Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi November 2017




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
13. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: NOVEMBER 2017

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1

Why. 7:2-4,9-141Yoh. 3:1-3
Mat. 5:1-12a
2

2Mak. 12:43-46
1Kor. 15:12-34
 Yoh. 6:37-40
3


Rm. 9:1-5
Luk. 14:1-6
4

Rm. 11:1-2a,11-12,25-29
 Luk. 14:1,7-11
5
HM Biasa XXXI


Mal. 1:14b-2:2b,8-10; 1Tes. 2:7b-9,13; Mat. 23:1-12
6


Rm. 11:29-36;
Luk. 14:12-14
7



Rm. 12:5-16a
Luk. 14:15-24
8



Rm. 13:8-10
Luk. 14:25-33
9
Yeh. 47:1-2,8-9,12; 1Kor. 3:9b-11,16-17; Yoh. 2:13-22
10



Rm. 15:14-21
Luk. 16:1-8
11


Rm. 16:3-9,16,22-27; Luk. 16:9-15
12
HM Biasa XXXII

Keb. 6:13-17
1Tes. 4:13-18 (1Tes. 4:13-14); Mat. 25:1-13
13


Keb. 1:1-7
Luk. 17:1-6
14


Keb. 2:23-3:9
Luk. 17:7-10
15



Keb. 6:1-11
Luk. 17:11-19
16

Why. 4:1-11
 Luk. 19:11-28
17


Keb. 13:1-9
Luk. 17:26-37
18

Keb. 18:14-16,19:6-9
Luk. 18:1-8
19
HM Biasa XXXIII

Ams. 31:10-13,19-20,30-31
1Tes. 5:1-6;
Mat. 25:14-30
20


1Mak. 1:10-15,41-43,54-57,62-64
Luk. 18:35-43
21

2Mak. 6:18-31
Luk. 19:1-10
22



2Mak. 7:1,20-31
Luk. 19:11-28
23


1Mak. 2:15-29
Luk. 19:41-44
24


1Mak. 4:36-37,52-59; Luk. 19:45-48
25


1Mak. 6:1-13
Luk. 20:27-40
26
HR Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Yeh. 34:11-12,15-17; 1Kor. 15:20-26, 28; Mat. 25:31-46
27


Dan. 1:1-6,8-20
Luk. 21:1-4
28


Dan. 2:31-45
 Luk. 21:5-11
29

Dan. 5:1-6,13-14,16-17,23-28; Luk. 21:12-19
30



Rm. 10:9-18
Mat. 4:18-22
1


Dan 7:2-14
Luk 21:29-33
2



Dan 7:15-27
Luk 21:34-36
3
M Adven I

Yes 63:16-17.19;64:2-7
1 Kor 1:3-9
Mrk 13:33-37
4


Yes 2:1-5
Mat 8:5-11
5



Yes 11:1-10
Luk 10:21-24
6



Yes 25:6-10a
Mat 15:29-37
7



Yes 26:1-6
Mat 7:21.24-27
8
Kej 3:9-15.20
Ef 1:3-6.11-12
Luk 1:26-38
9


Yes 30:19-21.23-26
Mat 9:35- 10:1.5a.6-8





PERUMPAMAAN TENTANG DOMBA YANG HILANG
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 3

Ia berkata: "Bapa Surgawi-mu adalah seperti seorang gembala yang penuh perhatian. Apakah yang dilakukan seorang gembala yang baik? Dia mencari padang-padang rumput yang baik bagi domba-dombanya, di mana tidak ada hemlock [= jenis cemara beracun] atau tanam-tanaman beracun lainnya, melainkan ada banyak clover yang manis, chicory [= Chicorium intybus] yang beraroma mint dan pahit namun menyehatkan. Dia mencari tempat-tempat di mana di samping rumput yang baik ada naungan pepohonan yang teduh dan air sungai yang jernih dan dia memastikan bahwa tidak ada asp [= ular-ular kecil beracun] di antara rerumputan hijau. Dia tidak memilih padang-padang rumput yang paling rimbun, sebab dia tahu bahwa ular-ular dan tanam-tanaman beracun biasa tumbuh di sana dan dengan demikian membahayakan domba-dombanya. Sebaliknya dia memilih padang-padang rumput di pegunungan, di mana embun membuat rerumputan tetap bersih dan segar, dan berkas matahari yang panas menjauhkan ular-ular, dan udaranya yang sepoi-sepoi lembut dan menyehatkan, tidak seperti udara tidak sehat di dataran-dataran. Sang gembala yang baik mengamati domba-dombanya satu per satu. Dia menyembuhkan mereka apabila mereka sakit, dan apabila mereka terluka dia membalut luka-lukanya. Dia menghardik domba-domba yang bisa sakit sebab mereka terlalu rakus akan makanan dan dia membawa ke suatu tempat lain domba-domba yang bisa celaka akibat tinggal terlalu lama di suatu tempat yang lembab atau di bawah terik matahari. Dan apabila seekor domba tidak mau makan, dia mencari tumbuh-tumbuhan beraroma asam yang cocok guna membangkitkan selera makan si domba dan dia menyuapinya dengan tangannya sendiri, seraya berbicara kepadanya seakan dombanya itu adalah seorang sahabat. Itulah apa yang dilakukan Bapa Yang baik Yang di Surga untuk anak-anak-Nya yang mengembara di dunia. Kasih-Nya adalah tongkat yang menghimpun mereka bersama, suara-Nya adalah pedoman mereka, Hukum-Nya adalah padang rumput-Nya, Surga adalah kandang-Nya.    

