Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi November 2018




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: NOVEMBER 2018

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1

Why. 7:2-4,9-14
1Yoh. 3:1-3
Mat. 5:1-12a
2

2Mak. 12:43-46
1Kor. 15:12-34
 Yoh. 6:37-40
3


Flp. 1:18b-26
 Luk. 14:1,7-11
4
HM Biasa XXXI


Ul. 6:2-6
Ibr. 7:23-28
Mrk. 12:28b-34
5



Flp. 2:1-4
Luk. 14:12-14
6


Flp. 2:5-11
uk. 14:15-24
7



Flp. 2:12-18
Luk. 14:25-33
8



Tit. 2:1-8,11-14
Luk. 17:7-10
9
Yeh. 47:1-2,8-9,12
1Kor. 3:9b-11,16-17; Yoh. 2:13-22
10



Flp. 4:10-19
Luk. 16:9-15
11
HM Biasa XXXII


1Raj. 17:10-16
Ibr. 9:24-28
Mrk. 12:38-44
12



Tit. 1:1-9
Luk. 17:1-6
13


Tit. 2:1-8,11-14
Luk. 17:7-10
14


Tit. 3:1-7
 Luk. 17:11-19
15



Flm. 7-20;
Luk. 17:20-25
16

2Yoh. 4-9
Luk. 17:26-37
17


3Yoh. 5-8
 Luk. 18:1-8
18
HM Biasa XXXIII


Dan. 12:1-3
Ibr. 10:11-14,18
 Mrk. 13:24-32
19



Why. 1:1-4; 2:1-5a
Luk. 18:35-43
20



Why. 3:1-6,14-22
Luk. 19:1-10
21

Why. 4:1-11
Luk. 19:11-28
22



Why. 5:1-10
Luk. 19:41-44
23

Why. 10:8-11
Luk. 19:45-48
24


Why. 11:4-12
Luk. 20:27-40
25
HR Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Dan 7:13-14
Why 1:5-8
Yoh 18:33b-37
26


Why. 14:1-3,4b-5
Luk. 21:1-4
27


Why. 14:14-20
Luk. 21:5-11
28



Why. 15:1-4
 Luk. 21:12-19
29

Why. 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a
Luk. 21:20-28
30



Rm. 10:9-18
Mat. 4:18-22
1


Why 22:1-7
Luk 21:34-36
2
HM Adven I

Yer 33:14-16
1Tes 3:12-4:2
Luk 21:25-28,34-36
3

Yes 2:1-5 atau
Yes 4:2-6
Mat 8:5-11
4


Yes 11:1-10
Luk 10:21-24
5



Yes 25:6-10a
Mat 15:29-37
6




Yes 26:1-6
Mat 7:21.24-27
7



Yes 29:17-24
Mat 9:27-31
8
Yes 30:19-21.23-26
Mat 9:35- 10:1.5a.6-8





BUNDA MARIA: BUNDA PENGHARAPAN ORANG BERDOSA
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

Hanya Maria dan Yudas Iskariot yang terjaga: yang pertama tenggelam dalam pikiran-Nya, yang terakhir mengamati-Nya dengan tatapan yang terbuka lebar, yang tiada pernah beralih dari-Nya. Pada akhirnya dia bangkit dan menghampiri-Nya perlahan dan tanpa suara. Kendati dia seorang pemuda yang sungguh teramat tampan, dia memberiku kesan akan seekor kucing atau ular yang tengah menghampiri mangsanya, aku tidak tahu mengapa. Mungkin sebab aku tidak suka padanya, aku merasa bahwa setiap langkahnya adalah tipu daya dan berbahaya… Dia memanggil-Nya dengan suara lirih: "Maria!"...

