Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Juli 2018




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: JULI 2018

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1
HM Biasa XIII


Keb. 1:13-15; 2:23-24; 2Kor. 8:7,9,13-15; Mrk. 5:21-43
2



Am. 2:6-10,13-16
Mat. 8:18-22
3



Ef. 2:19-22
Yoh. 20:24-29
4


Am. 5:14-15,21-24
 Mat. 8:28-34
5


Am. 7:10-1
Mat. 9:1-8
6



Am. 8:4-6,9-12
Mat. 9:9-13
7

Am. 9:11-15
Mat. 9:14-17
8
HM Biasa XIV


Yeh. 2:2-5
2Kor. 12:7-10
 Mrk. 6:1-6
9

Hos. 2:13,14b-15,18-19;
Mat. 9:18-26
10


Hos. 8:4-7,11-13
Mat. 9:32-38
11



Hos. 10:1-3,7-8,12
Mat. 10:1-7
12


Hos. 11:1,3-4,8c-9
Mat. 10:7-15
13



Hos. 14:2-10
Mat. 10:16-23
14


Yes. 6:1-8
Mat. 10:24-331
15
HM Biasa XV


Am. 7:12-15
Ef. 1:3-14
Mrk. 6:7-13
16

Yes. 1:11-17
Mat. 10:34-11:1.
17


Yes. 7:1-9
Mat. 11:20-24
18
Penampakan I SP Maria kepada S Katarina Laboure

Yes. 10:5-7,13-16
Mat. 11:25-27
19



Yes. 26:7-9,12,16-19; Mat. 11:28-30
20


Yes. 38:1-6,21-22,7-8
Mat. 12:1-8
21


Mi. 2:1-5
 Mat. 12:14-21
22
HM Biasa XVI


Yer. 23:1-6
Ef. 2:13-18
Mrk. 6:30-34
23


Mi. 6:1-4,6-8
Mat. 12:38-42
24


Mi. 7:14-15,18-20
Mat. 12:46-50
25



2Kor. 4:7-15
Mat. 20:20-28
26


Sir. 44:1,10-15
Mat. 13:16-17
27



Yer. 3:14-17
Mat. 13:18-23
28



Yer. 7:1-11
Mat. 13:24-30
29
HM Biasa XVII


2Raj. 4:42-44
Ef. 4:1-6
Yoh. 6:1-15
30


Yer. 13:1-11
Mat. 13:31-35
31


Yer. 14:17-22
 Mat. 13:36-43
1


Yer. 15:10,16-21
Mat. 13:44-46
2

Yer. 18:1-6
Mat. 13:47-53
3




Yer. 26:1-9
Mat. 13:54-58
4


Yer. 26:11-16,24
Mat. 14:1-12
5
HM Biasa XVIII


Kel. 16:2-4,12-15
Ef. 4:17.20-24
Yoh. 6:24-35
6
Dan. 7:9-10,13-14
2Ptr. 1:16-19
 Mrk. 9:2-10
7


Yer. 30:1-2,12-15,18-22
Mat. 14:22-36
8



Yer. 31:1-7
Mat. 15:21-28
9


Yer. 31:31-34
Mat. 16:13-23
10



2Kor. 9:6-10
Yoh. 12:24-26
11


Hab. 1:12-2:4
Mat. 17:14-20





YESUS BERBICARA TENTANG HARAPAN
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

Yesus di kediaman para penggarap anggur:

"Oh! Tuhan Yang Mahatinggi! Tapi, aku bisa melihat! Aku melihat… Siapakah Engkau, dengan wajah yang tak dikenal ini, yang, namun demikian, familiar bagiku, seolah aku sudah pernah melihat-Mu?... Tapi… Oh! Betapa bodohnya aku! Engkau Yang sudah memulihkan penglihatan mataku adalah Mesias Yang terberkati! Oh!" Laki-laki tua itu menangis di atas kedua tangan Yesus, yang sudah dia raih, membasahinya dengan airmata dan kecupan-kecupan.  

