Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net
Edisi Juni 2013
KALENDER LITURGI: JUNI 2013
SURGA
Dikutip dari: Katekismus Gereja Katolik, #1023 - #1029
Orang yang mati dalam rahmat dan persahabatan Allah dan disucikan sepenuhnya, akan hidup selama-lamanya bersama Kristus. Mereka serupa dengan Allah untuk selama-lamanya, karena mereka melihat Dia "dalam keadaan-Nya yang sebenarnya" (1 Yoh 3:2) dari muka ke muka."Kami mendefinisikan berkat wewenang apostolik, bahwa menurut penetapan Allah yang umum, jiwa-jiwa semua orang kudus… dan umat beriman yang lain, yang mati sesudah menerima Pembaptisan suci Kristus, kalau mereka memang tidak memerlukan suatu penyucian ketika mereka mati,… atau, kalaupun ada sesuatu yang harus disucikan atau akan disucikan, ketika mereka disucikan setelah mati,… sudah sebelum mereka mengenakan kembali tubuhnya dan sebelum pengadilan umum, sesudah Kenaikan Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus ke surga sudah berada dan akan berada di surga, dalam Kerajaan surga dan firdaus surgawi bersama Kristus, sudah bergabung pada persekutuan para malaikat yang kudus, dan sesudah penderitaan dan kematian Tuhan kita Yesus Kristus, jiwa-jiwa ini sudah melihat dan sungguh melihat hakikat ilahi dengan suatu pandangan langsung, dan bahkan dari muka ke muka, tanpa perantaraan makhluk apa pun" (Benediktus XII: DS 1000; bdk. LG 49).
Kehidupan yang sempurna bersama Tritunggal Mahakudus ini, persekutuan kehidupan dan cinta bersama Allah, bersama Perawan Maria, bersama para malaikat dan orang kudus, dinamakan "surga". Surga adalah tujuan terakhir dan pemenuhan kerinduan terdalam manusia, keadaan bahagia tertinggi dan definitif.
Hidup di dalam surga berarti "ada bersama Kristus". Kaum terpilih hidup "di dalam Dia", mempertahankan, atau lebih baik dikatakan, menemukan identitasnya yang sebenarnya, namanya sendiri:
"Hidup berarti ada bersama Kristus; di mana ada Kristus, di sana dengan sendirinya ada kehidupan, di sana ada Kerajaan" (Ambrosius, Luc. 10,121).
Oleh kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus Kristus telah "membuka" surga bagi kita. Kehidupan orang bahagia berarti memiliki secara penuh buah penebusan oleh Kristus. Ia mengundang mereka, yang selalu percaya kepada-Nya dan tetap setia kepada kehendak-Nya, mengambil bagian dalam kemuliaan surgawi-Nya. Surga adalah persekutuan bahagia dari semua mereka yang bergabung sepenuhnya dengan Dia.
Misteri persekutuan berbahagia dengan Allah ini dan dengan semua mereka yang berada dalam Kristus, mengatasi setiap pengertian dan setiap gambaran. Kitab Suci berbicara kepada kita mengenai itu dalam gambar-gambar, seperti kehidupan, terang, perdamaian, perjamuan pernikahan meriah, anggur Kerajaan, rumah Bapa, Yerusalem surgawi, dan firdaus: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semuanya itu disediakan oleh Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Kor 2:9).
Oleh karena Allah itu Mahaagung, maka Ia hanya dapat dilihat, dalam keadaan-Nya yang sebenarnya, apabila Ia sendiri membiarkan manusia melihat misteri-Nya secara langsung dan menyanggupkannya untuk itu. Memandang Allah dalam kemuliaan surgawi-Nya secara demikian dinamakan Gereja "pandangan yang membahagiakan" [visio beatifica].
"Betapa mulianya, betapa gembiranya, kalau engkau diizinkan untuk melihat Allah, kalau engkau mendapat kehormatan, menikmati kegembiraan kebahagiaan dan terang abadi bersama Kristus, Tuhan dan Allahmu… bersama orang-orang benar dan sahabat Allah dalam Kerajaan surga, bergembira atas nikmat kebakaan yang dianugerahkan" (Siprianus, en. 58 10 1).