"Apa yang kau inginkan dari-Ku, Yudas?" Ia bertanya lagi, dengan menatap tajam pada si rasul yang kelihatan merasa agak tidak enak dan sulit berbicara. "Apa kau tidak enak badan? Atau apa kau sudah melakukan sesuatu yang salah dan kau tidak tahu bagaimana mengatakannya? Atau apa kau merasa bahwa kau dalam tahap hendak melakukan sesuatu yang salah dan merupakan beban bagimu untuk mengakui bahwa kau tergoda? Bicaralah, nak. Sebagaimana Aku menyembuhkan tubuhmu, Aku akan menyembuhkan jiwamu. Katakan pada-Ku apa yang membuatmu gelisah, dan jika Aku dapat, Aku akan membantumu. Jika Aku tidak dapat melakukannya sendiri, Aku akan mengatakannya pada Yesus. Bahkan meski kau sudah melakukan suatu dosa berat, Ia akan mengampunimu jika Aku meminta-Nya. Sungguh, Yesus akan segera mengampunimu, juga… Tapi mungkin kau malu kepada-Nya, sang Guru. Aku seorang ibunda… Aku tidak membuat siapa pun merasa malu."   

"Tidak, tidak akan, sebab Engkau seorang ibunda dan Engkau begitu baik. Engkau adalah damai bagi kami semua. Aku merasa… sangat gelisah. Aku punya karakter yang sangat jahat, Maria. Aku tidak tahu apa yang ada dalam darahku dan dalam hatiku… Terkadang aku tak lagi dapat mengendalikannya… dan lalu aku akan melakukan hal-hal yang paling ganjil… dan paling buruk."

"Bahkan bersama Yesus dekatmu, tidak dapatkah kau melawan pencobaan?"

"Ya. Dan aku menderita karenanya, percayalah. Begitu adanya. Aku seorang celaka yang malang."

"Aku akan berdoa untukmu, Yudas."

"Itu tidak cukup."

"Aku akan meminta orang-orang benar berdoa untukmu tanpa memberitahukan pada mereka untuk siapa doa itu."

"Itu tidak cukup."

"Aku akan meminta anak-anak berdoa. Ada begitu banyak dari mereka yang datang kepada-Ku, di kebun sayur-mayur dan buah-buahan-Ku, seperti burung-burung kecil yang mencari biji jagung. Dan belaian-Ku dan perkataan yang Aku ucapkan kepada mereka adalah biji jagung bagi mereka. Aku berbicara kepada mereka mengenai Allah… Dan mereka, jiwa-jiwa kecil yang tak berdosa, lebih memilih itu daripada permainan dan dongeng. Doa kanak-kanak menyenangkan bagi Tuhan."

"Tidak semenyenangkan doa-Mu. Tapi itu masih tidak cukup."

"Aku akan meminta Yesus untuk berdoa kepada Bapa untukmu."

"Itu masih belum cukup."

"Lebih dari itu adalah mustahil! Doa Yesus menaklukkan juga roh-roh jahat…"   

"Ya, tetapi Yesus tidak akan selalu berdoa. Dan aku akan kembali menjadi diriku sendiri… Yesus selalu mengatakan demikian, Ia akan pergi suatu hari, aku harus memikirkan saat ketika aku akan tanpa-Nya. Yesus sekarang hendak mengutus kami untuk menginjili. Aku takut pergi bersama dengan musuhku ini, yang adalah diriku sendiri, untuk mewartakan Sabda Allah. Aku ingin sudah sempurna."

"Tetapi, nak, jika bahkan Yesus tidak berhasil, siapakah yang akan pernah dapat melakukannya?"

"Engkau, Bunda! Ijinkan aku tinggal beberapa waktu lamanya bersama-Mu. Orang-orang kafir dan para pelacur sudah tinggal bersama-Mu. Jadi, aku boleh tinggal juga. Jika Engkau tidak menghendaki aku berada di mana Engkau tinggal, pada malam hari aku akan pergi dan tidur di rumah Alfeus dan Maria Klopas, tetapi aku akan melewatkan siang hari bersama-Mu dan anak-anak. Di masa lalu aku mencoba melakukan hal-hal sendiri, dan menjadikan situasinya bertambah buruk. Jika aku pergi ke Yerusalem, aku punya terlalu banyak teman yang jahat dan dalam situasiku sekarang, apabila aku merasa seperti ini, aku akan menjadi bahan tertawaan mereka… Sama halnya jika aku pergi ke kota lain manapun. Pencobaan di perjalanan membakarku dengan pencobaan ini yang sudah aku punyai. Jika aku pergi ke Keriot, ke rumah ibuku, aku akan menjadi budak kesombongan. Jika aku undur diri ke suatu tempat terpencil, kesunyian akan mengoyakku dengan suara-suara Setan. Tapi jika aku tinggal bersama-Mu, oh! Aku merasa bahwa itu akan berbeda!... Ijinkan aku ikut! Katakan pada Yesus untuk mengijinkanku melakukan ini! Apakah Engkau ingin aku sesat? Apakah Engkau takut padaku? Engkau menatapku dengan wajah bagai seekor rusa terluka yang tanpa sisa daya untuk meloloskan diri dari penyerangnya. Tetapi aku tidak akan menyakiti-Mu. Aku punya seorang ibu juga … dan aku lebih mengasihi-Mu darinya. Kasihanilah aku seorang berdosa, Maria! Lihat: aku menangis di kaki-Mu… Jika Engkau menolakku, itu akan menjadi kematian rohaniku…" dan Yudas sungguh menangis di kaki Maria; Ia menatap padanya dan mata-Nya penuh belas-kasihan dan derita bercampur takut. Ia sangat pucat.

