Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Mei 2020




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: MEI 2020

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:



IKATAN JIWA ORANG-ORANG BENAR YANG HIDUP DAN YANG MATI
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4


Yesus bersama kelompok murid di Gerasa. Si saudagar berkata kepadanya, "... aku meminta Engkau untuk mengatakan sesuatu kepadaku. Semalam aku merenungkan perkataan-Mu... yang aku dengar di Ramot, yang Kau bicarakan dengan perempuan itu, dan yang Kau katakan kemarin. Dan aku pikir aku sedang mendaki sebuah gunung yang tinggi, seperti gunung-gunung di mana aku tinggal, yang puncak-puncaknya mencapai awan-awan. Engkau membawa aku semakin dan semakin tinggi. Aku merasa seolah ditangkap oleh seekor elang, seperti salah satu dari burung-burung elang di gunung kami yang paling tinggi, yang pertama muncul dari Air Bah. Aku melihat hal-hal yang sama sekali baru, yang belum pernah aku pikirkan sebelumnya, semua yang datang dari terang... Dan aku memahaminya. Kemudian aku menjadi bingung. Katakan lebih banyak lagi kepadaku."

"Apa yang harus Aku katakan kepadamu?"

"Aku tidak tahu... Semuanya begitu indah. Apa yang Engkau katakan tentang bertemu kembali di Surga... Aku mengerti bahwa kita akan mengasihi dengan suatu cara yang berbeda di sana, dan kendati demikian tetap sama. Misalnya: kita tidak akan perlu khawatir seperti sekarang, seolah kita hanya satu keluarga saja: satu untuk semua dan semua untuk satu. Apakah aku salah?"

"Tidak. Sebaliknya! Kita akan menjadi satu keluarga juga dengan orang-orang yang hidup. Jiwa tidak dipisahkan oleh kematian. Aku berbicara tentang orang-orang benar. Mereka membentuk satu keluarga besar. Bayangkan saja sebuah bait besar di mana sebagian orang menyembah dan berdoa, dan sebagian bekerja. Kelompok pertama berdoa juga untuk mereka yang bekerja, dan kelompok terakhir bekerja untuk mereka yang berdoa. Hal yang sama berlaku bagi jiwa-jiwa. Kita bekerja di bumi. Mereka membantu kita dengan doa-doa mereka. Tetapi kita harus mempersembahkan penderitaan kita untuk kedamaian mereka. Itu adalah suatu mata rantai yang tidak terputuskan. Adalah Kasih yang mengikatkan mereka yang sudah meninggal dengan mereka yang masih hidup. Dan mereka yang masih hidup harus baik untuk bisa menggabungkan diri dengan mereka yang sudah meninggal dan menghendaki kita bersama mereka."

Sintikhe membuat suatu gerakan refleks, yang segera disamarkannya. Tetapi Yesus memperhatikan hal itu dan mendorongnya untuk keluar dari kebiasaannya menahan diri.

"Aku berpikir... Aku memikirkannya selama beberapa hari ini, dan jika aku harus mengatakan yang sebenarnya, aku khawatir, sebab aku merasa jika aku percaya akan Firdaus-Mu, aku akan kehilangan ibu dan saudari-saudariku selamanya…" isak tangis menghentikan suara Sintikhe, yang tersekat air mata.

"Pikiran apa yang membuatmu begitu khawatir?"

"Sekarang aku percaya kepada-Mu. Aku hanya bisa memikirkan ibuku sebagai seorang kafir. Dia seorang yang baik... Oh! sangat baik! Dan saudari-saudariku juga. Si kecil Ismene adalah anak perempuan terbaik yang pernah ada di bumi. Tetapi mereka adalah orang-orang kafir... Sekarang, semasa aku seperti mereka, aku memikirkan Hades dan aku biasa mengatakan, 'Kita akan bertemu kembali di sana.' Sekarang Hades tidak lagi ada. Yang ada adalah Firdaus-Mu, Kerajaan Surga bagi mereka yang telah melayani Allah Yang Benar dalam kebenaran. Dan bagaimana dengan jiwa-jiwa malang itu? Bukan salah mereka jika mereka lahir di Yunani! Tak seorang pun dari para imam di Israel yang pernah datang untuk mengatakan, 'Allah kita adalah Allah Yang Benar.' Jadi? Apakah keutamaan-keutamaan dan penderitaan mereka tidak berarti apa-apa? Apakah mereka akan berada dalam kegelapan abadi dan terpisah dariku selamanya? Aku katakan kepada-Mu: itu adalah siksaan! Aku seolah telah nyaris mengingkari mereka. Ampuni aku, Tuhan-ku... Aku menangis..." dan dia jatuh berlutut seraya menangis dengan begitu sedihnya.