Mereka yang berbahagia di dalam kemuliaan surga tetap memenuhi kehendak Allah dengan gembira. Mereka melakukan itu juga dalam hubungan dengan manusia lain dan seluruh ciptaan, karena mereka memerintah bersama Kristus; bersama Dia mereka akan "memerintah sampai selama-lamanya" (Why 22:5).
PENGLIHATAN AKAN SURGA
Theresia Neumann (1898 - 1962), seorang stigmatis dan visionaris, dianugerahi banyak penglihatan semasa hidupnya; di antaranya adalah penglihatan-penglihatan mistik mengenai surga yang dialaminya secara rutin pada Hari Raya Semua Orang Kudus. Pada tanggal 1 November 1928, Pastor Naber, pembimbing rohaninya, menulis di catatan harian sebagai berikut:"Pagi hari pukul 6, Theresia diperkenankan memandang surga. Dalam penglihatan pertama ia melihat Juruselamat, dikelilingi oleh Maria, Yosef, para rasul, keduapuluh empat tua-tua, ketujuh malaikat agung dan suatu himpunan besar malaikat-malaikat lain. Dalam penglihatan kedua ia melihat Juruselamat di antara jiwa-jiwa perawan (keterangan: para imam, anggota ordo religius, para perawan), dan dalam penglihatan ketiga Juruselamat di antara para kudus lainnya. Ia mengenali beberapa di antara mereka, yang telah ia lihat dalam penglihatan-penglihatan sebelumnya atau yang ia kenal semasa hidup mereka.
Semuanya tampak sebagai makhluk-makhluk murni dan cemerlang; di samping Juruselamat, ia melihat dua yang memiliki tubuh yang ditransfigurasikan, Maria dan Elia. Theresia begitu terpikat oleh apa yang ia lihat, hingga ia merindukan kematian…."
Perantaraan bagi Jiwa-jiwa Menderita juga merupakan kepedulian Theresia. Ia merasakan belas-kasihan yang besar bagi jiwa-jiwa menderita yang malang, dan sepanjang waktu mempersembahkan doa-doa dan kurban-kurban demi pembebasan mereka. Kerap kali, ia dapat membebaskan jiwa-jiwa dari purgatorium dan mengalami, betapa jiwa yang bersangkutan amat berterima kasih kepadanya dan dihantar naik ke surga.
SURGA VERSUS NERAKA
dikutip dari: Hell plus How to Avoid Hell by Fr. FX Schouppe, S.J. and Thomas A. Nelson.
Seorang lintah darat, yang adalah seorang ayah dari tiga orang putera dalam sebuah keluarga yang menjadi kaya raya karena perbuatan-perbutan dosa, jatuh sakit parah. Ia tahu bahwa ajalnya sudah menjelang, namun demikian ia tak dapat memutuskan untuk melakukan ganti rugi. "Jika aku membayarkan ganti rugi," katanya, "bagaimana dengan anak-anakku?" Bapa pengakuannya, seorang imam yang bijaksana, menggunakan akal cerdiknya demi menyelamatkan jiwa malang ini. Imam mengatakan kepadanya bahwa jika ia ingin sembuh, maka imam akan memberinya suatu obat yang sangat sederhana tapi mahal harganya. "Apakah seribu, duaribu, atau bahkan sepuluhribu francs?" segera si ayah lanjut usia itu menjawab. "Obat apakah itu?" "Pengobatan dengan menuangkan lemak cair dari seorang yang hidup pada tubuh yang sekarat. Tak banyak yang dibutuhkan. Jika kau menemukan orang yang bersedia melakukannya, demi sepuluhribu francs, merelakan satu tangan dibakar kurang dari seperempat jam, maka itu sudahlah cukup."
