YESUS DIBAWA KE HADAPAN HERODES


Pilatus menitahkan agar mereka membawa-Ku ke hadapan Herodes…. Ia adalah seorang laki-laki malang yang rusak lakunya, yang hanya mengejar kesenangan, membiarkan diri dihantar pada hawa nafsu yang tidak teratur. Ia senang melihat-Ku datang di hadapan pengadilannya sebab ia berharap dapat menyenangkan diri dengan kata-kata dan mukjizat-mukjizat-Ku.

Renungkanlah, anak-anak-Ku, kemuakan yang Aku rasakan di hadapan dia yang paling memuakkan di antara manusia, yang kata-kata, pertanyaan-pertanyaan dan perilakunya menyelubungi-Ku dengan kekacauan. Jiwa-jiwa yang murni dan perawan, mari datang dan belalah Mempelai-mu.

Herodes berharap Aku menjawab pertanyaan-pertanyaannya yang sinis, tetapi Aku tidak mengucapkan sepatah kata pun; Aku tetap diam seribu bahasa di hadapannya. Tidak menjawab adalah bukti terbesar dari wibawa-Ku yang dapat Ku-berikan kepadanya. Kata-katanya yang carut-marut tidak pantas beradu dengan kata-kata-Ku yang murni. Sementara itu, Hati-Ku sama sekali bersatu dengan Bapa SurgawiKu. Aku berkobar dalam kerinduan untuk menyerahkan bahkan hingga tetes terakhir Darah-Ku bagi jiwa-jiwa. Pemikiran akan setiap manusia, yang kelak akan mengikuti-Ku, sepenuhnya taat pada teladan dan kemurahan hati-Ku, membakar-Ku dalam kasih dan, tidak saja Aku menikmati interogasi yang mengerikan itu, Aku bahkan ingin berlari menuju aniaya Salib.


Sumber: “The Passion”; The Great Crusade of Love and Mercy, Inc., P.O. Box 857, Lithonia, Georgia 30058 USA; www.greatcrusade.org atau www.loveandmercy.org

Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”