Agustinus.

Kita perlu mengingatkan diri kita sendiri bahwa Yesus selalu siap untuk menjawab doa-doa kita. Akan tetapi janganlah kita menjadi tidak sabar apabila doa-doa kita tidak dijawab sesegera seperti yang kita harapkan. Yesus hanya meminta kita untuk setia, untuk berupaya menunaikan kewajiban kita dalam mengamalkan dan mewartakan iman Katolik kita teristimewa kepada anak-anak kita. Kita perlu mengandalkan-Nya mengenai bagaimana dan bilamana Ia menjawab doa-doa kita.  

Akan sangat mematahkan semangat apabila anak-anak kita tidak menerima semua ajaran Yesus dan Gereja-Nya, tapi kita harus berupaya mengatasi patah semangat kita dengan mengandalkan Ia dan Maria, BundaNya.


St Monika - Doa dan Airmata Selama 20 Tahun!
Doa kepada St Monika









Yang Baru:
 Edisi YESAYA Juli 2016


Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Agustus 2016