"Sungguh sayang!" kata laki-laki malang itu. Dengan menghela napas ia berkata, "Aku khawatir tak dapat menemukan orang yang bersedia melakukannya." "Aku akan membantumu," kata sang imam dengan tenang. "Panggillah putera sulungmu; ia mengasihimu; ia akan menjadi ahli warismu; katakan kepadanya, 'Nak, kau dapat menyelamatkan nyawa ayahmu jika kau bersedia merelakan satu tangan dibakar di atas api hanya untuk seperempat jam saja.' Jika ia menolak, tawarkan pada putera kedua, berjanjilah untuk menjadikannya ahli waris sebagai ganti kakaknya. Jika ia menolak juga, maka putera ketiga pastinya akan setuju." Maka, tawaran pun diajukan secara berurutan kepada tiga bersaudara itu, yang, satu sesudah yang lain, menolak dengan ngeri. Maka sang ayah pun murka dan berkata kepada mereka: "Apa? Demi menyelamatkan nyawaku, sakit yang sekejap saja menggentarkan kalian? Dan aku, demi kenyamanan kalian, bersedia ke neraka - dibakar selama-lamanya! Sungguh, aku ini sudah gila." Dan ia bergegas membayar segala hutang-hutangnya tanpa peduli lagi akan kenyamanan hidup anak-anaknya. Ia benar, begitu pula ketiga puteranya. Merelakan satu tangan dibakar, meski hanya seperempat jam saja, bahkan demi menyelamatkan nyawa seorang ayah, adalah pengorbanan yang di luar kekuatan manusia.
"Betapa pastilah indah surga itu! Camkan itu!" ~ Don BoscoSeorang anak laki-laki berumur limabelas tahun di Turin sedang menghadapi ajal. Ia minta segera dipanggilkan Don Bosco, akan tetapi si imam kudus tak dapat tiba pada waktunya. Seorang imam lain menerima pengakuan dosanya dan si bocah pun meninggal dunia. Ketika Don Bosco tiba di Turin, ia langsung bergegas datang menengoknya. Ketika diberitahukan kepadanya bahwa anak itu telah meninggal dunia, Don Bosco bersikeras bahwa itu "hanyalah sekedar salah paham." Setelah berdoa beberapa saat lamanya dalam kamar si anak yang telah meninggal dunia itu, Don Bosco sekonyong-konyong berseru: "Charles! Bangunlah!" Sungguh mencengangkan mereka semua yang hadir ketika anak laki-laki itu mulai bergerak, membuka kedua matanya, lalu duduk. Melihat Don Bosco, matanya bersinar-sinar.
"Don Bosco, seharusnya aku sekarang berada di neraka!" katanya terbata-bata. "Dua minggu yang lalu aku bersama seorang teman yang berperilaku buruk yang mengajakku berbuat dosa dan di pengakuanku yang terakhir, aku takut mengatakan semua yang terjadi… Oh, aku baru saju bangun dari suatu mimpi yang mengerikan! Aku bermimpi aku sedang berdiri di tepi sebuah tungku raksasa yang dikelilingi oleh segerombolan setan. Mereka hendak mencampakkanku ke dalam api ketika seorang Perempuan yang sangat cantik muncul dan menghentikan mereka. 'Masih ada harapan untukmu, Charles,' katanya kepadaku. 'Kau masih belum diadili!' Tepat pada saat itu aku mendengarmu memanggilku. Oh, Don Bosco! Betapa senang melihatmu lagi! Maukah engkau mendengarkan pengakuanku?"
Sesudah mendengarkan pengakuan si anak, Don Bosco berkata kepadanya, "Charles, sekarang pintu-pintu gerbang surga terbuka lebar untukmu, apakah kau ingin pergi ke sana atau tinggal di sini bersama kami?" Anak itu menerawang jauh sesaat, kedua matanya mulai basah oleh airmata. Hening harap menguasai ruangan. "Don Bosco," akhirnya si anak berkata, "aku lebih suka pergi ke surga." Mereka yang berduka memandang takjub sementara Charles menyandarkan diri pada bantal, menutup kedua matanya, dan sekali lagi tidur dalam istirahat abadi.
Yang Tetap:
Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.
Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net
Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Juni 2013
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||