Namun Ia maju selangkah, sebab Ia nyaris tenggelam dalam pagar tanam-tanaman guna menjauhkan diri dari Yudas yang menghampiri-Nya terlalu dekat, dan Ia menumpangkan tangan ke atas rambut Yudas yang gelap. "Tenanglah, jika tidak mereka akan mendengarmu! Aku akan berbicara kepada Yesus. Dan jika Ia setuju… kau akan ikut ke rumah-Ku. Aku mengesampingkan pemikiran dunia. Itu tidak menyakiti jiwa-Ku. Aku dicekam kengerian hanya jika Aku bersalah kepada Allah. Fitnah tidak membuatku bergeming. Tak seorang pun akan berbicara buruk mengenai Aku sebab Nazaret tahu bahwa Puteri-nya tidak akan menimbulkan skandal bagi kota-Nya. Bagaimanapun, terjadilah apa yang akan terjadi, Aku sangat ingin agar kau dapat menyelamatkan jiwamu. Sekarang aku akan pergi kepada Yesus. Damai sertamu." Dan Ia membungkus Diri-Nya dengan kerudung-Nya, yang putih seperti warna gaun-Nya, dan Ia berjalan bergegas sepanjang jalan setapak yang menghantar naik ke sebuah bukit kecil yang diselimuti pepohonan zaitun.

Ia mencari YesusNya dan menemukan-Nya tenggelam dalam meditasi. "Nak, ini Aku… Dengarkanlah Aku!"

"Oh! Bunda! Apakah Engkau datang untuk berdoa bersama-Ku? Betapa sukacita dan kelegaan yang Engkau berikan pada-Ku!"

"Ada apa, Nak? Apakah jiwa-Mu menderita? Apakah Engkau sedih? Katakanlah pada BundaMu!"

"Engkau sudah mengatakannya, menderita dan letih. Bukan terutama karena kerja atau kemalangan yang Aku lihat dalam hati orang-orang, melainkan tak dapat berubahnya para sahabat-Ku. Tetapi Aku tidak ingin tidak adil terhadap mereka. Satu saja yang mengkhawatirkan-Ku: Yudas anak Simon…"

"Nak, Aku datang untuk berbicara pada-Mu mengenai dia…"

"Apakah dia sudah bersalah pada-Mu? Apakah dia sudah menyedihkan-Mu?"        

"Tidak. Tetapi aku merasa iba padanya seperti Aku akan merasa iba jika Aku melihat seorang yang sangat cemar… Anak yang malang! Betapa sakit jiwanya!"

"Dan Engkau merasa iba padanya? Engkau tak lagi takut padanya? Engkau dulu…"

"Nak, iba hati-Ku bahkan terlebih besar dari rasa takut-Ku. Dan Aku ingin membantu-Mu dan membantunya untuk menyelamatkan jiwanya. Kau dapat melakukan segalanya, dan Engkau tidak membutuhkan-Ku. Tetapi Engkau katakan bahwa semua orang harus bekerjasama dengan Kristus dalam penebusan… dan anak itu begitu sangat butuh ditebus!"

"Apakah lagi yang dapat Aku lakukan untuknya selain dari apa yang sudah Aku lakukan?"

