Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi Desember 2017




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
11. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
12. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
13. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: DESEMBER 2017

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:

MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1


Dan 7:2-14
Luk 21:29-33
2



Dan 7:15-27
Luk 21:34-36
3
M Adven I

Yes 63:16-17.19;64:2-7
1 Kor 1:3-9
Mrk 13:33-37
4


Yes 2:1-5
Mat 8:5-11
5



Yes 11:1-10
Luk 10:21-24
6



Yes 25:6-10a
Mat 15:29-37
7



Yes 26:1-6
Mat 7:21.24-27
8
Kej 3:9-15.20
Ef 1:3-6.11-12
Luk 1:26-38
9


Yes 30:19-21.23-26
Mat 9:35- 10:1.5a.6-8
10
M Adven II


Yes 40:1-5.9-11
2 Ptr 3:8-14
Mrk 1:1-8
11



Yes 35:1-10
Luk 5:17-26
12


Yes 40:1-11
Mat 18:12-14
13



Yes 40:25-31
Mat 11:28-30
14


Yes 41:13-20
Mat 11:11-15
15



Yes 48:17-19
Mat 11:16-19
16



Sir 48:1-4.9-11
Mat 17:9a.10-13
17
M Adven III


Yes 61:1-2a.10-11
1 Tes 5:16-24
Yoh 1:6-8.19-28
18



Yer 23:5-8
Mat 1:18-24
19



Hak 13:2-7,24-25
Luk 1:5-25
20



Yes 7:10-14
Luk 1:26-38
21


Kid 2:8-14 atau Zef 3:14-18
Luk 1:39-45
22


1 Sam 1:24-28
Luk 1:46-56
23

Mal 3:1-4, 23-24
Luk 1:57-66
24
M Adven IV

2 Sam 7:1-5.8b-12.14a.16
Rm 16:25-27
Luk 1:26-38
25


Yes 62:11-12
Tit 3:4-7
Luk 2:15-20
26



Kis 6:8-10;7:54-59
Mat 10:17-22
27


1 Yoh 1:1-4
Yoh 20:1a.2-8
28


1 Yoh 1:5-2:2
Mat 2:13-18
29



1 Yoh 2:3-11
Luk 2:22-35
30



1 Yoh 2:12-17
Luk 2:36-40
31
P Keluarga Kudus


Sir 3: 2-6.12-14
Kol 3:12-21
Luk 2:22-40
1

Bil 6:22-27
Gal 4:4-7
Luk 2:16-21
2

1 Yoh 2:22-28
Yoh 1:19-28
3



1 Yoh 2:29-3:6
Yoh 1:29-34
4


1 Yoh 3:7-10
Yoh 1:35-42
5


1 Yoh 3:11-21
Yoh 1:43-51
6



1 Yoh 5:5-13
Mrk 1:7-11





MARIA MAGDALENA DI RUMAH SIMON, SI FARISI
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

Aku melihat sebuah aula mewah. Sebuah kandelar dengan banyak cabang tergantung di tengah aula dan sepenuhnya dinyalakan. Aula dihiasi permadani gantung yang indah; ada perabotan dan kursi-kursi yang indah bertatah dan didekorasi dengan gading dan daun-daunan dari logam mulia.

Ada sebuah meja bujur sangkar besar di tengah, terdiri dari empat meja yang digabungkan menjadi satu. Meja telah ditata untuk banyak tamu (semuanya laki-laki) dan dihampari taplak-taplak meja yang indah serta peralatan makan yang sangat mewah. Ada amphora-amphora dan cawan-cawan mahal dan banyak pelayan hilir mudik sekeliling meja menyajikan makanan dan menuangkan anggur. Tidak ada orang di tengah meja bujur sangkar. Aku dapat melihat lantai yang indah yang memantulkan cahaya dari kandelar minyak. Sekeliling meja ada banyak dipan-dipan, semuanya ditempati oleh para tamu...