Segenap sanak keluarga gempar.

Yesus membebaskan tangan-Nya dan Ia membelai laki-laki lanjut usia itu kembali seraya berkata: "Ya, ini Aku. Mari, supaya kau dapat mengenal sabda-Ku sebaik mengenal wajah-Ku." Dan Ia pergi menuju sebuah tangga kecil, yang menghantar ke sebuah teras teduh yang sepenuhnya terlindung oleh sebuah pergola lebat. Semua orang mengikuti-Nya.

"Aku telah berjanji pada para murid-Ku untuk berbicara kepada mereka tentang harapan dan Aku hendak menceritakan suatu perumpamaan guna menerangkannya. Inilah perumpamaan itu: orang Israel tua ini. Bapa Surgawi memberi-Ku subyek untuk mengajar kalian semua keutamaan agung yang menopang Iman dan Kasih, bagai lengan-lengan sebuah kuk.

Suatu kuk yang manis. Perancah umat manusia bagaikan lengan salib, takhta keselamatan bagaikan penopang dari keseluruhan ular yang ditinggikan di padang gurun. Perancah umat manusia. Jembatan dari jiwa untuk terbang membubung kepada Terang. Dan itu ditempatkan di tengah, antara Iman yang esensial dan Kasih yang paling sempurna, sebab tanpa Harapan tidak dapat ada Iman dan tanpa Harapan, Kasih mati. Iman memprasyaratkan harapan yang tak kunjung padam. Bagaimana orang dapat percaya bahwa orang akan mencapai Allah jika orang tidak berharap pada Kemurahan-Nya? Apa yang dapat menopangmu sepanjang masa hidupmu jika kamu tidak berharap pada kehidupan kekal? Bagaimana kita dapat berkanjang dalam keadilan jika kita tidak menghibur harapan bahwa setiap perbuatan baik kita dilihat oleh Allah Yang akan mengganjari kita untuk itu? Demikian pula bagaimana dapat Kasih hidup dalam diri kita jika kita tidak punya harapan? Harapan mendahului Kasih dan mempersiapkannya. Sebab orang perlu berharap untuk dapat mengasihi. Mereka yang sudah kehilangan segala harapan, tidak dapat mengasihi. Inilah tangganya, yang terdiri dari anak-anak tangga dan pegangan tangga: Iman adalah anak-anak tangga, Harapan adalah pegangannya; di puncaknya ada Kasih kemana orang mendaki melalui sarana kedua yang lainnya. Manusia berharap untuk dapat percaya, dan percaya untuk dapat mengasihi.   

Orang ini tahu bagaimana berharap. Dia dilahirkan. Seorang bayi Israel sama seperti semua orang lainnya. Dia tumbuh dewasa dengan pengajaran yang sama seperti semua orang lainnya. Dia menjadi putera Hukum sama seperti semua lainnya. Dia menjadi seorang laki-laki dewasa, seorang suami, seorang ayah, tua, dengan senantiasa menaruh harapan pada janji-janji yang dibuat kepada para patriark dan diulang oleh para nabi. Dalam usia tuanya bayang-bayang datang mengatasi matanya, tapi tidak mengatasi hatinya. Harapan selalu menyala di dalamnya. Harapan untuk melihat Allah. Untuk melihat Allah di kehidupan mendatang. Dan, dalam harapan akan penglihatan abadi itu, ada suatu harapan yang terlebih akrab dan terlebih mesra: 'untuk melihat sang Mesias.' Dan dia mengatakan pada-Ku, tanpa mengetahui siapakah pemuda yang sedang berbicara kepadanya: 'Jika Kau meninggalkan Hukum, Kau akan buta, baik di bumi maupun di Surga. Kau tidak akan melihat Allah dan kau tidak akan mengenal Mesias.' Dia berbicara sebagai seorang bijak. Ada terlalu banyak orang di Israel sekarang yang buta. Mereka tidak punya harapan sebab harapan dibunuh oleh pemberontakan mereka terhadap Hukum, yang selalu merupakan suatu pemberontakan, bahkan meski diselubungi oleh jubah-jubah suci, jika itu bukan penerimaan sabda Allah sepenuhnya, Aku berbicara mengenai Allah, bukan mengenai sturktur bangunan atas yang ditempatkan di sana oleh manusia, yang sebab terlalu banyak dan sepenuhnya manusiawi, dilalaikan tepat oleh orang-orang yang menempatkannya di sana, dan diperlakukan bagai oleh mesin, sebagai kewajiban, dengan lesu, dengan tanpa menghasilkan buah oleh orang-orang lain. Mereka tak lagi punya harapan. Tetapi mereka mencemooh kebenaran abadi. Oleh karenanya mereka tidak lagi punya Iman ataupun Kasih. Kuk ilahi yang dianugerahkan Allah kepada manusia agar dia dapat menjadikannya ketaatan dan ganjarannya, salib surgawi yang dianugerahkan Allah kepada manusia guna menyulap ular-ular Kejahatan, supaya dia dapat menjadikannya kesehatannya, telah kehilangan lengan salibnya, yang menopang nyala api yang putih dan yang merah: Iman dan Kasih, dan kegelapan turun ke dalam hati manusia.