"Tak ada lagi yang dapat Kau lakukan. Tapi Kau dapat membiarkan-Ku melakukannya. Dia meminta-Ku untuk mengijinkannya tinggal di rumah kita sebab dia pikir bahwa dia akan dapat mengenyahkan monsternya di sana… Kau menggelengkan kepala-Mu? Kau tidak menghendakinya? Aku akan mengatakan padanya…"

"Bukan, Bunda. Bukan Aku tidak menghendakinya. Aku menggelengkan kepala-Ku sebab Aku tahu bahwa itu sia-sia. Yudas adalah seperti orang yang tengah tenggelam dan meski dia sadar bahwa dia tengah tenggelam, karena kesombongannya dia menolak tali yang sudah dilemparkan kepadanya guna menariknya ke tepian. Dia tidak punya kemauan untuk tiba di tepian. Sesekali, dia ngeri akan tenggelam dan dia mencari dan meminta pertolongan, dia bertaut pada tali… dan lalu, dikuasai sekali lagi oleh kesombongan, dia menolak pertolongan, menepiskannya, dia ingin mandiri… dan dia menjadi semakin dan semakin berat sebab air berlumpur yang menelannya masuk. Tetapi sebab Aku ingin melakukan tugas-Ku dengan seksama, maka biarlah hal itu terjadi juga, Bunda yang malang… Ya, Bunda yang malang, sebab Engkau menyerahkan Diri-Mu Sendiri, demi kasih pada suatu jiwa, pada penderitaan bahwa ada dekat-Mu… seorang yang menakutkan-Mu."

"Tidak, Yesus. Jangan berkata begitu. Aku ini seorang perempuan malang sebab Aku masih tunduk pada antipati. Celalah Aku. Aku pantas untuk itu. Tidak seharusnya Aku merasa enggan terhadap siapa pun, demi Engkau. Itulah sebabnya mengapa Aku adalah seorang perempuan malang. Oh! Aku berharap Aku dapat mengembalikan pada-Mu Yudas dalam keadaan sembuh secara rohani! Memberimu suatu jiwa adalah memberi-Mu suatu harta. Dan orang yang memberikan suatu harta bukanlah seorang yang malang. Nak!... Haruskah Aku pergi dan mengatakan pada Yudas bahwa hal itu boleh, bahwa Engkau setuju? Engkau pernah mengatakan: 'Harinya akan tiba ketika Engkau akan berkata: "Betapa sulitnya menjadi Bunda Sang Penebus."' Aku sudah pernah mengatakannya sekali… untuk Aglae… Tapi apa artinya satu kali? Umat manusia begitu banyak jumlahnya! Dan Engkau adalah Penebus segenap umat manusia. Nak!... Nak!... Seperti Aku membawa bayi mungil itu dalam tangan-tangan-Ku guna membawanya kepada-Mu untuk diberkati, biarkan Aku membawa Yudas dalam tangan-tangan-Ku, supaya Aku dapat membawanya pada berkat-Mu…"

"Bunda… Bunda… Dia tak pantas mendapatkan Engkau…"

"Yesus, ketika Kau ragu untuk memberikan Marjiam kepada Petrus, Aku katakan pada-Mu bahwa hal itu akan berguna baginya. Kau tak dapat menyangkal bahwa Petrus sudah menjadi manusia baru sejak saat itu… Biarkan Aku mencobanya dengan Yudas."

"Terjadilah seturut kehendak-Mu! Dan kiranya Engkau diberkati sebab niat kasih-Mu kepada-Ku dan Yudas! Sekarang marilah kita berdoa bersama, Bunda. Sungguh menyenangkan berdoa bersama-Mu!..."

Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"
(PUISI MANUSIA-ALLAH)

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
257.
Yesus Menyingkapkan kepada Yakobus Alfeus Misi Apostoliknya di Masa Mendatang
258.
Yesus dan Yakobus Sepupu-Nya dalam Perjalanan Kembali Mereka dari Gunung Karmel
259.
Petrus Berbicara kepada Para Petani Doras Tentang Kasih yang Adalah Keselamatan
260.
Yesus Kepada Para Petani Yohanan: "Kasih adalah Ketaatan."
261.
Di Rumah Dora dan Filipus
262.
Laki-laki yang Mati Tangannya
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)









"Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus"
dari Meditasi B. Anna Katharina Emmerick
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)

diterbitkan oleh
Marian Centre Indonesia


dengan Nihil Obstat dan Imprimatur




Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : November 2018