Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net
Edisi Juni 2009
KALENDER LITURGI: JUNI 2009
LELUHUR SANTA PERAWAN MARIA
oleh: B. Anna Katharina Emmerick, (1774 - 1824)
Semalam, datang lagi di hadapan jiwaku semua yang telah begitu sering aku lihat semasa kanak-kanak mengenai kehidupan para leluhur Santa Perawan Maria. Aku melihat semuanya dalam serangkaian gambar-gambar seperti yang dulu aku alami. Andai dapat aku ceritakan semuanya sebagaimana aku lihat di hadapan mataku, pastilah amat menggembirakan sang Peziarah.* Dalam keadaanku yang malang, aku sungguh dihidupkan kembali dengan mengkontemplasikan gambar-gambar ini. Sebagai seorang kanak-kanak aku begitu yakin akan semua yang aku lihat hingga jika sesorang menceritakan kepadaku salah satu dari kisah itu secara berbeda, aku akan langsung mengatakan: “Tidak, beginilah yang benar.” Dan sungguh, aku akan lebih suka membiarkan diriku dibunuh binasa daripada menyangkalnya sebagaimana adanya. Di kemudian hari, hidup dalam dunia membingungkanku, dan aku tutup mulut. Namun demikian, keyakinan batin senantiasa tinggal bersamaku, dan semalam sekali lagi aku melihat segala sesuatunya bahkan hingga detail-detail yang terkecil.Semasa kanak-kanak, pikiranku selalu terarah pada Palungan dan Kanak-kanak Yesus dan pada Bunda Allah, dan aku kerap bertanya-tanya dengan penasaran mengapa orang tidak menceritakan kepadaku mengenai keluarga Santa Perawan. Aku sama sekali tak dapat mengerti mengapa begitu sedikit yang ditulis mengenai leluhurnya dan kerabatnya. Dalam kerinduan yang mendalam, kemudian aku mendapatkan begitu banyak penglihatan akan para leluhur Santa Perawan. Aku menelusurinya hingga ke empat atau lima generasi sebelumnya. Aku melihat mereka senantiasa sebagai orang-orang saleh yang mengagumkan dan bersahaja yang diilhami oleh suatu kerinduan rahasia yang luar biasa akan kedatangan Mesias yang dijanjikan. Aku melihat mereka senantiasa tinggal di antara orang-orang lain yang, dibandingkan mereka, bagiku tampak kasar dan barbar. Tetapi, para leluhur ini, aku lihat, begitu tenang, lemah lembut dan penuh belas kasih, hingga kerap aku mengatakan kepada diriku sendiri dalam kecemasan mengenai mereka: “Oh, di manakah orang-orang baik ini dapat menemukan tempat pengungsian, bagaimanakah mereka menghindar dari orang-orang yang kasar dan jahat itu? Aku akan mencari mereka dan menjadi pelayan mereka, aku akan mengungsi bersama mereka ke dalam hutan di mana mereka dapat menyembunyikan diri; aku yakin pastilah aku akan dapat menemukan mereka!” Begitu jelas aku melihat mereka dan percaya kepada mereka, hingga aku selalu ketakutan dan cemas mengenai mereka….
Sekarang, dalam penglihatan-penglihatanku mengenai para leluhur terkasih Santa Perawan yang berdoa begitu khusuk dalam kerinduan mereka akan Allah, mereka tampak sungguh aneh bagiku dalam busana dan cara hidup mereka, namun demikian begitu dekat dan nyata bagiku, hingga aku masih dapat melihat dan ada di hadapan mataku wajah dan sosok mereka. Dan aku terus bertanya pada diriku sendiri: “Bagaimanakah gerangan sebenarnya orang-orang ini? Semuanya berbeda dari masa sekarang, namun demikian orang-orang ini, dan semua yang aku lihat sungguh-sungguh terjadi!” Dan demikianlah aku selalu berharap agar suatu ketika aku dapat pergi kepada mereka.
Dalam segala yang mereka lakukan dan dalam segala yang mereka katakan dan dalam ibadat-ibadat keagamaan mereka, orang-orang baik ini sungguh amat mantap dan pasti; dan mereka tidak berkeluh-kesah terkecuali atas penderitaan sesama mereka.
