|
Edisi YESAYA | Bunda Maria | Santa & Santo | Doa & Devosi | Serba-Serbi Iman Katolik | Artikel | Anda Bertanya, Kami Menjawab
Bagaimana Memilih Lagu?
oleh: Sr Liduine Marie SPM
![]() Pendahuluan
Dalam melaksanakan liturgi, yaitu upacara di mana umat beriman berhimpun bersama untuk melaksanakan ibadat, kita membutuhkan nyanyian. Dengan nyanyian kita dapat lebih mengungkapkan iman dan penghayatan. Kita membutuhkan nyanyian yang membangkitkan gairah dan memperdalam sikap. Maka kebutuhan akan adanya nyanyian itulah yang kita ungkapkan dalam musik liturgi. Kita semua tahu bahwa musik mempunyai kekutan yang luar biasa bahkan dapat menyimpulkan bahwa musik merupakan bagian hidup manusia pada umumnya. Maka sejak semula Gereja tak pernah melepaskan diri dari musik.
Apakah Ciri-Ciri Musik Liturgi?
1. Musik yang digubah khusus untuk perayaan liturgi suci.
2. Syairnya selaras dengan ajaran Katolik dan ditimba dari Kitab Suci.
3. Bisa untuk paduan suara besar atau kelompok paduan suara kecil.
Musik Manakah yang termasuk Musik Liturgi?
Musik yang boleh menjadi musik liturgi adalah musik dan nyanyian yang dapat membantu orang dalam berliturgi, yaitu berjumpa dengan Tuhan dan sesamanya. Selain dari itu, musik liturgi atau musik gereja atau musica sacra meliputi: nyanyian Gregorians, berbagai jenis musik gereja, baik yang lama maupun yang baru, musik gereja untuk orgel dan untuk alat musik yang lain yang diijinkan. Musik Gereja mencakup vocal dan instrumental.
Makna Musik dalam Liturgi Gereja
1. Musik merupakan bagian liturgi yang penting dan integral (dimensi liturgis). Maksudnya, musik liturgi termasuk bagian dari liturgi itu sendiri dan bukan hanya tambahan atau dekorasi.
2. Musik liturgi memperjelas misteri Kristus (dimensi kristologis). Melalui isi syairnya, nyanyian dapat ikut memperdalam misteri iman akan Yesus Kristus yang sedang dirayakan dalam liturgi.
3. Musik mengungkapkan peran serta umat secara aktif (dimensi eklesiologis).
Musik Liturgi dapat membantu umat dalam berpartisipasi secara aktif dalam liturgi. Nyanyian dan musik yang tepat dan sesuai dengan tema liturgi dan tempatnya akan membantu umat dalam memasuki misteri iman yang dirayakan dan memungkinkan umat untuk lebih baik menangkap Sabda Tuhan dan karunia sakramen yang dirayakan. Sebuah nyanyian pembuka yang tepat dan baik akan membantu umat untuk memasuki perayaan liturgi secara siap, bersemangat dan mempersatukan diri dengan umat yang hadir.
Jadi, Bagaimana Memilih Lagu?
Berhubung peran musik dalam liturgi sangat luas, maka kita berfokus pada Perayaan Ekaristi yang merupakan sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani. Perayaan Ekaristi disusun menurut dua bagian pokok, yaitu: Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi; keduanya diapit oleh Ritus Pembuka dan Ritus Penutup.
A. RITUS PEMBUKA
Peran Lagu Pembukaan:
1. Menghantar umat masuk ke dalam suasana misteri iman yang dirayakan liturgi.
2. Membina kesatuan umat.
3. Membuka Perayaan Ekaristi.
4. Mengiringi berjalannya perarakan imam.
Maka pemilihan teks lagu yang digunakan hendaknya tidak bertentangan dengan tujuan ini.