Tetapi seekor dari domba-dombanya pergi meninggalkan-Nya. Betapa dia sangat menyayangi dombanya itu! Domba yang belia, murni, putih, bagai gumpalan awan di langit pada bulan April. Sang gembala biasa memandanginya dengan penuh kasih, dengan memikirkan betapa banyak kebaikan yang dapat dia lakukan untuk dombanya itu dan betapa banyak kasih yang dapat diterimanya dari dombanya itu. Dan dombanya itu sekarang tersesat. Seorang penggoda lewat di jalan yang terbentang sepanjang padang rumput. Dia tidak mengenakan jubah biasa, melainkan jubah warna-warni. Dia tidak punya ikat pinggang kulit dengan kapak dan pisau yang tergantung padanya, melainkan dia mengenakan ikat pinggang emas, darimana tergantung lonceng-lonceng kecil, yang suaranya semerdu nyanyian burung bulbul, dan botol-botol kecil dengan harum-haruman yang memabukkan… Dia tidak membawa tongkat gembala seperti sang gembala yang baik, untuk menghimpun domba-domba bersama dan membela mereka; dan andai tongkatnya tidak mencukupi, dia siap membela mereka dengan kapak dan pisaunya dan bahkan dengan nyawanya sendiri. Tetapi si penggoda yang lewat itu, membawa dalam tangannya sebuah turibulum yang gemerlap dengan permata dan darinya membubung asap, yang berbau busuk dan sekaligus harum, dan itu mencengangkan sementara gemerlap dari permata-permata palsu tampak mempesona. Dia lewat sambil menyanyi dan menebarkan segenggam garam, yang berkilau di jalanan gelap… Sembilanpuluh sembilan ekor domba melihatnya dan tetap tinggal di mana mereka berada. Domba yang keseratus, yang termuda dan yang terkasih, melompat dan menghilang di belakang si penggoda. Sang gembala memanggilnya. Tetapi domba itu tidak kembali, melainkan berlari lebih kencang dari angin demi menggabungkan diri dengan si penggoda yang baru saja lewat, dan guna menopang dirinya sementara berlari dia mencicipi sedikit garam, yang begitu ditelan, mengakibatkan rasa terbakar hebat yang aneh hingga domba malang itu amat merindukan air sejuk di tempat-tempat teduh nan asri di kedalaman hutan-hutan. Dan dengan mengikuti si penggoda si domba masuk ke dalam hutan-hutan, dan dia mendaki dan menuruni medan dan terjatuh… satu kali, dua kali, tiga kali. Dan setiap kali, dia merasakan pada sekeliling lehernya lilitan berlendir dari reptil-reptil, dan sebab kehausan dia minum air yang kotor dan ketika lapar dia menyantap tumbuh-tumbuhan yang berkilau dengan liur yang menjijikkan.