Mereka semua berbicara dan tuan rumah sesekali berbicara kepada Yesus dengan keramah-tamahan yang nyata dibuat-buat. Jelas bahwa dia ingin menunjukkan kepada-Nya dan juga kepada mereka semua yang hadir, bahwa dia sangat menghormati-Nya, seorang nabi miskin dan agak pemarah, sebagaimana banyak orang menganggap-Nya demikian, dengan mengundang-Nya ke rumahnya yang mewah… Aku melihat Yesus menjawab dengan lemah lembut dan tenang. Ia tersenyum samar pada mereka yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada-Nya, tetapi senyum-Nya menjadi cemerlang apabila Yohanes berbicara kepada-Nya atau bahkan sekedar menatap-Nya.

Aku melihat tirai indah yang menutupi pintu disingkapkan dan seorang perempuan muda masuk. Dia cantik jelita, berpakaian mewah dan rambutnya ditata mengagumkan. Berkas-berkas rambut pirangnya yang sangat tebal dijalin secara artistik membentuk sebuah hiasan indah pada kepalanya. Rambutnya begitu kemilau dan lebat hingga dia seolah mengenakan sebuah helm keemasan dengan hiasan relief. Jika aku hendak membandingkan gaun yang dikenakannya dengan gaun-gaun yang selalu aku lihat dikenakan Santa Perawan Maria, akan aku katakan bahwa yang ini sangat istimewa dan rumit. Ada gesper-gesper pada bahu, hiasan-hiasan untuk menautkan lipit-lipit di atas dada, rantai-rantai emas kecil untuk memberi bentuk pada dada, dan ikat pinggang berhiaskan kancing-kancing dan batu-batu permata. Sungguh sehelai gaun yang seronok, yang menonjolkan bentuk tubuhnya yang indah. Kerudung di kepalanya begitu tipis hingga… tidak menutupi apapun: sekedar merupakan tambahan hiasan belaka. Sandalnya adalah sandal yang sangat mahal, dari kulit merah dengan gesper-gesper emas dan tali-temali yang dijalin sekeliling mata kakinya.

Semua orang, terkecuali Yesus, berpaling untuk memandangnya. Yohanes menatapnya sejenak, lalu menatap Yesus. Yang lain-lainnya menatap padanya dengan angan-angan jahat yang kentara. Tetapi perempuan itu tidak memandang mereka, pun tidak mempedulikan bisik-bisik yang muncul saat dia masuk, ataupun kedipan mata orang-orang yang hadir, terkecuali Yesus dan murid-Nya. Yesus berpura-pura tidak melihat apa-apa. Ia melanjutkan percakapan-Nya dengan tuan rumah.

Perempuan itu pergi menghampiri Yesus dan berlutut di kaki sang Guru. Dia menempatkan di atas lantai sebuah vas kecil, berbentuk seperti sebuah amphora berperut gendut, menanggalkan kerudungnya sesudah melepaskan sebuah jepit panjang yang mahal harganya, yang melekatkan kerudung pada rambutnya, dia melepaskan cincin-cincin dari jemarinya dan menempatkan semuanya di atas dipan dekat kaki-kaki Yesus. Dia lalu menempatkan kaki-kaki Yesus pada kedua tangannya, pertama kaki kanan dan lalu kaki kiri, membuka tali-tali sandal-Nya dan menempatkan sandal di atas lantai. Dia lalu mencium kaki-kaki-Nya dan meledak dalam tangis, dia mengistirahatkan kepalanya di atas kaki-kaki itu, membelainya, sementara airmata membanjiri wajahnya bagai tetes-tetes hujan, yang berkilau dalam terang kandelar dan membasahi kaki-kaki mengagumkan itu.