B. LITURGI SABDA
Mazmur Tanggapan merupakan unsur pokok dalam Liturgi Sabda. Sesuai dengan namanya, Mazmur Tanggapan dimaksudkan untuk memperdalam renungan atas Sabda Allah dan sekaligus menanggapi Sabda Allah yang baru saja didengar dalam Bacaan Pertama. Agar pemazmur dapat menunaikan tugasnya sebagaimana diharapkan, yaitu membantu umat beriman untuk meresapi pesan yang terkandung dalam Mazmur Tanggapan, kemudian mengungkapkan iman serta meningkatkan mutu suka cita mereka, maka pemazmur hendaknya mempersiapkan diri sbb:
1. Mempelajari Bacaan Pertama hingga menemukan intisari bacaan.
2. Mempelajari isi Mazmur Tanggapan.
3. Berlatih untuk membawakannya secara komunikatif. Jika mazmur mengungkapkan kegembiraan, maka pemazmur juga harus dapat membawakan mazmur tanggapannya secara komunikatif dan mewartakan kegembiraan.
Bait Pengantar Injil berfungsi mempersiapkan umat untuk mendengarkan Injil yang akan diwartakan. Alleluia dinyanyikan sepanjang tahun kecuali pada Masa Prapaskah. Alleluia dinyanyikan oleh umat, Paduan Suara atau solis.
C. LITURGI EKARISTI
Peran Lagu Persembahan:
1. Mengiringi perarakan bahan persembahan roti dan anggur.
2. Membina kesatuan umat dan menghantar umat masuk ke dalam misteri Ekaristi Suci yang sedang dipersiapkan.
Keterangan: Nyanyian persembahan hendaknya berlangsung sekurang-kurangnya sampai bahan persembahan diletakkan di atas altar. Apabila tidak ada nyanyian persiapan persembahan, pengiring dapat memainkan instrumen secara lembut untuk menciptakan suasana liturgis yang sesuai.
Bapa Kami mana yang boleh dinyanyikan dalam Perayaan Ekaristi dan Bapa Kami mana yang tidak boleh dinyanyikan dalam Perayaan Ekaristi? Bapa Kami yang boleh digunakan dalam liturgi ialah Bapa Kami yang:
1. Isi syairnya sesuai dengan teks resmi Doa Bapa Kami.
2. Melodinya sesuai dengan jiwa liturgi Gereja.
Peran Lagu Komuni:
1. Meneguhkan persaudaraan, mempersatukan umat lahir dan batin sebagai tubuh Kristus.
2. Membina suasana doa bagi umat yang baru saja berjumpa dengan Tuhan secara sakramental dalam komuni.
3. Menjadi ungkapan kegembiraan dalam persatuan dengan Kristus dalam pemenuhan misteri yang baru dirayakan.
D. RITUS PEUTUP
Peran Lagu Penutup:
1. Menutup Perayaan Ekaristi.
2. Memberi gairah dan semangat kepada umat agar mereka pergi menjalankan perutusan untuk mewartakan damai dan kebaikan Tuhan dengan gembira.
3. Mengiringi perarakan imam dan para petugas liturgi meninggalkan altar dan memasuki sakristi.
Fungsi ini memberi kriteria sampai kapan lagu penutup dinyanyikan, yakni hingga perarakan itu selesai.
Kesimpulan: “Bagaimana Memilih Nyanyian Liturgi?”
1. Nyanyian hendaknya sesuai dengan peran atau fungsi masing-masing bagian.
2. Nyanyian harus sesuai dengan masa dan tema liturgi.
3. Nyanyian harus mengungkapkan iman akan misteri Kristus.
4. Nyanyian harus melayani seluruh umat beriman.
5. Pilihan nyanyian perlu memperhatikan pertimbangan pastoral dan praktis.
Bibliography: 1. “Liturgi yang Anggun dan Menawan” oleh Gabe Huck; 2. “Musik & Nyayian Liturgi” oleh E Martasudjita Pr dan J Kristanto Pr ; 3. “Music in Catholic Worship”
Sasana Widya Musik Gereja “MAGNIFICAT”, Jl Pakis Tirtosari XIII / 45 Surabaya, Phone / Fax: (031) 5621023; e-mail: sasanawidya@yahoo.com
|
||