Aleksander Misace berkata, "Itu dia! Aku juga bertanya-tanya apakah, jika aku menjadi seorang benar, aku akan pernah bertemu dengan ayah, ibu, saudara-saudaraku dan sahabat-sahabataku..."

Yesus menempatkan jemari-Nya ke atas kepala Sintikhe yang berambut coklat dan berkata, "Seseorang bersalah ketika dia mengenal Kebenaran, tetapi berdegil dalam Kesalahan. Seseorang tidak bersalah ketika dia yakin berada dalam Kebenaran, dan tidak ada suara yang pernah datang untuk mengatakan, 'Kebenaran adalah apa yang Aku bawa kepadamu. Tinggalkan gagasan-gagasanmu demi Allah Yang Benar ini dan kau akan mendapatkan Surga.' Allah itu adil. Dapatkah kau percaya bahwa Ia tidak akan mengganjari keutamaan yang telah disempurnakan sepenuhnya oleh dirinya sendiri dalam kerusakan dunia kafir? Jangan khawatir, puteri-Ku."

"Bagaimana dengan dosa asal? Dan penyembahan kafir mereka yang keji? Dan..."

Lebih banyak sanggahan akan datang dari kaum Israel untuk mendukakan jiwa Sintikhe yang sudah begitu sedihnya, andai Yesus dengan suatu gerakan tidak mengisyaratkan keheningan.

Ia berkata, "Dosa asal adalah umum bagi semua orang, entah dia berasal dari Israel atau tidak. Dosa asal tidak dikhususkan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Penyembahan kafir akan menjadi dosa sesudah Hukum Kristus disebarkan ke seluruh dunia. Keutamaan akan selalu adalah keutamaan di mata Allah. Dan dalam keutamaan persatuan-Ku dengan Bapa, Aku katakan, dan Aku katakan ini dalam nama-Nya, dengan menerjemahkan Pikiran-Nya yang Mahakudus ke dalam perkataan, bahwa cara-cara kuasa kerahiman Allah adalah begitu luas, dan itu sungguh ditujukan untuk memberikan sukacita kepada orang-orang yang saleh supaya mereka bisa menyingkirkan penghalang di antara jiwa-jiwa, dan damai akan diberikan kepada mereka yang pantas mendapatkan damai. Bukan hanya itu, tetapi Aku katakan bahwa di masa mendatang mereka yang mengikuti agama nenek moyang mereka dengan kebenaran dan kekudusan, dengan keyakinan berada dalam Kebenaran, tidak akan dibenci dan dihukum oleh Allah. Kejahatan, niat buruk, penolakan sengaja akan Kebenaran yang dikenal, di atas segalanya penyangkalan terhadap Kebenaran yang dinyatakan dan perlawanan terhadapnya, hidup yang keji, akan benar-benar memisahkan selamanya jiwa-jiwa orang benar dari orang-orang berdosa itu. Berbesar hatilah, Sintikhe. Kegalauan macam itu merupakan suatu serangan neraka akibat murka Setan terhadapmu, karena dia sudah kehilangan kau sebagai mangsanya untuk selamanya. Tidak ada Hades. Yang ada adalah Firdaus-Ku. Tapi itu bukan penyebab dukacita, melainkan sukacita. Tidak ada suatu pun dari Kebenaran yang bisa menjadi penyebab kesedihan atau kebimbangan, sebaliknya itu harus memberimu kekuatan untuk iman yang terlebih besar dan kepastian yang menggembirakan. Selalu beritahu Aku akan segala kekhawatiranmu. Aku ingin terang dalam dirimu sama pastinya dan sama mantapnya seperti terang matahari."

Sintikhe, yang masih berlutut, meraih tangan-Nya dan menciumnya.
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
281.
Di Bait Allah Mereka Tahu Tentang Ermasteus, Yohanes dari En-Dor, dan Sintikhe
282.
Sintikhe Berbicara di Rumah Lazarus
283.
Misi Empat Rasul di Yudea
284.
Yesus Meninggalkan Betania Menuju Trans-Yordan
285.
Kedatangan di Ramot Bersama Pedagang dari Seberang Sungai Efrat
286.
Dari Ramot ke Gerasa
287.
Khotbah di Gerasa
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)





"Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus"
dari Meditasi B. Anna Katharina Emmerick
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)

diterbitkan oleh
Marian Centre Indonesia


dengan Nihil Obstat dan Imprimatur




Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Mei 2020