Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
http://www.indocell.net/yesaya
Edisi September 2026
YESAYA (YESus SAyang saYA)
ANAK DOMBA DAN TANDA-NYA
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 6
"Aku memiliki Diriku Sendiri. Ingatlah, kamu semua patut ingat, demi dirimu sendiri dan demi belas kasihan kepada jiwamu, ingatlah sabda Tuhan kepada Musa dan Harun, ketika mereka masih di tanah Mesir, 'Setiap orang dari umat Allah harus mengambil seekor anak domba jantan yang tidak bercela berumur setahun. Satu ekor untuk setiap rumah tangga, dan jika jumlah orang dalam keluarga itu terlalu sedikit untuk memakannya habis, mereka harus bergabung dengan tetangga mereka. Dan kamu harus menyembelihnya pada hari keempat belas bulan Abib, yang sekarang disebut bulan Nisan, dan dengan darah hewan yang disembelih itu kamu harus mengoles tiang pintu dan ambang atas rumahmu. Dan pada malam itu juga kamu harus memakan dagingnya yang dipanggang di atas api, dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit. Dan kamu harus membakar habis sisanya. Dan kamu harus memakannya dengan pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu, kamu harus memakannya dengan terburu-buru, karena itulah Paskah Tuhan. Dan pada malam itu Aku akan lewat dan membinasakan semua anak sulung manusia dan hewan, yang ada di rumah-rumah yang tidak ditandai dengan darah anak domba.' Sekarang, dalam paskah baru Allah, paskah yang sejati, karena Allah benar-benar lewat di antaramu secara kasatmata, bisa dikenali melalui tanda-tanda-Nya, mereka yang akan diselamatkan adalah mereka yang ditandai dengan tanda keselamatan Darah Anak Domba. Karena, sesungguhnya, kamu semua akan ditandai dengannya. Tetapi hanya mereka yang mengasihi Anak Domba dan mencintai Tanda-Nya yang akan menerima keselamatan dari Darah itu. Sedangkan bagi yang lainnya, itu akan menjadi tanda Kain. Dan kalian tahu bahwa Kain tidak lagi layak melihat wajah Tuhan dan tidak lagi memiliki damai. Dan dihantui oleh penyesalan, oleh hukuman, oleh Iblis, rajanya yang keji, dia menjadi seorang pelarian dan pengembara di Bumi sepanjang hidupnya. Dia adalah tokoh yang sangat besar dari Orang-orang yang akan menyerang Habel yang baru...""Yehezkiel juga berbicara tentang Tau... Apakah menurut-Mu Tanda-Mu adalah Tau Yehezkiel?"
"Ya."
"Jadi, Engkau mendakwa kami karena ada kekejian di Yerusalem?"
"Aku berharap Aku tidak dapat melakukannya. Tapi memang begitulah kenyataannya."
"Dan tidak adakah orang berdosa di antara mereka yang ditandai dengan Tau? Bisakah Engkau bersumpah untuk itu?"
"Aku tidak bersumpah apa pun. Tetapi Aku katakan bahwa jika ada orang-orang berdosa di antara mereka yang ditandai, hukuman mereka bahkan akan lebih mengerikan, karena para pezina roh, penyangkal, pembunuh Allah, yang menjadi demikian sesudah menjadi pengikut-Nya, akan menjadi yang terbesar di Neraka."
"Tetapi orang-orang yang tidak dapat percaya bahwa Engkau adalah Allah, tidak akan berbuat dosa. Mereka akan dibenarkan..."