Yesus memalingkan kepala-Nya sekilas dan dengan perlahan, dan mata-Nya yang dalam beristirahat sejenak pada kepala perempuan yang diistirahatkan itu. Suatu tatapan absolusi. Ia lalu melihat lagi ke tengah aula, membiarkannya bebas meluahkan airmatanya.

Namun tidak demikian halnya dengan mereka yang lain: mereka mencaci, mengedipkan mata dan mengejek. Si Farisi duduk tegak sesaat untuk dapat melihat dengan terlebih jelas dan matanya menyiratkan nafsu, kedongkolan hati dan cemooh. Dia berhasrat terhadap perempuan itu, dan perasaan itu jelas kentara. Dia mendongkol sebab perempuan itu telah masuk dengan begitu bebas, yang dapat menyebabkan orang-orang lainnya berpikir bahwa dia adalah tamu yang biasa berkunjung ke rumah itu. Dan dia mencemooh sehubungan dengan Yesus…

Tetapi perempuan itu tidak mengindahkan apapun. Dia terus mencucurkan banjir airmata tanpa suara. Dia menangis dan sesekali dia terisak. Dia lalu mengurai rambutnya, sesudah melepaskan jepit-jepit emasnya, yang menjaga tatanan rambutnya yang rumit dan dia menempatkan juga jepit-jepit itu dekat cincin-cincin dan jepit kerudung yang panjang. Gulungan-gulungan rambut keemasan terjuntai di punggungnya. Dia meraih rambutnya dengan kedua tangan, membawanya ke depan tubuhnya dan menyapukannya pada kaki-kaki Yesus yang basah, hingga dia melihat bahwa kaki-kaki itu sudah kering. Dia mencelupkan jemarinya ke dalam vas kecil dan mengeluarkan balsam kekuningan yang sangat harum mewangi. Suatu harum semerbak, perpaduan antara bunga lily dan tuberose [Polianthes tuberose, rempah-rempah], tersebar ke segenap penjuru aula. Perempuan itu menggunakannya dengan royal, dia melumurkannya, sembari mencium dan membelai kaki-Nya sekaligus.

Yesus sesekali menatap padanya dengan penuh cinta belas-kasihan. Yohanes, yang memandang sekeliling dengan tercengang ketika perempuan itu meledak dalam tangis, tidak dapat mengalihkan matanya dari Yesus dan si perempuan dan menatap keduanya bergantian.

Wajah si Farisi menjadi semakin bertambah muram. Aku sekarang mendengar sabda-sabda terkenal itu dari Injil dan aku mendengarnya diucapkan dalam suatu nada dan dengan suatu tatapan, yang menyebabkan orang tua yang mendongkol hati itu menundukkan kepalanya.

Aku mendengar kata-kata absolusi untuk perempuan itu, yang pergi dengan meninggalkan perhiasan-perhiasannya di kaki Yesus. Dia sudah mengikatkan kerudung sekeliling kepalanya, dengan demikian mengikat rambutnya yang acak-acakan sebaik mungkin. Yesus, sementara berkata padanya: "Pergilah dalam damai," menempatkan tangan-Nya sesaat di atas kepalanya yang beristirahat. Suatu gerakan yang sungguh teramat lemah lembut.

Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"
(PUISI MANUSIA-ALLAH)

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
230.
Yesus dan Marta di Kapernaum
231.
Penyembuhan Dua Laki-laki Buta dan Seorang yang Kerasukan Setan yang Membisukan
232.
Perumpamaan tentang Domba yang Hilang
233.
Komentar mengenai Ketiga Episode Sehubungan dengan Pertobatan Maria dari Magdala
234.
Marta, Kemenangan dalam Genggamannya
235.
Maria Magdalena di Rumah Simon, si Farisi
236.
Tuaian Banyak Tetapi Pekerjanya Sedikit. Perumpamaan tentang Harta yang Terpendam di Ladang
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)












Yang Baru:
 Novena Penuh Kuasa Dalam Keperluan Mendesak

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : Desember 2017