Laki-laki lanjut usia ini mengatakan pada-Ku: 'Adalah suatu kemalangan besar menjadi tidak percaya dan tidak melakukan apa yang Allah katakan kepada kita.' Itu benar. Aku meneguhkannya. Hal itu lebih parah dari buta jasmani, yang dapat disembuhkan demi memberikan kepada seorang benar sukacita untuk melihat kembali matahari, padang-padang rumput, buah-buah dari tanah, wajah anak-anak dan cucu-cucunya, dan di atas segalanya, apa yang adalah harapan dari harapannya: 'Untuk melihat Mesias Tuhan.' Aku berharap keutamaan yang demikian hidup dalam jiwa setiap orang di Israel dan lebih dari itu dalam jiwa-jiwa mereka yang lebih terpelajar dalam hukum. Tidaklah cukup untuk sekedar pergi ke Bait Allah atau dari Bait Allah, tidaklah cukup untuk mengenal dan menghafal sabda dari Kitab. Adalah perlu untuk menjadikannya hidup dari hidup kita melalui sarana ketiga keutamaan ilahi. Ada pada kalian suatu teladan: semuanya mudah dihadapi di mana ketiganya hidup, bahkan kemalangan. Sebab kuk Allah selalu adalah kuk yang ringan yang membebani hanya tubuh tapi tidak menciutkan roh.   

Pergilah dalam damai, kalian yang tinggal dalam rumah orang-orang Israel yang baik ini. Pergilah dalam damai, bapa tua. Kau memiliki kepastian bahwa Allah mengasihimu. Akhirilah hidup benarmu dengan menempatkan kebijaksanaanmu dalam hati anak-anak dari darah dagingmu sendiri. Aku tak dapat tinggal, tetapi berkat-Ku tinggal di sini, di antara tembok-tembok yang berlimpah dengan rahmat seperti buah-buah anggur dari kebun anggur ini."

Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"
(PUISI MANUSIA-ALLAH)

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
250.
Di Tirus, Yesus Berbicara Tentang Ketekunan
251.
Kembali ke Sicaminon. Yesus Berbicara Tentang Iman
252.
Keberangkatan dari Sicaminon. Santa Perawan Maria dan Keibuan Rohani
253.
Sintikhe, Budak Yunani
254.
Selamat Tinggal kepada Maria Magdalena, Marta dan Sintikhe
255.
Yesus Berbicara tentang Harapan
256.
Yesus Mendaki Gunung Karmel Bersama Yakobus Sepupu-Nya
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)









"Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus"
dari Meditasi B. Anna Katharina Emmerick
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)

diterbitkan oleh
Marian Centre Indonesia


dengan Nihil Obstat dan Imprimatur




Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Juli 2018