Sepuluh Tahun Yesaya ~ Sebuah Refleksi



Saat menuliskan refleksi ini, rasanya masih belum percaya bahwa Yesaya telah memasuki usianya yang ke-10 tahun! Suatu perjalanan panjang yang dilalui dengan tanpa terasa.

Kami terkenang akan ide awal Yesaya yang muncul dari upaya menyediakan bahan-bahan pengajaran untuk bina iman anak, sebelum akhirnya menjadi Yesaya yang seperti sekarang ini. Mengenai ini, P. Terry Ponomban, Pr menanggapi dalam sepucuk suratnya kepada Yesaya, “Selalu anak-anak jadi pembuka jalan... Seperti kisah lima roti dan dua ikan, ketika orang dewasa yang membutuhkan saling menolak dan menghindari tanggung-jawab, seorang anak maju dan memberikan apa yang dia punya, dan terjadilah bahwa semua orang dewasa berkecukupan secara melimpah….”

Kendati penyertaan Tuhan sepanjang rentang waktu ini, bukan berarti jalan yang dilalui Yesaya mulus bebas hambatan. Ada KENDALA WAKTU, karena Yesaya dikerjakan di luar jam kerja kantor, sering kali kami harus berpacu dengan waktu agar Yesaya dapat di-upload pada waktunya. “Kerja nggak dibayar koq ngotot,” demikian komentar seorang teman, yang sering terngiang kembali apabila sedang stress dikejar waktu tayang. Tapi, ini bukan masalah dibayar atau tidak, melainkan masalah komitmen! Dan komitmen inilah yang mendorong kami bergiat kembali. Ada KENDALA INTERNET. Pernah dua bulan Yesaya tak dapat di-update, meski bahan-bahan sudah siap, karena gangguan jaringan internet. Kami tak dapat berbuat apa-apa selain berharap dan berdoa agar kerusakan jaringan dapat segera diatasi. Ada KENDALA TEMA yang hendak diangkat; kadang inspirasi datang dengan lancar, kadang tersendat, bahkan kadang suntuk sama sekali, bingung mau buat apa. KENDALA menemukan BAHAN yang sesuai dengan tema. Terlebih sulit lagi adalah KENDALA IJIN dari pemegang hak cipta untuk bahan-bahan yang hendak kami terjemahkan. Ada yang dengan senang hati memberikan ijin, ada yang menolak, ada juga yang mengambang; seperti yang baru-baru ini kami alami dengan American Catholic. Tanggapan atas ijin yang kami ajukan tak kunjung tiba hingga kami memutuskan untuk memposting saja bahan-bahan yang telah selesai diterjemahkan itu di Yesaya. Akan tetapi dengan munculnya kasus Teguran Vatican atas Terjemahan Rosario Paus Yohanes Paulus II di Yesaya, dan tak ingin kasus serupa terulang kembali, atas saran Pembimbing Rohani, kami kembali mengajukan ijin yang akhirnya berbuah penolakan. Jadi, demikianlah, sekitar 20 artikel tulisan P. Thomas Richester, OFM, di antaranya “Ambil Bagian dalam Misa: Penjelasan Tahap demi Tahap” dan serial “Ekaristi: Yesus Bersama Kita” yang banyak dikutip orang dan yang membuat pengunjung Yesaya melonjak dua kali lipat jumlahnya pada waktu ditayangkan, semuanya harus dihapus dari Yesaya. Memang sayang, tapi kami tidak menyesal, malahan bersyukur bahwa bahan yang bagus tersebut setidaknya pernah ada dan dibaca, dan semoga telah menghasilkan buah-buah yang bermanfaat bagi kita dalam terlebih menghayati Ekaristi.

Sementara itu, atas kerjasama dengan P. Terry Ponomban Pr, ada beberapa bahan Yesaya yang telah diterbitkan dalam bentuk buku: “Di Perhentian Jalan Salib Yesus…” diterbitkan oleh Serikat Kepausan Anak Misioner - Karya Kepausan Indonesia untuk menyambut Masa Prapaskah - Paskah 2003; “Rosario Dalam Terang Kitab Suci” diterbitkan oleh Serikat Kepausan Anak Misioner - Karya Kepausan Indonesia dalam rangka Tahun Rosario 2003, dan “Khotbah dan Katekese Yohanes Maria Vianney” diterbitkan untuk dibagi-bagikan kepada para imam di seluruh keuskupan di Indonesia sebagai Kenangan Tahun Imam 2010.

