Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi September 2017




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
13. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: SEPTEMBER 2017

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1



1Tes. 4:1-8
Mat. 25:1-13
2


1Tes. 4:9-11
Mat. 25:14-30
3
HM Biasa XXII,
HM Kitab Suci

Yer. 20:7-9
 Rm. 12:1-2
Mat. 16:21-27
4


1Tes. 4:13-17a
Luk. 4:16-30
5


1Tes. 5:1-6,9-11
 Luk. 4:31-37
6



Kol. 1:1-8
Luk. 4:38-44
7


Kol. 1:9-14
 Luk. 5:1-11
8

Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30
Mat. 1:1-16,18-23
9



Kol. 1:21-23
Luk. 6:1-5
10
HM Biasa XXIII


Yeh. 33:7-9
Rm. 13:8-10
Mat. 18:15-20
11


Kol. 1:24-2:3
Luk. 6:6-11
12



Kol. 2:6-15
 Luk. 6:12-19
13


Kol. 3:1-11
Luk. 6:20-26
14


Bil. 21:4-9
Flp. 2:6-11
 Yoh. 3:13-17
15

Ibr. 5: 7-9
Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35
16


1Tim. 1:15-17
Luk. 6:43-49
17
HM Biasa XXIV


Sir. 27:30 - 28:9
Rm. 14:7-9
Mat. 18:21-35
18


1Tim. 2:1-8
Luk. 7:1-10
19



1Tim. 3:1-13
Luk. 7:11-17
20
1Tim. 3:14-16
Luk. 7:31-35
21



Ef. 4:1-7,11-13
 Mat. 9:9-13
22


1Tim. 6:2c-12
Luk. 8:1-3
23



1Tim. 6:2c-12
Luk. 8:4-15
24
HM Biasa XXV


Yes. 55:6-9
 Flp. 1:20c-24,27a
 Mat. 20:1-16a
25



Ezr. 1:1-6
Luk. 8:16-18
26


Ezr. 6:7-8,12b,14-20; Luk. 8:19-21
27


Ezr. 9:5-9
 Luk. 9:1-6
28


Hag. 1:1-8
Luk. 9:7-9
29

Dan. 7:9-10,13-14 atauWhy. 12:7-12a
Yoh. 1:47-51
30



Za. 2:1-5,10-11a
Luk. 9:43b-450
1
HM Biasa XXVI

Yeh. 18:25-28
Flp. 2:1-11 (Flp. 2:1-5)
Mat. 21:28-32
2


Kel. 23:20-23a
Mat. 18:1-5,10
3


Za. 8:20-23
Luk. 9:51-56
4


Neh. 2:1-8
Luk. 9:57-62
5


Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Luk. 10:1-12
6

Bar. 1:15-22
 Luk. 10:13-16
7


Bar. 4:5-12,27-29
Luk. 10:17-24





BAPA KAMI
dikutip dari: Puisi Manusia-Allah, Vol. 3

Yesus berkata: "Dengarkan sebuah perumpamaan.  

Seorang laki-laki menikah dan istrinya melahirkan banyak putera baginya. Tetapi seorang dari mereka terlahir cacat jasmani dan kelihatan seperti dari ras yang berbeda. Laki-laki itu menganggap puteranya ini sebagai aib dan tidak mengasihinya, meski si anak tidak berdosa. Anak itu dibesarkan di antara pelayan-pelayan yang paling rendah tingkatannya dan sama sekali diabaikan dan dengan begitu dia dianggap makhluk rendah juga oleh saudara-saudaranya. Ibunya meninggal dunia saat melahirkannya dan dengan demikian si ibu tidak dapat meredakan kekerasan sang ayah, ataupun menghentikan olok-olok dari saudara-saudaranya, ataupun mengoreksi gagasan-gagasan salah yang terkandung dalam benak primitif si anak, seorang binatang liar kecil yang tak hendak ditoleransi di rumah anak-anak terkasih.

Begitulah, anak itu tumbuh dewasa. Akalnya berkembang lambat tetapi pada akhirnya mencapai kedewasaan dan dia mengerti bahwa adalah tidak adil bagi seorang putera untuk dibesarkan di sebuah kandang, diberi makan sekedar sepotong roti dan diberi pakaian compang-camping, tanpa pernah menerima ciuman, ataupun diajak berbicara ataupun diundang ke rumah ayahnya. Dan dia menderita penuh kepahitan dan meratap dalam liangnya: 'Ayah! Ayah!' Dia memakan rotinya, tetapi masih ada suatu kelaparan hebat dalam hatinya. Dia membalut tubuhnya dengan pakaian, tetapi dia merasakan kedinginan yang getir dalam hatinya. Beberapa hewan dan beberapa orang desa yang iba bersahabat dengannya. Tetapi hatinya diliputi kesepian. 'Ayah! Ayah!'… Para pelayan, saudara-saudaranya, sesama warga mendengarnya mengerang demikian sepanjang waktu, seolah dia gila. Dan dia disebut 'si gila'.

Pada akhirnya salah seorang pelayan berani datang kepadanya, ketika dia sudah nyaris menjadi binatang, dan berkata kepadanya: "Mengapakah kau tidak bersungkur di kaki ayahmu?"

"Aku mau, tapi aku tidak berani…"

"Mengapakah kau tidak masuk ke dalam rumah?"

"Aku takut."

"Tetapi inginkah kau?"