* Sang “Peziarah” adalah Clemens Brentano, yang menuliskan penglihatan-penglihatan seturut apa yang didiktekan Anna Katharina Emmerick. Apa yang disampaikan di atas diucapkan Anna Katharina kepada Clemens Brentano pada pagi hari tanggal 27 Juni 1819.
SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
Oleh: Uskup Fulton Sheen
Andai saja engkau dapat merancang ibundamu sendiri, sama seperti seorang pelukis merancang lukisannya. Lebih jauh lagi, andai engkau memiliki suatu kuasa yang tak terhingga untuk menjadikan ibundamu sebagaimana yang engkau kehendaki, seperti artis besar Raphael memiliki kuasa untuk mewujudkan gagasan-gagasan artistiknya. Andai engkau memiliki kuasa ganda ini, ibunda seperti apakah yang akan engkau jadikan untuk dirimu sendiri? Adakah engkau membuatnya dari tipe yang akan membuat wajahmu memerah karena perilaku dan tindakannya yang tidak feminin dan keibuan? Adakah engkau membiarkannya ternoda cacat cela keegoisan diri yang akan menjadikannya tidak menarik, bukan hanya bagimu, melainkan bagi sesamamu? Adakah engkau akan menjadikannya lahir dan batin dengan karakter begitu rupa yang membuatmu malu karenanya, atau adakah engkau menjadikannya, sejauh kecantikan manusia, seorang perempuan yang tercantik di seluruh dunia; dan sejauh kecantikan jiwa, seorang perempuan yang akan memancarkan segala keutamaan, segala kebajikan dan kasih sayang dan kelemahlembutan; seorang yang dengan kemurnian hidupnya dan akal budinya dan hatinya akan menjadi inspirasi bukan hanya bagimu, melainkan bahkan juga bagi sesamamu manusia, sehingga semua orang akan memandangnya sebagai inkarnasi itu sendiri dari apa yang terbaik dari seorang ibunda?Sekarang, jika kalian yang adalah makhluk yang tidak sempurna dan yang tidak memiliki gagasan yang paling peka akan segala apa yang baik dalam hidup, menghendaki ibu yang terbaik dari segala ibu, adakah engkau pikir Tuhan kita, yang tidak hanya mampu merancangkan BundaNya Sendiri, melainkan juga memiliki kuasa yang tak terhingga untuk menjadikannya persis sebagaimana yang Ia kehendaki, akan - dalam keutamaan segala kepekaan roh-Nya yang tak terhingga - menjadikannya kurang murni dan kurang mengagumkan dan kurang indah dari sebagaimana engkau akan menjadikan ibundamu sendiri? Jika engkau yang membenci keegoisan, akan menjadikannya tidak mementingkan diri sendiri, dan jika engkau yang membenci keburukan, akan menjadikannya elok, tidakkah engkau pikir Putra Allah yang membenci dosa akan menjadikan BundaNya sendiri tanpa dosa, dan Ia yang membenci kejahatan moral, akan menjadikannya indah tanpa cela?
SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
Oleh: St Thomas, “My Way of Life”
Kebijaksanaan Allah sungguh agung meliputi semuanya dari ujung ke ujung dengan penuh kuat kuasa. Kebijaksanaan-Nya mengatur segala sesuatu dengan begitu indahnya. Semua mempunyai tempatnya masing-masing dalam pola penyelenggaraan ilahi. Allah menyelaraskan segala sesuatu dan tiap-tiap orang pada tempatnya dalam rancangan-Nya bagi dunia. Ketika Allah Bapa memutuskan untuk mengutus Putra Tunggal-Nya ke dalam dunia ini dan dilahirkan dari seorang perempuan, Ia memilih dan menjadikan seorang perempuan agar layak menjadi bunda dari Putra yang sedemikian agung. Apabila kita menjumpai seorang anak yang sangat baik, kita biasa berkata, “Pastilah ia mempunyai seorang ibu yang sangat baik.” Kita menjabarkan kebaikan anak itu dengan kebaikan ibunya. Kita percaya bahwa kebaikan ibunyalah yang telah membentuk anak itu menjadi baik. Tetapi, dalam Misteri Inkarnasi, yang sesungguhnya terjadi adalah kebalikannya. Maria dari Nazaret adalah Bunda Allah yang sempurna sebab Putranya, Yang adalah Allah, telah menjadikannya demikian. Karena Putra Allah sepenuhnya kudus dan sempurna, Bunda Maria, BundaNya menurut daging, haruslah kudus dan sempurna. Allah tidak melayangkan pandangan-Nya ke semua perempuan di segenap penjuru dunia dan mencari-cari guna menemukan seorang yang paling sesuai untuk menjadi Bunda PutraNya. Bunda Maria tidak dipilih Tuhan karena Ia mendapatinya sebagai yang paling sempurna di antara perempuan. Melainkan, Ia menjadikannya seorang perempuan yang sempurna, sebab Ia telah memilihnya untuk menjadi Bunda PutraNya.
SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
Katekimus Gereja Katolik, #490 - 493
Karena Maria dipilih menjadi Bunda Penebus, “maka ia dianugerahi karunia-karunia yang layak untuk tugas yang sekian luhur”. Waktu pewartaan, malaikat menyalaminya sebagai “penuh rahmat” (Luk 1:28). Supaya dapat memberikan perseujuan imannya kepada pernyataan panggilannya, ia harus dipenuhi seluruhnya oleh rahmat Allah. Dalam perkembangan sejarah, Gereja menjadi sadar bahwa Maria, “dipenuhi dengan rahmat” oleh Allah (Luk 1:28), sudah ditebus sejak ia dikandung. Dan itu diakui oleh dogma “Maria dikandung tanpa noda dosa”, yang diumumkan pada tahun 1854 oleh Paus Pius IX:
“ … bahwa perawan tersuci Maria sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah yang Mahakuasa karena pahala Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal.”
Bahwa Maria “sejak saat pertama ia dikandung, dikarunia cahaya kekudusan yang istimewa”, hanya terjadi berkat jasa Kristus: “Karena pahala Putranya, ia ditebus secara lebih unggul”. Lebih dari pribadi tercipta yang mana pun Bapa “memberkati dia dengan segala berkat RohNya oleh persekutuan dengan Kristus di dalam surga” (Ef 1:3). Allah telah memilih dia sebelum dunia dijadikan, supaya ia kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.
Bapa-bapa Gereja Timur menamakan Bunda Allah “Yang suci sempurna” [panhagia]: mereka memuji dia sebagai yang “bersih dari segala noda dosa, seolah-olah dibentuk oleh Roh Kudus dan dijadikan makhluk baru”. Karena rahmat Allah, Maria bebas dari setiap dosa pribadi selama hidupnya.
SANTA PERAWAN MARIA DAN ROH KUDUS
Oleh: Surat Paus Paulus VI, 13 Mei 1975
Adalah Roh Kudus yang memenuhi Maria dengan rahmat sejak dari saat pertama perkandungannya, dengan demikian menebusnya dalam suatu cara yang lebih agung luhur dalam jasa-jasa Kristus, Juruselamat umat manusia, dan menjadikannya Yang Dikandung Tanpa Dosa. Adalah Roh Kudus yang turun atasnya, mengilhami “fiat”-nya dalam nama umat manusia atas perkandungan perawan Putra Allah Yang Mahatinggi dan menjadikan rahimnya subur sehingga ia dapat melahirkan Juruselamat bangsanya dan Tuhan dari kerajaan kekal abadi. Adalah Roh Kudus yang memenuhi jiwanya dengan luapan syukur dan menggerakkannya untuk memadahkan Magnificat kepada Allah Juruselamatnya. Adalah Roh Kudus yang mengihami Santa Perawan agar ia dengan setia merenungkan sabda dan peristiwa-peristiwa sehubungan dengan kelahiran dan masa kanak-kanak Putra Tunggalnya, peristiwa-peristiwa di mana ia memainkan peran yang sedemikian penting, akrab mesra dan penuh kasih sayang.
Yang Terbaru:
Yang Tetap:
Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.
Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net
Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : 1 Juni 2009
Best Viewed : 1024 by 768
Main Sources :
1. The Young Saints Club; translated by permission of Joseph Roalef CC; www.geocities.com/Athens/1619
2. Catholic1 Publishing Company; translated by permission of Fr. Richard Lonsdale; www.catholic1.com
3. Bread on the Waters; translated by permission of Fr. Victor Hoagland; www.cptryon.org;
4. Father Peffley's Web Site; translated by permission of Fr. Peffley; www.transporter.com/fatherpeffley
5. Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130. All rights reserved.
6. Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7. Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
8. Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
9. Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne - webmaster; www.cin.org
10. Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
11. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel/
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||