Cukup banyak pengunjung Yesus mempertanyakan kapan bahan-bahan lainnya diterbitkan juga, khususnya kumpulan artikel danDukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus”. Webmaster sendiri menganggap tidaklah cukup sekedar membaca “Dukacita Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus”, sungguh baik jika kita membaca keseluruhan “Kisah Hidup Yesus Kristus dan Bundanya Serta Misteri2 Perjanjian Lama”. Kita akan menjadi tahu betapa Allah yang baik telah merancangkan karya keselamatan agung bagi umat manusia sejak dari semula, hingga kita tergagap, terpesona dan takjub tanpa mampu berkata apa-apa mengetahui betapa Mahabijak dan Maharahim Allah! Semua bahan yang ada di Yesaya dapat dinikmati cuma-cuma secara online, tidak dalam bentuk cetak, karena belum tersedia dana untuk itu. Jika ada penerbit atau pihak-pihak yang berniat ikut menyebarluaskannya dalam bentuk cetak, kami akan dengan senang hati menyambut kerjasamanya.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun, pengunjung datang dan pergi silih berganti, sementara yang lain masih tetap setia mengakses Yesus. Berdasarkan statistik Yesaya, pengunjung sepanjang tahun 2008 rata-rata ± 13.250 per bulan; tahun 2009 rata-rata ± 19.930 per bulan, sementara tahun 2010 rata-rata ± 30.000 per bulan. Mungkin bukan suatu jumlah yang besar menurut ukuran sebuah website, tapi itu bukan masalah. Kami merasa bahagia dapat menawarkan sesuatu yang mungkin dapat berguna bagi siapa saja yang pernah datang berkunjung.

Cukup banyak dari antara pengujung yang menyapa Yesaya lewat surat-surat yang mereka layangkan (lih: Surat-surat kepada Yesaya). Ada yang sekedar say hello, ada yang memberikan kritik saran dan masukkan, ada yang mengajukan pertanyaan dan minta bantuan konseling. Semua sebisanya ditanggapi, terkecuali email yang ditujukan kepada Romo Pembimbing harus menunggu ketersediaan waktu beliau. Ada juga email yang bermuatan SARA dan kadang caci-maki yang ditujukan pada satu pribadi imam tertentu. Yah, yang macam ini tak layak baca dan langsung dikirim ke tong sampah. Sapaan pengunjung sungguh mendatangkan sukacita dan membangkitkan semangat. Kami ada dan kami disapa!

Oleh karena alasan itulah timbul gagasan untuk memperluas lingkaran sapaan ke antar pengunjung setia Yesaya juga. Alangkah indah jika di era internet ini, kita memanfaatkan fasilitas yang ada demi tujuan positif: saling bertegur sapa, saling sharing, bertukar pikiran di antara saudara seiman, agar masing-masing kita diteguhkan dan dikuatkan dalam iman dan persaudaraan sejati. Untuk maksud inilah kemudian dibentuk Kelompok Persaudaraan Iman Katolik Yesaya di jejaring sosial Facebook. Semoga kehadiran kelompok persaudaraan ini disambut baik dan persaudaraan sejati di antara para pengunjung setia Yesaya sebagaimana kita angankan dapat terwujud.

Dalam peristiwa ulang tahun Yesaya yang ke-10, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Saudara Ju Ming yang telah ikut menyertai Yesaya sejak dari berdirinya hingga sekarang ini. Sesungguhnya Yesaya lahir atas bantuannya, mulai dari menyediakan software, web-hosting, saran dan masukan seputar IT dan kesediaannya “mengobati” apabila sewaktu-waktu Yesaya terserang “penyakit”, baik software maupun hardware, yang tak dapat kami tanggulangi. Maklum personil di Yesaya ini gaptek, cuma bisa berteriak-teriak panik apabila timbul masalah yang demikian. Semoga Sdr Ju Ming tidak menjadi bosan dan jangan pernah bosan menyertai Yesaya.

Beribu terima kasih kepada Tuhan atas anugerah Pembimbing Rohani, P. Gregorius Kaha, SVD, yang sudah tujuh tahun ini setia menyertai gerak langkah Yesaya. Kendati segala kesibukan sebagai Kepala Paroki Gereja Katolik Roh Kudus, Rungkut - Surabaya, beliau masih sudi meluangkan waktu untuk melayani Yesaya. Beliaulah tempat pengungsian yang paling manjur bagi Yesaya apabila sedang menghadapi masalah atau suntuk memikirkan bahan. Dalam bimbingan P. Gregorius Kaha, SVD, alur bahan di Yesaya jadi lebih tertata rapi dan berkesinambungan. Terima kasih banyak, Romo terkasih. Kami pegang janji Romo untuk terus setia menyertai kami.

Akhir kata, terima kasih kepada segenap pengunjung setia Yesaya. Yesaya ada karena Anda. P. Gregorius Kaha, SVD tak hentinya mengulang: “Hidup itu anugerah, karenanya kita patut memaknai hidup dengan menjadi berkat bagi sesama; dan bagaimanakah kita dapat menjadi berkat bagi sesama? Dengan senantiasa memelihara semangat Yesus dalam diri kita.” Sebab itu, kendati segala kekurangan dan keterbatasan, kami mengundang Anda semua untuk menyantap dan melahap semua yang disajikan Yesaya sambil membagi-bagikannya juga kepada yang lain agar supaya semua orang mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (bdk. Yohanes 10:10).          


Hari Raya Semua Orang Kudus,
1 November 2010

Webmaster