"Tidak. Jika sebelumnya kamu tidak mengenal-Ku, jika sebelumnya kamu tidak bisa memverifikasi perbuatan-perbuatan-Ku, jika sebelumnya kamu tidak memiliki kesempatan untuk mengkaji sabda-Ku, maka kamu tidak bersalah. Jika kamu bukan ulama di Israel, kamu tidak akan bersalah. Tetapi kamu mengenal Kitab Suci dan kamu melihat pekerjaan-pekerjaan-Ku. Kamu bisa membuat pertimbangan. Dan jika kamu melakukannya dengan jujur, maka kamu akan melihat-Ku dalam sabda Kitab Suci dan kamu akan melihat sabda Kitab Suci dalam diri-Ku, yang diwujudkan dalam tindakan-tindakan-Ku. Jadi, kamu tidak akan dibenarkan karena tidak dapat mengenali-Ku dan karena membenci-Ku. Ada terlalu banyak berhala, terlalu banyak kejijikan, terlalu banyak perzinaan, di mana seharusnya hanya Allah saja yang ada. Dan hal yang sama berlaku untuk setiap tempat di mana kamu berada. Keselamatan berarti mengingkari semua itu dan menerima Kebenaran yang berbicara kepadamu. Konsekuensinya, di mana kamu membunuh atau mencoba membunuh, kamu akan dibunuh. Dan itulah sebabnya kamu akan dihakimi di perbatasan Israel, di mana semua kekuasaan manusiawi luruh, dan hanya Bapa Yang Kekal yang menjadi Hakim atas makhluk-Nya."
"Mengapa Engkau berbicara demikian, Tuhan? Engkau keras."
"Aku apa adanya. Aku adalah Terang. Terang diutus untuk menerangi Kegelapan. Tetapi Terang harus bersinar dengan bebas. Yang Mahatinggi akan sia-sia saja mengutus Terang-Nya, jika Dia menyembunyikan Terang itu di bawah gantang. Bahkan manusia tidak melakukannya ketika menyalakan pelita, sebab jika demikian, tidak akan ada gunanya menyalakannya. Jika orang menyalakannya, mereka melakukannya supaya pelita itu memberikan terang dan orang-orang di dalam rumah bisa melihat. Aku telah datang untuk memberikan terang kepada rumah duniawi yang gelap milik BapaKu, supaya orang-orang yang berada di dalamnya bisa melihat. Dan Terang itu bersinar. Dan syukurlah, jika cahayanya yang paling murni menyingkapkan reptil, kalajengking, perangkap, sarang laba-laba, retakan di dinding. Ia melakukannya demi kamu, untuk memberimu kesempatan untuk mengenal dirimu sendiri, untuk membersihkan dirimu, dengan menghalau binatang-binatang yang membahayakan, yaitu hawa nafsu dan dosa, supaya kamu bisa membangun kembali dirimu sebelum terlambat, dan kamu bisa melihat tempatmu menjejakkan kaki: di perangkap Iblis, sebelum kamu jatuh ke dalamnya. Tetapi untuk bisa melihat, selain cahaya yang terang, orang perlu mata yang terang. Tidak ada cahaya yang bisa menerangi mata yang tertutup nanah karena penyakit. Bersihkan matamu dan rohmu, supaya Terang bisa turun ke atasmu. Mengapa binasa dalam Kegelapan ketika Allah Yang Mahabaik mengutus Terang dan Obat untuk menyembuhkanmu? Sekarang belum terlambat. Dalam waktu yang masih tersisa untukmu, datanglah kepada Terang, Kebenaran, dan Hidup. Datanglah kepada Juruselamat-mu Yang merentangkan kedua tangan-Nya kepadamu, dan membuka hati-Nya bagimu, Yang memohonmu untuk menerima-Nya demi kebaikan kekalmu sendiri."
Yesus benar-benar memohon, rindu dengan penuh kasih, dan tak suatu pun selain kasih yang terpancar dari-Nya... Bahkan hewan-hewan buas yang paling keras kepala, bahkan mereka yang paling mabuk kepayang oleh kebencian, merasakannya, dan senjata mereka mengaku takluk dan racun mereka tidak bisa menyemburkan kepahitannya.
.
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]
oleh: Maria Valtorta
![]()
Yang Baru:
Yang Tetap:
Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net
Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : September 2026
|
||||||||||||||||||||||||||||||