|
Edisi YESAYA | Bunda Maria | Santa & Santo | Doa & Devosi | Serba-Serbi Iman Katolik | Artikel | Suara Gembala | Warta eRKa | Yang Menarik & Yang Lucu | Anda Bertanya, Kami Menjawab
Anjuran Dokter
oleh Anna E. Sweany, M.D.
![]() Sungguh sulit menerima kenyataan bahwa kita sakit. Reaksi pertama kita mungkin khawatir atau marah atau bingung. Bagaimana seharusnya kita menghadapi penyakit tersebut tergantung pada seberapa serius penyakit kita, berapa lama berlangsung, dan diagnosa dokter. Tergantung juga pada kesigapan kita dalam mendapatkan pertolongan.
Informasikan kepada dokter dan / atau perawat mengenai gejala-gejala penyakit:
Jika kita menderita penyakit atau gangguan kronis (= terus-menerus), jangan sungkan mengganggu dokter atau perawat dengan memberitahukannya kepada mereka. Jangan pula beranggapan bahwa timbulnya rasa sakit berarti penyakit kita semakin parah.
Janganlah menyangkal sakit sebab kita takut diberi obat-obatan analgesic guna meredakannya. Mengkonsumsi analgesic tidak menjadikan orang kecanduan. Kecanduan obat-obatan (atau narkoba) terutama merupakan ketergantungan psikologis. Terdapat perbedaan besar antara mengkonsumsi obat-obatan demi mendapatkan efek psikiknya dan mengkonsumsi demi tujuan pengobatan. Jika kita tidak sakit, kita tidak akan mengkonsumsi narkotik - itulah yang membuat kita berbeda dari orang yang kecanduan.
Jika hal ini merupakan masalah moral bagi kita, baiklah menyediakan waktu untuk membicarakannya dengan dokter. Mungkin suatu alternatif lain yang non-narkotik akan dipergunakan untuk meredakan penyakit.
Selama kita sakit, dokter mungkin merasa perlu untuk menambah dosis obat-obatan atau menggantinya. Di samping menyampaikan informasi mengenai penyakit, jangan ragu untuk menyampaikan pula kepada dokter apabila kita mengalami gangguan tidur (seperti insomnia), berkurangnya selera makan atau menjadi lesu dalam beraktivitas, berubahnya suasana hati, dll. Informasi ini akan membantu dokter untuk memilih analgesic yang sesuai ataupun menentukan apakah suatu alternatif non-obat-obatan akan dapat memperbaiki kondisi kita.
Di samping pengobatan, teknik relaksasi, akupuntur, pijat, terapi, hypnosis atau lainnya mungkin dapat menolong. Tujuan dari prosedur-prosedur di atas adalah untuk memperbaiki fungsi tubuh dan meredakan sakit.
Jika penyakit kita berlangsung lama, kita mungkin juga akan mengalami depresi dan gelisah. Mengatasi depresi akan membangkitkan gairah hidup dan mengurangi timbulnya gejala-gejala. Jangan putus asa jika suatu obat tertentu tidak dapat menolong, sebab ada lebih dari sekedar satu cara untuk mengobati suatu penyakit. Cara-cara alternatif ini mungkin perlu sedikit waktu agar berfungsi efektif.
Berusaha menerima penyakit kita; jangan mengingkarinya. Sungguh baik jika kita menambah wawasan mengenai penyakit yang kita derita dan penanganannya. Apabila dokter menyarankan suatu pengobatan:
Berbagi perasaan dengan orang-orang lain yang mungkin dapat menolong kita; jangan murung serta mengurung diri. Berpura-pura kuat sementara sesungguhnya kita lemah, dapat menghantar kita ke dalam depresi yang terlebih lagi dan tak akan meredakan penyakit.
Sakit adalah masa di mana kita sepatutnya mencari pertolongan dan mengembangkan cara-cara yang memungkinkan kita mendayagunakan diri seoptimal mungkin dalam batas-batas kelemahan akibat penyakit.
Ada banyak orang yang dengan senang hati akan menolong kita. Buatlah mereka tahu akan apa-apa yang kita butuhkan.
Sumber : “Companion in Illness: An Online Prayer Book from Passionist Publications”; Prayer books and commentary provided by Passionist Publications and Fr Victor Hoagland, C.P.; www.cptryon.org
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Victor Hoagland, CP.”
|
||