|
Santa Perawan Maria Co-redemptrix?
oleh: Paus Fransiskus
Madonna dell'Odegitria
Yesus memperluas keibuan Maria ke seluruh Gereja ketika Dia mempercayakan BundaNya kepada murid-Nya yang terkasih sesaat sebelum wafat di salib.
Sejak saat itu, kita semua telah berkumpul di bawah mantol Maria, seperti yang digambarkan dalam lukisan-lukisan abad pertengahan. Bahkan antifon Latin pertama - sub tuum praesidium confugimus, sancta Dei Genitrix: Madonna yang 'menaungi', seperti seorang Ibunda, kepada siapa Yesus mempercayakan kita, kita semua; tetapi sebagai Bunda, bukan sebagai dewi, bukan sebagai co-redemptrix [penebus serta], melainkan sebagai Bunda.
Memang benar bahwa kesalehan Kristiani selalu memberinya gelar-gelar yang indah, seperti yang biasa diberikan seorang anak kepada mamanya: betapa banyak hal indah yang dikatakan anak-anak tentang mamanya yang sangat mereka kasihi! Betapa banyak hal yang indah-indah.
Namun kita perlu berhati-hati: hal-hal yang Gereja, orang-orang kudus, katakan tentang Maria, hal-hal yang indah, tentang Maria, tidak mengurangi suatu pun dari Penebusan tunggal Kristus. Yesus adalah satu-satunya Penebus. Gelar-gelar itu adalah ungkapan kasih yang biasa diberikan seorang anak kepada mamanya - beberapa berlebihan. Tapi kasih, seperti kita tahu, selalu membuat kita berlebihan, tapi karena kasih.
Kristus adalah Pengantara, Kristus adalah jembatan yang kita lalui untuk datang kepada Bapa. Dia adalah satu-satunya Penebus: tidak ada co-redemptrix [penebus-serta] bersama Kristus. Yesus adalah satu-satunya. Yesus adalah Pengantara par excellence.
Maria mendapatkan tempat istimewa dalam kehidupan umat Kristen, dan karenanya, dalam doa mereka juga, karena dia adalah Bunda Yesus. [Merujuk pada lukisan terkenal Maria di Katedral Bari, Italia selatan, 'Madonna dell'Odegitria, Maria menunjukkan Jalan, Jalan ke surga yang adalah Kristus'].
Tangannya, matanya, perilakunya adalah 'katekismus' yang hidup, selalu menunjukkan pintunya, dia selalu menunjukkan pusatnya: Yesus. Maria sepenuhnya terarah kepada Yesus sedemikian rupa hingga kita bisa mengatakan dia lebih seorang murid daripada seorang bunda. Arahan yang dia berikan saat perkawinan di Kana: 'Dia: lakukanlah apa pun yang dikatakan-Nya kepadamu.' Dia selalu menunjuk pada Kristus. Dia adalah murid pertama.
Ini adalah peran yang dipenuhi Maria sepanjang hidupnya di bumi dan yang dia pertahankan selamanya: menjadi hamba Tuhan yang rendah hati, tidak lebih. Pada titik tertentu dalam Injil, dia nyaris seolah-olah menghilang; tetapi kemudian dia muncul kembali pada saat-saat yang krusial, seperti di Kana, ketika Putranya, berkat campur tangannya yang penuh perhatian, melakukan 'tanda' pertama-Nya, dan kemudian di Golgota di kaki salib.
Umat Kristen mulai berdoa kepada Maria dengan menggunakan ungkapan-ungkapan yang ditemukan dalam Injil, seperti 'penuh rahmat' dan 'terpujilah engkau di antara wanita.' Konsili Efesus pada tahun 431M memaklumkan gelar 'Bunda Allah,' yang ditambahkan pada doa Salam Maria.
Merenungkan baris 'sekarang dan pada waktu kami mati"' dalam Salam Maria… Maria selalu hadir di samping pembaringan anak-anaknya ketika mereka meninggalkan dunia ini. Jika seseorang sendirian dan ditinggalkan, dia yang adalah Bunda, dia ada di sana, dekat, seperti dia di samping Putranya ketika semua orang lain meninggalkan-Nya.
Maria dulu dan sekarang hadir di masa-masa pandemi ini, dekat dengan orang-orang yang, sayangnya, harus mengakhiri perjalanan duniawi mereka sendirian, tanpa penghiburan atau kedekatan dengan orang-orang yang mereka cintai. Maria selalu ada di samping kita, dengan kelembutan keibuannya.
Maria mendengarkan sebagai seorang Bunda. Sama seperti, dan lebih dari, seorang ibunda yang baik, Maria membela kita dari mara bahaya, dia penuh peduli terhadap kita bahkan ketika kita berpusat pada hal-hal kita sendiri dan kehilangan akal sehat, dan ketika kita tidak hanya menempatkan kesehatan kita dalam bahaya, tetapi juga keselamatan jiwa kita.
Maria ada di sana, berdoa untuk kita, berdoa untuk mereka yang tidak berdoa, berdoa bersama kita. Mengapa? Karena dia adalah Bunda kita.
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net”
|