Dan sementara itu apakah yang dilakukan sang gembala yang baik? Dia meninggalkan kesembilanpuluh sembilan dombanya yang setia di suatu tempat yang aman dan dia berangkat dan tidak berhenti hingga dia menemukan jejak-jejak dari si domba yang hilang. Sebab si domba tidak kembali kepadanya, meski dia memanggilnya dengan suara lantang dengan memohon pada angin untuk menyampaikan seruannya, sang gembala menyusul si domba. Dan dia melihatnya dari kejauhan, dombanya itu mabuk dalam lilitan-lilitan reptil, begitu mabuk hingga tidak merasa rindu kepada laki-laki yang mengasihinya, sebaliknya malahan menghinanya. Dan sang gembala tahu bahwa si domba bersalah sudah memasuki, bagai seorang perampok, kediaman bangsa lain, begitu bersalah hingga tidak berani melihat pada sang gembala… Dan kendati demikian sang gembala yang baik tidak kenal lelah… dan dia terus mencari dombanya itu sepanjang waktu dengan mengikuti jejak-jejaknya dan dia meratap apabila dia kehilangan jejak-jejak itu: carikan-carikan bulu; jejak-jejak jiwanya; jejak-jejak darah; berbagai kejahatan; kekotoran; bukti-bukti dari berahinya; dia terus mencari dan akhirnya mendapatkannya. Ah! Aku menemukanmu, kekasihku. Aku mendapatkanmu, akhirnya! Betapa jauh aku sudah berjalan demi kau, demi membawamu kembali ke kandang. Jangan menundukkan kepalamu yang patah hati. Dosamu sudah dikuburkan dalam hatiku. Tidak ada seorang pun yang akan mengetahuinya, terkecuali aku, dan aku mengasihimu. Aku akan membelamu dari kritikan yang lainnya, aku akan membentengimu dengan tubuhku demi melindungimu dari batu-batu para pendakwa. Marilah. Apa kau terluka? Oh! biarkan aku memeriksa luka-lukamu. Aku tahu luka-lukamu. Tapi aku ingin kau menunjukkan luka-lukamu itu kepadaku dengan keyakinan seperti yang kau miliki sebelumnya ketika kau masih murni, dan kau menatap padaku, gembalamu dan Allah-mu, dengan mata yang tak berdosa. Itu luka-lukamu. Semuanya punya nama yang sama.

Betapa dalam luka-lukamu! Siapakah yang menghujamkan luka-luka yang sangat dalam ini ke kedalaman hatimu? Si Penggoda, aku tahu. Adalah dia yang tidak memiliki baik tongkat maupun kapak, tetapi dia menyerang dengan terlebih hebat dengan gigitan beracunnya, dan sesudah dia, permata-permata palsu dari turibulumnya merajammu: itu yang membujuk-rayumu dengan gemerlapnya… dan permata-permata palsu itu adalah sulfur neraka yang dibawa ke siang bolong untuk membakar hatimu. Lihat, betapa banyak luka-lukanya! Betapa banyak bulu yang tercabik-cabik, betapa banyak darah, betapa banyak duri.

O jiwa kecilku yang malang! Tapi katakan padaku: jika aku mengampunimu, maukah kau masih mengasihiku? Katakan padaku: jika aku merentangkan kedua tanganku padamu, maukah kau datang menyambutnya? Katakan padaku: apa kau haus akan kasih yang suci? Baik: kemarilah dan lahirlah kembali. Kembalilah ke padang-padang rumput suci. Merataplah. Airmatamu dan airmataku akan membasuh jejak-jejak dosamu dan guna memberimu makan, sebab kau kehabisan tenaga karena si jahat yang telah membakarmu, aku membuka dadaku dan urat-urat darahku dan aku katakan padamu: 'Makanlah itu, dan hiduplah!' Kemarilah supaya aku dapat memelukmu. Kita akan berjalan lebih cepat ke padang-padang rumput suci yang aman. Kau akan melupakan semuanya dari saat yang menyengsarakan ini. Dan kesembilanpuluh sembilan saudaramu akan bersukacita atas kepulanganmu, sebab aku katakan padamu, domba kecilku yang hilang, yang telah aku cari dengan datang dari jauh, dan aku dapatkan dan selamatkan, aku katakan padamu, ada lebih banyak sukacita di antara yang baik, bagi dia yang tadinya hilang dan sekarang sudah ditemukan, daripada sembilanpuluh sembilan yang benar yang tidak pernah meninggalkan kawanan."

Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"
(PUISI MANUSIA-ALLAH)

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
226.
Maria Meminta Marta ke Magdala
227.
Marjiam Dipercayakan kepada Porphirea
228.
Yesus Berbicara di Betsaida
229.
Perempuan yang Menderita Pendarahan dan Puteri Yairus
230.
Yesus dan Marta di Kapernaum
231.
Penyembuhan Dua Laki-laki Buta dan Seorang yang Kerasukan Setan yang Membisukan
232.
Perumpamaan tentang Domba yang Hilang
233.
Komentar mengenai Ketiga Episode Sehubungan dengan Pertobatan Maria dari Magdala
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)






“Semakin engkau menghormati Aku, semakin Aku akan memberkatimu.”

  Sejarah Devosi
  Kaplet Kanak-kanak Yesus dari Praha
  Novena dan doa2 kepada Kanak-kanak Yesus dari Praha
  Galeri Foto Kanak-kanak Yesus dari Praha








Yang Baru:
 Novena Penuh Kuasa Dalam Keperluan Mendesak

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : November 2017