"Tentu saja aku ingin! Sebab itulah mengapa aku kelaparan, mengapa aku merasa kedinginan, dan aku merasa seolah aku berada di suatu padang gurun. Tetapi aku tidak tahu bagaimana tinggal di rumah ayahku."

Pelayan yang baik lalu mulai mengajarinya, guna membuatnya tampak lebih pantas, guna melegakannya dari kengeriannya merasa tidak layak bagi ayahnya, dengan berkata: 'Ayahmu menginginkanmu, tetapi dia tidak tahu apakah kau mengasihinya. Kau selalu menghindarinya… Legakanlah ayahmu dari penyesalan mendalam telah memperlakukanmu dengan begitu keras dan dari penderitaan mengetahui bahwa kau merana. Marilah. Saudara-saudaramu juga tidak akan lagi menertawakanmu sebab aku sudah menceritakan kepada mereka perihal penderitaanmu.'

Dan putera malang itu suatu sore dibimbing oleh pelayan yang baik ke rumah ayahnya dan dia berseru: 'Bapa, aku mengasihimu, ijinkan aku masuk!...'   

Dan ayahnya, yang sekarang sudah lanjut usia dan dengan sedih merenungkan masa lalunya dan masa mendatangnya yang abadi, terkejut mendengar suara itu dan berkata: 'Dukacitaku mereda pada akhirnya sebab dalam suara anakku yang cacat aku mendengar suaraku sendiri, dan kasihnya merupakan bukti bahwa dia adalah darah dagingku. Oleh karenanya biarkan dia masuk dan mengambil tempat di antara saudara-saudaranya dan diberkatilah pelayan baik yang menjadikan keluargaku utuh dengan membawakan kembali anak yang telah ditolak ke tengah semua anak-anak ayahnya.'

Itulah perumpamaannya. Tetapi dalam mengaplikasikannya, kalian harus ingat bahwa Bapa dari anak-anak yang cacat secara rohani, yakni Allah - sebab skisma, bidaah-bidaah, mereka yang terpisah adalah cacat secara rohani - terpaksa harus bersikap keras oleh cacat sukarela yang dikehendaki oleh anak-anak-Nya. Akan tetapi kasih-Nya tiada pernah menyerah. Ia menantikan mereka. Bawalah mereka kepada-Nya. Itu adalah kewajiban kalian.

Aku mengajar kalian mengatakan: 'Bapa Kami, berilah kami pada hari ini roti kami sehari-hari.' Tetapi apakah kalian menyadari apa arti 'kami'? Itu bukan berarti bapa kalian, dari keduabelas kalian. Bukan bapa kalian sebagai murid-murid Kristus. Melainkan bapa kalian sebagai manusia. Bagi segenap manusia. Bagi mereka yang di masa sekarang dan yang di masa mendatang. Bagi mereka yang mengenal Allah dan bagi mereka yang tidak mengenal-Nya. Bagi mereka yang mengasihi Allah dan KristusNya dan bagi mereka yang tidak mengasih-Nya atau mengasihi-Nya dengan cara tidak pantas.

Aku menempatkan dalam bibir kalian sebuah doa bagi semua orang. Itu adalah pelayanan kalian. Kalian, yang mengenal Allah dan KristusNya dan mengasihiNya, haruslah berdoa bagi semua orang. Aku katakan pada kalian bahwa doa-Ku adalah doa yang universal, dan akan ada sepanjang dunia ada. Dan kalian harus berdoa secara universal, dengan menggabungkan suara kalian dan hati kalian para rasul dan para murid Gereja Yesus hingga ke orang-orang yang termasuk dalam Gereja-gereja lain, yang mungkin Kristen tetapi tidak apostolik. Dan kalian harus gigih, sebab kalian adalah saudara-saudara, kalian yang dalam rumah Bapa, mereka yang di luar rumah Bapa bersama, dengan kelaparan mereka, kerinduan mereka untuk pulang, hingga mereka juga, seperti kalian, diberi 'roti' sejati yang adalah Kristus Tuhan, yang pelayanannya dilakukan di meja-meja apostolik, bukan meja-meja lain manapun di mana sudah tercampur dengan makanan yang cemar. Kalian harus gigih hingga Bapa mengatakan kepada saudara-saudara yang cacat itu: "Dukacita-Ku mereda, sebab Aku mendengar suara dan perkataan dari Putra Tunggal-Ku dalam suaramu. Diberkatilah para pelayan itu yang sudah menghantarmu ke Rumah Bapa-mu demi mengutuhkan Keluarga-Ku.' Para pelayan dari Allah yang Tak Terbatas, kalian harus menempatkan ketakterbatasan dalam setiap intensimu. Mengertikah kamu?"
Selengkapnya silakan baca "PUISI MANUSIA-ALLAH"





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"PUISI MANUSIA-ALLAH"
(INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU)

Maria Valtorta (1897-1961)

215.
Gadis yang Tidak Waras dari Bethginna
216.
Di Dataran Menuju Askelon  
217.
Yesus Adalah Tuan Juga Atas Sabat
218.
Kedatangan di Askelon
219.
Pengajaran di Askelon
220.
Yesus di Magdal-Gad Membakar Habis Berhala Kafir
221.
Pengajaran kepada Para Rasul dalam Perjalanan ke Yabneel                
222.
Menuju Modin
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)





Updated


Kesaksian Catalina (Katya) Rivas
Stigmatis, Visionaris







Yang Tetap:
 Penyerahan Diri kepada Malaikat Pelindung
 Kaplet kepada St Yudas Tadeus

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : September 2017